Press Conference Deklarasi Petani dan Nelayan Rembang


Assalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Salam sejahtera untuk kita semua
Om swastyastu
Namo budaya

Selamat pagi para hadirin sekalian

Pagi ini kita berkumpul di Pantai Karang Jahe Beach (KJB) dengan kesadaran penuh bahwa kita adalah rakyat Indonesia yang memiliki latar belakang sosial budaya, suku, agama yang berbeda. Kita berkomitmen menjaga keutuhan bangsa dan kerang NKRI. Untuk menjawab keinginan tersebut, kita butuh Pemimpin yang tidak berjarak dengan masyarakat, Pemimpin yang terbukti berbaur dengan kehidupan rakyat bawah, dengan gaya hidup sederhana serta bekerja dengan ketulusan.

Pada dasarnya tugas pemimpin tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menghadirkan keadilan dan kesetaraan dalam berbagai bentuk. Baik di depan hukum, perlindungan dan pemenuhan hak-hak warga negara, serta perwujudan kehidupan makmur sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa diskriminasi.

Pemimpin yang kami butuhkan dan pilih adalah figur yang memenuhi kebutuhan tersebut, yakni berwatak adil, bersih dari korupsi, memiliki rekan jejak dan bukti kerja nyata pada rakyat, serta berani mewujudkan perjuangan nyata bagi rakyat Indonesia.

Mempertimbangkan alasan dan kebutuhan itu, kami meyakini bahwa sosok Jokowi dan Ma’ruf Amin adalah memenuhi kebutuhan tersebut. Komitmen beliau sudah teruji, pengalaman pemimpin yang baik dan visioner telah dibuktikan dengan kerja nyata, serta kebutuhan bangsa Indonesia melanjutkan pembangunan yang menyejahterakan dan demokrasi Indonesia yang berkualitas.

Dengan ini kami, Komunitas Petani dan Nelayan Rembang menyatakan mendukung pasangan Capres-cawapres Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019 untuk menlanjutkan kerja nyata bagi bangsa Indonesia periode 2019-2024.

Demikian kami sampaikan, wassalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Rembang, 10 April 2019
Petani Nelayan Rembang
Share:

Susunan Acara Deklarasi Pemenangan Jokowi-Amin


Susunan Acara

Hiburan+pendaftaran

1. Pembukaan (MC)
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
3. Sambutan Panitia
4. Orasi
5. Deklarasi
6. Penutupan
7. Makan bareng
8. Hiburan

baca juga: Press Conference Deklarasi Petani dan Nelayan Rembang
baca juga: Deklarasi Pemenangan Jokowi-Amin
baca juga: Petani dan Nelayan Rembang Dukung Jokowi Amin

Penulis: Mahmudi
Penyelaras: Admin SPI Rembang
Editor: Admin Rembang
CP. 082138221920
Share:

Deklarasi Pemenangan Jokowi-Amin


REMBANG, serikatpetanirembang.com - Rabu 10 April 2019, Komunitas Petani dan Nelayan Rembang yang terdiri SPI Rembang, IPPHTI Rembang, PETANI (Persaudaraan Petani dan Nelayan Rembang), serta APTI (Asosiasi Petani Tembakau) sedang menyelenggaran Deklarasi Mendukung Jokowi-Amin di Karang Jahe Beach desa Punjulharjo, kecamatan Rembang, kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Adapun alasan Petani dan Nelayan Rembang mendukung Jokowi Amin, adalah sebagai berikut;
  1. Serikat Petani Indonesia (SPI) memberikan mandat kepada Jokowi untuk menjalankan visi kedaulatan pangan SPI 2014-2024 di Sekretariat DPP SPI pada tanggal 1 Mei 2014
  2. Jokowi telah bekerja untuk menjalankan reforma agraria untuk menjamin hak-hak petani dan masyarakat desa atas kepemilikan dan penguasaan tanah
  3. Jakowi telah bekerja untuk menjalankan percepatan pembangunan industri perikanan nasional 
  4. Jokowi telah bekerja untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan
  5. Jokowi telah bekerja untuk mendukung dan mendorong koperasi agar tumbuh menjadi pelaku utama dalam perekonomian nasional
  6. Jokowi telah bekerja dalam menjalankan program perlindungan sosial
  7. Jokowi telah bekerja untuk membangun kawasan tertinggal dan terluar, membangun dari pinggiran
  8. Jokowi telah bekerja menjalankan UU Desa dan memajukan desa sebagai satuan terdepan untuk mengentaskan kemiskinan
  9. Jokowi telah bekerja untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial dengan mendukung pembentukan dan pengesahan hak asasi petani menjadi Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa
  10. Jokowi senantiasa membuka diri untuk berdialog langsung dan melibatkan organisasi-organisasi rakyat selama menjalankan pemerintahan
  11. Jokowi dan Ma’ruf Amin adalah sosok yang amanah, dekat dengan rakyat, serta rekam jejak bersih dari penyalahgunaan kekuasaan
Penulis: Mahmudi 
Penyelaras: Admin SPI Rembang
Editor: Admin Rembang
CP. 082138221920
Share:

