Budidaya Melon Kirani Dengan Sistem Fertigasi

www.serikatpetanirembang.com - Melon kirani merupakan jenis melon yang menjadi incaran para petani, pemasok, dan konsumen. Hasil dari melon dengan kadar gula 14 - 16°briks itu cukup memuaskan para penikmat melon. Kirani merupakan rock melon berkulit putih susu tanpa jaring dengan tekstur daging lembut sehingga kita dapat mengambilnya menggunakan sendok.

Salah satu Petani di Sulang Rembang yang turut membudidayakan melon kirani ini adalah Zaenal, Muarif dkk. Muarif mengaku dengan harga kontrak yang ditawarkan pihak ketiga memang menjanjikan, namun melon kirani ini cukup manja dengan tingkat tumbuh saat semai yang relatif sulit. 
Pada awalnya, kami melakukan penyemaian sebanyak 6000 benih, tetapi yang berhasil tumbuh hanya 3500 bibit atau tanaman. Itu yang kami alami saat ini dan mungkin juga kekurangan pengetahuan dan pengalaman baru dengan budidaya melon kirani, tambah Muarif.

Kami bersama kawan SPI yang lain menggarap lahan untuk budidaya khusus melon ini sekitar 6.500m2 panjang gulutan sekitar 3.250 meter menghabiskan 8 roll plastik mulsa. Jumlah populasi sekitar 11.000 tanaman, yang terdiri dari melon kirani, melon kinanti serta melon golden apollo dengan sistem Fertigasi.

Budidaya kami lakukan dengan pihak ketiga yang sudah menjamin pasarnya dengan klasifikasi grade A dan grade B. Grade A itu jenis buah dengan berat 1,3 - 1,8 kg, sedangkan grade B beratnya minim 0,8 kg di bawah itu reject. 


Admin SPI Rembang

info selanjutnya;

Muarif - Petani - 0821 1038 8028
Mahmudi - Petani - 0821 3822 1920


Share:

Keindahan Bibit Melon Kinanti

www.serikatpetannirembang.com - Berikut beberapa gambar bibit melon kinanti yang dapat kita semua nikamati. Usia bibit ini adalah 5hst atau hari dari mulai semai dengan media bedeng plastik dan bambu.







Share:

Melon Kinanti Sistem Fertigasi

www.serikatpetanirembang.com - Melon kinanti merupakan salah satu varian buah melon yang cukup menjanjikan untuk dibudidayakan. Selain lebih manis, harga jual melon ini lumayan tinggi di pasaran. Tak heran banyak petani yang tertarik membudidayakannya. Omzet sekali panen bisa mencapai puluhan juta.

Melon merupakan salah satu buah tropis yang populer di Indonesia. Saat ini ada banyak varian melon unggul, seperti ladika, orange meta, golden apollo, dan adinda. Nah, salah satu varian baru yang sekarang mulai banyak dibudidayakan adalah melon kinanti.Melon jenis ini merupakan salah varian melon golden.Harga jualnya di pasaran relatif tinggi, sekitar Rp 15.000 per kilogram (kg). Melon ini lebih manis dan renyah dibandingkan melon-melon jenis lainnya. Bentuknya juga berbeda dengan melon lain.
Kulitnya yang berwarna kuning relatif lebih mulus, sementara daging buahnya berwarna kemerahan. Petani yang membudidayan melon ini adalah Zaenal, Muarif dkk yang terletak di Desa Sulang Rembang.
Budidaya melon kinanti kini semakin diminati. Selain lebih manis, harga jualnya juga lumayan tinggi di pasaran. Namun, bagi Anda yang ingin membudidayakan melon kinanti ada beberapa hal yang harus diperhatikan, terutama menyangkut pemberian pestisida, penyiraman, dan pemupukan.Seperti jenis melon lainnya, membudidayakan melon kinanti tidak sulit. Apalagi, buah ini cocok ditanam pada iklim tropis. Asal dirawat dengan benar, tanaman ini akan berbuah maksimal. 