Petani dan Nelayan Rembang Dukung Jokowi Amin


REMBANG, serikatpetanirembang.com - Rabu 10 April 2019, Komunitas Petani dan Nelayan Rembang yang terdiri SPI Rembang, IPPHTI Rembang, PETANI (Persaudaraan Petani dan Nelayan Rembang), serta APTI (Asosiasi Petani Tembakau) sedang menyelenggaran Deklarasi Mendukung Jokowi-Amin di Karang Jahe Beach desa Punjulharjo, kecamatan Rembang, kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

baca juga: agenda pemenangan 

Adapun alasan Petani dan Nelayan Rembang mendukung Jokowi Amin, adalah sebagai berikut;
  1. Serikat Petani Indonesia (SPI) memberikan mandat kepada Jokowi untuk menjalankan visi kedaulatan pangan SPI 2014-2024 di Sekretariat DPP SPI pada tanggal 1 Mei 2014
  2. Jokowi telah bekerja untuk menjalankan reforma agraria untuk menjamin hak-hak petani dan masyarakat desa atas kepemilikan dan penguasaan tanah
  3. Jakowi telah bekerja untuk menjalankan percepatan pembangunan industri perikanan nasional 
  4. Jokowi telah bekerja untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan
  5. Jokowi telah bekerja untuk mendukung dan mendorong koperasi agar tumbuh menjadi pelaku utama dalam perekonomian nasional
  6. Jokowi telah bekerja dalam menjalankan program perlindungan sosial
  7. Jokowi telah bekerja untuk membangun kawasan tertinggal dan terluar, membangun dari pinggiran
  8. Jokowi telah bekerja menjalankan UU Desa dan memajukan desa sebagai satuan terdepan untuk mengentaskan kemiskinan
  9. Jokowi telah bekerja untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial dengan mendukung pembentukan dan pengesahan hak asasi petani menjadi Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa
  10. Jokowi senantiasa membuka diri untuk berdialog langsung dan melibatkan organisasi-organisasi rakyat selama menjalankan pemerintahan
  11. Jokowi dan Ma’ruf Amin adalah sosok yang amanah, dekat dengan rakyat, serta rekam jejak bersih dari penyalahgunaan kekuasaan
Penulis: Mahmudi 
Penyelaras: Admin SPI Rembang
Editor: Admin Rembang
CP. 082138221920
Share:

Cabai Lokal di Rembang


www.serikatpetanirembang.com REMBANG. Cabai rawit lokal ini, memiliki tekstur buah segar, tahan lama serta tanamannya mampu bertahan hidup panjang. Selagi bukan di cabut dari lahan.

Usia mulai tanam hingga berbuah membutuhkan waktu yang cukup panjang, yaitu 6 bulan. Tetapi keunggulannya juga banyak buah, tahan penyakit, buah segar dan awet serta tanamannya mampu hidup bertahun-tahun.

Cabai ini banyak yang menyebutnya dengan cabai Bancar.





















Admin SPI Rembang

Share:

Petani Cabai Rawit Rembang Keluhkan Harga

www.serikatpetanirembang.com - REMBANG. Hasil pantauan serikatpetanirembang.com, banyak Petani yang mengeluh harga cabai khususnya jenis rawit dan keriting yang terus menerus mengalami penurunan.

Harga saat ini berkisar 4.000/kg ditingkat Petani. Bukan hanya cabai jenis rawit pula yang turun, melainkan cabai merah juga sama nasibnya. Akhirnya Petani memetik hasil panennya, hanya mampu untuk membayar ongkos petik.

Anis, Petani perempuan dari Sendangagung, Pamotan berharap agar harga cabai segera meningkat dan stabil. Kondisi seperti ini sangat sering kami alami, bahkan kami tidak mengerti dan bertanya-tanya dalam hati. Kenapa harga komoditas pertanian khususnya cabai ini, tidak stabil bahkan harganya terus menurun. Apakah nasib kami akan terus seperti ini, begitu papar Anis.



Admin SPI Rembang
Share:

Biaya Budidaya Padi Varietas Ciherang di Nglojo Sarang

www.serikatpetanirembang.com - Padi (bahasa latin: Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman budidaya terpenting dalam peradabanProduksi padi dunia menempati urutan ketiga dari semua serealia, setelah jagung dan gandum. Namun, padi merupakan sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia.

Hasil dari pengolahan padi dinamakan beras. Berikut rincian lengkap, biaya tanam Padi varietas Ciherang;

A. Modal

1. Benih ciherang, 30 kg @ Rp. 12.000 = 360.000
2. Pupuk kandang 1000 kg @ Rp. 1.000 = 1.000.000
3. Pupuk Urea, 150 kg @ Rp. 1.300= 195.000
4. Pupuk SP36, 100 kg @ Rp. 2.200 = 220.000
5. Pupuk NPK Ponska 300 kg @ Rp. 2.300 = 690.000
6. Petroganik, 1000 kg @ Rp. 500 = 500.000
7. Pestisida / Insektisida, 10 liter @ Rp. 75.000 = 1.500.000
Jumlah Modal (A) = Rp 4.465.000

B. Biaya operasional/Upah Kerja


1. Pengolahan lahan
    Sewa traktor 600.000 + Tenaga cangkul/macul 4 orang x 100.000 = 1.000.000
2. Pencabutan bibit/ndaut 10 orang x 100.000= 1.000.000
3. Penanaman/tandur 50 orang x 25.000 = 1.250.000
4. Penyiangan + pemupukan ke-1 sebanyak 5 orang x 100.000=  500.000
5. Penyiangan + pemupukan ke-2 sebanyak 5 orang x 100.000= 500.000
6. Penyemprotan 2 orang x 100.000= 200.000
7.  Panen dan pasca panen
     - Sewa combin 1.000.000
     - Tenaga angkut 10 0rang X 100.000 = 1.000.000
Jumlah modal (B) =  6.450.000

Total Pengeluaran (A+B) 4.465.000 + 6.450.000 = 10.915.000

Hasil padi sebanyak 6000 kg atau 6 Ton
Harga GKP/Gabah Kering Panen tingkat Petani Rp 3.500
6.000 X 3.500 = 21.000.000 - 10.915.000 = 10.085.000

Keuntungan budidaya padi selama 4 bulan dalam luasan 1Ha sebesar Rp 10.085.000


NB. Biaya belum termasuk sewa lahan dan pompa air.


Sumber: Mulyonoto, Petani Nglojo, Sarang, Rembang



Admin SPI Rembang

info selanjutnya:
Mulyonoto - Petani Nglojo - 0822 4491 7863
Share:

RASIONALISASI SAWIT VS DURIAN

www.serikatpetanirembang.com - Semalam Bp Presiden membuat pernyataan agar petani berpikir lagi jika mau menanam sawit, karena luasnya sudah 14 juta ha, terluas di dunia dan banyak hadangan dari pihak pasar selama ini, setidaknya Uni Eropa dan India. Lalu menyarankan tanam komoditas lain yang nilai ekonominya tinggi dan pasarnya masih besar. Sarannya tanam Durian.

Begitu dimuat di media massa langsung beragam tanggapannya, saya memahami karena memang saat ini situasi sedang kampanye, tapi bagi saya pribadi yang netral, pernyataan tersebut sangat rasional. Baik adanya, sekalipun saya petani sawit menganggap pernyataan tersebut konstruktif bagi saya selaku petani.

Ilustrasinya..

Sawit, usia produktif provitasnya di petani hanya sekitar 17 ton/ha/tahun, dengan harga saat ini hanya Rp 1.100/kg di Pabrik Kelapa Sawit maka omsetnya hanya Rp 18 jutaan/ha/tahun.

Durian, kalau menyimak video berikut ini omsetnya Rp 7 juta/pohon/tahun, padahal durian non marketable klas pasar dunia, kalau populasi duriannya sama dengan sawit 139 pohon/ha/tahun, jarak tanam 9 x 9 meter maka tak kurang dari Rp 800 juta/ha/tahun.
Anggap Rp 600 juta/ha/tahun.
https://www.youtube.com/watch?v=UcbZ_m5LqcE

Omsetnya bagai langit dan bumi bedanya, pasarnya, apalagi jika lahan tersebut sudah mahal maka total kembali modal akan jauh lebih cepat tanaman durian.

Inilah rasionalisasi dalam beragribisnis, kita tak kan pernah tahu hari esok, tapi kita punya ilmu analisa data statistik yang akan menggambarkan sebuah keadaan di masa depan atas dasar kalkulasi logis kita, lalu jadilah sebuah intuisi.

Artinya agar kita lebih rasional, antara permintaan dan daya suplai agar berimbang lalu harga terkendali, agar petani dapat apresiasi per hektarnya jauh lrbih baik dari pada selama ini, agar kemakmuran petani segera menghampiri, itulah sebab saya selaku petani sawit juga tanam durian yang inovatif marketbale fast moving.
Hehe..

Semoga bermanfaat..

Salam Rasionalisasi
Wayan Supadno
Pak Tani

Admin SPI Rembang

info selanjutnya:

Wayan Supadno - Pak Tani - 0815 8658 0630

Share:

Budidaya Melon Kirani Dengan Sistem Fertigasi

www.serikatpetanirembang.com - Melon kirani merupakan jenis melon yang menjadi incaran para petani, pemasok, dan konsumen. Hasil dari melon dengan kadar gula 14 - 16°briks itu cukup memuaskan para penikmat melon. Kirani merupakan rock melon berkulit putih susu tanpa jaring dengan tekstur daging lembut sehingga kita dapat mengambilnya menggunakan sendok.

Salah satu Petani di Sulang Rembang yang turut membudidayakan melon kirani ini adalah Zaenal, Muarif dkk. Muarif mengaku dengan harga kontrak yang ditawarkan pihak ketiga memang menjanjikan, namun melon kirani ini cukup manja dengan tingkat tumbuh saat semai yang relatif sulit. 
Pada awalnya, kami melakukan penyemaian sebanyak 6000 benih, tetapi yang berhasil tumbuh hanya 3500 bibit atau tanaman. Itu yang kami alami saat ini dan mungkin juga kekurangan pengetahuan dan pengalaman baru dengan budidaya melon kirani, tambah Muarif.

Kami bersama kawan SPI yang lain menggarap lahan untuk budidaya khusus melon ini sekitar 6.500m2 panjang gulutan sekitar 3.250 meter menghabiskan 8 roll plastik mulsa. Jumlah populasi sekitar 11.000 tanaman, yang terdiri dari melon kirani, melon kinanti serta melon golden apollo dengan sistem Fertigasi.

Budidaya kami lakukan dengan pihak ketiga yang sudah menjamin pasarnya dengan klasifikasi grade A dan grade B. Grade A itu jenis buah dengan berat 1,3 - 1,8 kg, sedangkan grade B beratnya minim 0,8 kg di bawah itu reject. 


Admin SPI Rembang

info selanjutnya;

Muarif - Petani - 0821 1038 8028
Mahmudi - Petani - 0821 3822 1920


Share:

Keindahan Bibit Melon Kinanti

www.serikatpetannirembang.com - Berikut beberapa gambar bibit melon kinanti yang dapat kita semua nikamati. Usia bibit ini adalah 5hst atau hari dari mulai semai dengan media bedeng plastik dan bambu.







Share:

Melon Kinanti Sistem Fertigasi

www.serikatpetanirembang.com - Melon kinanti merupakan salah satu varian buah melon yang cukup menjanjikan untuk dibudidayakan. Selain lebih manis, harga jual melon ini lumayan tinggi di pasaran. Tak heran banyak petani yang tertarik membudidayakannya. Omzet sekali panen bisa mencapai puluhan juta.

Melon merupakan salah satu buah tropis yang populer di Indonesia. Saat ini ada banyak varian melon unggul, seperti ladika, orange meta, golden apollo, dan adinda. Nah, salah satu varian baru yang sekarang mulai banyak dibudidayakan adalah melon kinanti.Melon jenis ini merupakan salah varian melon golden.Harga jualnya di pasaran relatif tinggi, sekitar Rp 15.000 per kilogram (kg). Melon ini lebih manis dan renyah dibandingkan melon-melon jenis lainnya. Bentuknya juga berbeda dengan melon lain.
Kulitnya yang berwarna kuning relatif lebih mulus, sementara daging buahnya berwarna kemerahan. Petani yang membudidayan melon ini adalah Zaenal, Muarif dkk yang terletak di Desa Sulang Rembang.
Budidaya melon kinanti kini semakin diminati. Selain lebih manis, harga jualnya juga lumayan tinggi di pasaran. Namun, bagi Anda yang ingin membudidayakan melon kinanti ada beberapa hal yang harus diperhatikan, terutama menyangkut pemberian pestisida, penyiraman, dan pemupukan.Seperti jenis melon lainnya, membudidayakan melon kinanti tidak sulit. Apalagi, buah ini cocok ditanam pada iklim tropis. Asal dirawat dengan benar, tanaman ini akan berbuah maksimal. 

Namun, sebelum ditanam, lahan tersebut harus diolah terlebih dahulu. Perlu waktu sekitar dua minggu untuk pengolahan lahan ini. Selama dua minggu itu, lahan yang akan digunakan harus digemburkan dan dikasih pupuk dasar.
“Pemupukan di masa awal ini penting agar pertumbuhan melon kinanti bisa memuaskan,” papar Muarif. Tanpa pemupukan awal, tanaman bisa terganggu dalam proses penyusunan klorofilnya, sehingga, daun dan tulang daun tampak kekuning-kuningan. Ujung-ujungnya tanaman bisa layu dan mati.

Kebutuhan pupuk di masa awal ini berkisar antara 50 kilogram (kg) sampai 100 kg per 1.000 meter persegi. Sementara untuk penanaman sebaiknya dilakukan di musim panas. “Melon ini membutuhkan sinar matahari yang cukup” ujar Muarif.
Pengairan juga harus dijaga karena bila terlalu lembap tanaman rentan terkena penyakit. Suhu optimalnya antara 25-30 derajat Celcius.
Untuk menjaga jarak ideal antar tanaman, setiap setengah hektare lahan ditanami sekitar 3.000 batang. “Jadi, jarak antar tanaman sekitar satu meter hingga dua meter,” jelasnya.Zaenal, pembudidaya melon kinanti dari Sulang menambahkan, perawatan mutlak diperlukan saat tanaman berusia 30 hari. Saat itu, tanaman sudah mulai memasuki usia produktif. Di masa-masa itu tanaman rawan dijangkiti hama kutu. Sementara saat musim hujan, penyakit yang mungkin timbul adalah jamur. Bila sudah ditumbuhi jamur, daun tanaman akan layu.
Untuk itu, butuh perhatian khusus terutama dalam hal pemberian pestisida, penyiraman, dan pemupukan. “Pengalaman kami, setidaknya setiap 3.000 batang melon diawasi oleh satu petani setiap harinya,” jelasnya.
Untuk menjaga ketersediaan air, tanaman melon ini juga harus rajin disiram. Tapi, volume penyiramannya harus disesuaikan dengan curah hujan. Jika musim hujan, misalnya penyiraman sebaiknya dikurangi. Sebab, terlalu banyak air akan menurunkan kualitas melon. Secara fisik memang tidak terlihat. “Namun kemanisannya akan sedikit berkurang,” ujarnya.

Pada umumnya, melon kinanti sudah bisa dipanen setiap dua bulan setelah ditanam. Kami bersama kawan SPI yang lain menggarap lahan untuk budidaya khusus melon ini sekitar 6.500m2 panjang gulutan sekitar 3.250 meter menghabiskan 8 roll plastik mulsa. Jumlah populasi sekitar 11.000 tanaman, yang terdiri dari melon kirani 3.500populasi, melon kinanti sebanyak 5.000 tanaman, selebihnya melon golden apollo sekitar 2.500tanaman dengan sistem Fertigasi. 

Budidaya kami lakukan dengan pihak ketiga yang sudah menjamin pasarnya dengan klasifikasi grade A dan grade B. Grade A itu jenis buah dengan berat 1,3 - 1,8 kg, sedangkan grade B beratnya minim 0,8 kg di bawah itu reject. 
Admin SPI Rembang
info selanjutnya;

Muarif - Petani - 0821 1038 8028
Mahmudi - Petani - 0821 3822 1920

Share:

Rembang Panen Raya Jagung


www.serikatpetanirembang.com - Musim panen jagung di Rembang telah tiba di awal februari hingga Maret ini. Mulai dari ujung barat Rembang bagian selatan mulai dari kecamatan Sumber, Bulu, Sulang, Gunem, Sale hingga timur Rembang Sarang, para Petani sudah mulai memetik hasil panenan jagung kering mereka. Salah satu di antaranya adalah Petani asal Nglojo Sarang, yaitu Ikhsan.
Ikhsan mengaku bersyukur atas hasil panenan jagung kali ini, karena hasil petiknya melimpah. Sehingga hasil panen sebagian dibawa pulang ke rumah untuk dikeringkan hingga kadar air (KA) kisaran 11% agar mendapat keuntungan berlebih. Karena selisih harga jagung basah dan kering cukup terpaut jauh. Harga basah di kisaran Rp 1.800,- sedangkan kering bisa mencapai lebih dari Rp. 3.500,-. Begitu tambah Mulyonoto Petani asal Nglojo yang merupakan tetangga dan sahabat perjuangannya dalam diskusi GWA Rembug Petani Rembang.

Admin SPI Rembang

info selanjutnya :
Ikhsan - Petani Nglojo -  0823 8669 9029
Share:

Henry Saragih: Jokowi Bertekad Melanjutkan Reforma Agraria demi Meningkatkan Kesejahteraan Petani

JAKARTA. Jokowi akan terus melanjutkan reforma agraria dalam masa pemerintahannya ke depan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih pasca debat Calon Presiden Republik Indonesia (RI) 2019 - 2024 di Jakarta, tadi malam (17/02).

"Reforma agraria adalah suatu upaya korektif untuk menata ulang struktur agraria yang timpang, yang memungkinkan eksploitasi manusia atas manusia, menuju tatanan baru dengan struktur yang bersendi kepada keadilan agraria. Keadilan agraria itu sendiri adalah suatu keadaan dimana tidak ada konsentrasi berlebihan dalam penguasaan dan pemanfaatan atas sumber-sumber agraria pada segelintir orang. Reforma Agraria ini sendiri merupakan mandat dari Pasal 33 UUD 1945 yang kemudian dituangkan ke dalam UU Pokok Agraria No. 5 tahun 1960," papar Henry.

Henry melanjutkan, selama masa kepemimpinannya, Jokowi telah melaksanakan kebijakan reforma agraria. Melalui kebijakan ini, pemerintahan Jokowi telah mendistribusikan lahan ke petani kecil dan masyarakat adat dan akan terus melanjutkan kebijakan ini pada masa pemerintahannya yang akan datang.

"Selain redistribusi lahan, hal lain yang perlu dicatat bahwa pemerintahan Jokowi tidak ada menerbitkan izin-izin penggunaan lahan baru bagi perusahaan-perusahaan besar. Hal ini berbeda jauh dengan pemerintahan-pemerintahan sebelumnya yang “murah hati” terhadap perusahaan-perusahaan tersebut," ungkapnya.

Henry kemudian mengemukakan, di sisi lain, Prabowo sepertinya tidak memiliki perhatian besar terhadap pelaksanaan reforma agraria. Selain tidak punya konsep yang jelas (mengambang) tentang reforma agraria, penguasaan luas lahan Prabowo sendiri  jumlahnya sangat besar, berbanding jauh dengan kepenguasaan tanah mayoritas masyarakat Indonesia yang jumlahnya di bawah 0,5 hektar.

"Bagaimana Prabowo akan melakukan reforma agraria jika ia sendiri adalah salah satu orang yang menguasai ratusan ribu hektar tanah di berbagai wilayah di Indonesia, yang justru menyebabkan ketimpangan kepenguasaan agraria,” tegasnya.

Oleh karena itu Henry menegaskan, hal tersebut semakin memperkuat sikap SPI untuk terus mendukung Jokowi agar reforma agraria dapat dilanjutkan dalam lima tahun ke depan termasuk penyelesaian konflik agraria yang masih berlangsung melalui Peraturan Presiden Nomor 86 tahun 2018, sehingga petani dapat meningkat kesejahteraannya dan kedaulatan pangan pun terwujud.

Henry yang secara langsung menghadiri debat kedua tersebut, menggarisbawahi pernyataan pamungkas Jokowi yang menyampaikan bahwa ia akan pergunakan seluruh tenaga dan kewenangan yang dia miliki untuk memperbaiki negara ini! tidak ada yang ia takuti untuk kepentingan nasional, untuk kepentingan rakyat, untuk kepentingan bangsa, kecuali Allah SWT.

"Kalimat penutup tersebut menunjukkan pribadi Jokowi yang sebenarnya yang menomorsatukan kepentingan rakyat dan hanya takut kepada Allah SWT, hebat," tutupnya.

_Kontak selanjutnya:_
*Henry Saragih - Ketua Umum SPI - 0811 655 668*

Share:

Petani Rembang Panen Raya Kacang Panjang

REMBANG,  Suwono warga Bulu kabupaten Rembang panen kacang panjang.

Di area 1 Ha, Suwono atau sapaan akrab mbah Nono menanam padi dan kacang panjang.
"Alhamdulillah Mas, kacangnya sudah panen terlebih dahulu dengan masa waktu 2 bulan," tutur mbah Nono.

"Untuk kacang hanya seluas 3000 M², selebihnya padi," tambah mbah Nono dengan senyum gembiranya.
Menurut Suwono,  kacang panjangnya dipetik hingga tua atau matal, karena nanti akan dijual dalam bentuk produk benih.
Bagi para petani kacang panjang yang ingin menanam sayuran kacang hingga 2 meter lebih ini,, dapat memesan bibit unggulan ke nomor wa Suwono yaitu 085213743203.


Penulis: Mahmudi
Penyelaras: Mahmudi
Share:

Lanjutkan Fondasi Kedaulatan Pangan yang Dibangun Jokowi

JAKARTA. Menjelang lima tahun memimpin Indonesia*, Presiden Joko Widodo telah membangun fondasi kedaulatan pangan, dan ini harus dilanjutkan demi kesejahteraan petani dan masyarakat perdesaan. Hal ini diutarakan Henry Saragih, Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) dalam tiga buah talkshow yang ditayangkan oleh tiga tv berbeda di Jakarta, malam ini (14/02).

Henry memaparkan, kedaulatan pangan pada dasarnya memiliki tujuh prasyarat utama yakni reforma agraria; adanya hak akses rakyat terhadap pangan; penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan; pangan untuk pangan dan tidak sekadar komoditas yang diperdagangkan; pembatasan penguasaan pangan oleh korporasi; melarang penggunaan pangan sebagai senjata; hingga pemberian akses ke petani kecil untuk perumusan kebijakan pertanian.

“Ketujuh prasyarat tersebut fondasinya telah kokoh dibangun Pak Jokowi,” kata Henry.

Henry melanjutkan, untuk reforma agraria contohnya, pemerintah Jokowi telah melakukan perhutanan sosial yang dampaknya telah dirasakan langsung oleh petani.  Sdh ada 2,5 juta hektar yang didistribusikan.

“Lahirnya Perpres Reforma Agraria No.86 tahun 2018 merupakan sikap tegas Jokowi dalam memberikan kepastian perlindungan terhadap keluarga Petani yang sedang bekerja di ladang, perkebunan dari perampasan tanah. Perpers ini langkah sangat maju dalam penerapan reforma agraria yang mangkrak di pemerintahan sebelumnya,” paparnya.

Henry melanjutkan pembangunan infrastruktur pertanian di perdesaan juga sudah dikebut sehingga kuantitas produksi petani meningkat.

“Ketika kuantitas produksi meningkat maka kedaulatan pangan di daerah tersebut terjamin. Tentunya produksi yang membuat petani berdaulat benih, pupuk, dan alami, sehat, *yang didistribusikan melalui koperasi*," lanjutnya.

Henry menambahkan, di pemerintahan Jokowi inilah adanya terobosan data pangan yang tersentral untuk beras yang di-update melalui citra satelit.

“ini juga patut diapresiasi dan ditingkatkan ke komoditas-komoditas pangan lainnya,” tutupnya.

*Kontak Selanjutnya:*
_Henry Saragih – Ketua Umum SPI - 0811 655 668_

Share:

Berita Pertanian

Total Pageviews

Label

Gallery Pertanian

Dokumentasi Berita

Postingan Populer