Namun, sebelum ditanam, lahan tersebut harus diolah terlebih dahulu. Perlu waktu sekitar dua minggu untuk pengolahan lahan ini. Selama dua minggu itu, lahan yang akan digunakan harus digemburkan dan dikasih pupuk dasar.
“Pemupukan di masa awal ini penting agar pertumbuhan melon kinanti bisa memuaskan,” papar Muarif. Tanpa pemupukan awal, tanaman bisa terganggu dalam proses penyusunan klorofilnya, sehingga, daun dan tulang daun tampak kekuning-kuningan. Ujung-ujungnya tanaman bisa layu dan mati.

Kebutuhan pupuk di masa awal ini berkisar antara 50 kilogram (kg) sampai 100 kg per 1.000 meter persegi. Sementara untuk penanaman sebaiknya dilakukan di musim panas. “Melon ini membutuhkan sinar matahari yang cukup” ujar Muarif.
Pengairan juga harus dijaga karena bila terlalu lembap tanaman rentan terkena penyakit. Suhu optimalnya antara 25-30 derajat Celcius.
Untuk menjaga jarak ideal antar tanaman, setiap setengah hektare lahan ditanami sekitar 3.000 batang. “Jadi, jarak antar tanaman sekitar satu meter hingga dua meter,” jelasnya.Zaenal, pembudidaya melon kinanti dari Sulang menambahkan, perawatan mutlak diperlukan saat tanaman berusia 30 hari. Saat itu, tanaman sudah mulai memasuki usia produktif. Di masa-masa itu tanaman rawan dijangkiti hama kutu. Sementara saat musim hujan, penyakit yang mungkin timbul adalah jamur. Bila sudah ditumbuhi jamur, daun tanaman akan layu.
Untuk itu, butuh perhatian khusus terutama dalam hal pemberian pestisida, penyiraman, dan pemupukan. “Pengalaman kami, setidaknya setiap 3.000 batang melon diawasi oleh satu petani setiap harinya,” jelasnya.
Untuk menjaga ketersediaan air, tanaman melon ini juga harus rajin disiram. Tapi, volume penyiramannya harus disesuaikan dengan curah hujan. Jika musim hujan, misalnya penyiraman sebaiknya dikurangi. Sebab, terlalu banyak air akan menurunkan kualitas melon. Secara fisik memang tidak terlihat. “Namun kemanisannya akan sedikit berkurang,” ujarnya.

Pada umumnya, melon kinanti sudah bisa dipanen setiap dua bulan setelah ditanam. Kami bersama kawan SPI yang lain menggarap lahan untuk budidaya khusus melon ini sekitar 6.500m2 panjang gulutan sekitar 3.250 meter menghabiskan 8 roll plastik mulsa. Jumlah populasi sekitar 11.000 tanaman, yang terdiri dari melon kirani 3.500populasi, melon kinanti sebanyak 5.000 tanaman, selebihnya melon golden apollo sekitar 2.500tanaman dengan sistem Fertigasi. 

Budidaya kami lakukan dengan pihak ketiga yang sudah menjamin pasarnya dengan klasifikasi grade A dan grade B. Grade A itu jenis buah dengan berat 1,3 - 1,8 kg, sedangkan grade B beratnya minim 0,8 kg di bawah itu reject. 
Admin SPI Rembang
info selanjutnya;

Muarif - Petani - 0821 1038 8028
Mahmudi - Petani - 0821 3822 1920

Share:

Rembang Panen Raya Jagung


www.serikatpetanirembang.com - Musim panen jagung di Rembang telah tiba di awal februari hingga Maret ini. Mulai dari ujung barat Rembang bagian selatan mulai dari kecamatan Sumber, Bulu, Sulang, Gunem, Sale hingga timur Rembang Sarang, para Petani sudah mulai memetik hasil panenan jagung kering mereka. Salah satu di antaranya adalah Petani asal Nglojo Sarang, yaitu Ikhsan.
Ikhsan mengaku bersyukur atas hasil panenan jagung kali ini, karena hasil petiknya melimpah. Sehingga hasil panen sebagian dibawa pulang ke rumah untuk dikeringkan hingga kadar air (KA) kisaran 11% agar mendapat keuntungan berlebih. Karena selisih harga jagung basah dan kering cukup terpaut jauh. Harga basah di kisaran Rp 1.800,- sedangkan kering bisa mencapai lebih dari Rp. 3.500,-. Begitu tambah Mulyonoto Petani asal Nglojo yang merupakan tetangga dan sahabat perjuangannya dalam diskusi GWA Rembug Petani Rembang.

Admin SPI Rembang

info selanjutnya :
Ikhsan - Petani Nglojo -  0823 8669 9029
Share:

Henry Saragih: Jokowi Bertekad Melanjutkan Reforma Agraria demi Meningkatkan Kesejahteraan Petani

JAKARTA. Jokowi akan terus melanjutkan reforma agraria dalam masa pemerintahannya ke depan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih pasca debat Calon Presiden Republik Indonesia (RI) 2019 - 2024 di Jakarta, tadi malam (17/02).

"Reforma agraria adalah suatu upaya korektif untuk menata ulang struktur agraria yang timpang, yang memungkinkan eksploitasi manusia atas manusia, menuju tatanan baru dengan struktur yang bersendi kepada keadilan agraria. Keadilan agraria itu sendiri adalah suatu keadaan dimana tidak ada konsentrasi berlebihan dalam penguasaan dan pemanfaatan atas sumber-sumber agraria pada segelintir orang. Reforma Agraria ini sendiri merupakan mandat dari Pasal 33 UUD 1945 yang kemudian dituangkan ke dalam UU Pokok Agraria No. 5 tahun 1960," papar Henry.

Henry melanjutkan, selama masa kepemimpinannya, Jokowi telah melaksanakan kebijakan reforma agraria. Melalui kebijakan ini, pemerintahan Jokowi telah mendistribusikan lahan ke petani kecil dan masyarakat adat dan akan terus melanjutkan kebijakan ini pada masa pemerintahannya yang akan datang.

"Selain redistribusi lahan, hal lain yang perlu dicatat bahwa pemerintahan Jokowi tidak ada menerbitkan izin-izin penggunaan lahan baru bagi perusahaan-perusahaan besar. Hal ini berbeda jauh dengan pemerintahan-pemerintahan sebelumnya yang “murah hati” terhadap perusahaan-perusahaan tersebut," ungkapnya.

Henry kemudian mengemukakan, di sisi lain, Prabowo sepertinya tidak memiliki perhatian besar terhadap pelaksanaan reforma agraria. Selain tidak punya konsep yang jelas (mengambang) tentang reforma agraria, penguasaan luas lahan Prabowo sendiri  jumlahnya sangat besar, berbanding jauh dengan kepenguasaan tanah mayoritas masyarakat Indonesia yang jumlahnya di bawah 0,5 hektar.

"Bagaimana Prabowo akan melakukan reforma agraria jika ia sendiri adalah salah satu orang yang menguasai ratusan ribu hektar tanah di berbagai wilayah di Indonesia, yang justru menyebabkan ketimpangan kepenguasaan agraria,” tegasnya.

Oleh karena itu Henry menegaskan, hal tersebut semakin memperkuat sikap SPI untuk terus mendukung Jokowi agar reforma agraria dapat dilanjutkan dalam lima tahun ke depan termasuk penyelesaian konflik agraria yang masih berlangsung melalui Peraturan Presiden Nomor 86 tahun 2018, sehingga petani dapat meningkat kesejahteraannya dan kedaulatan pangan pun terwujud.

Henry yang secara langsung menghadiri debat kedua tersebut, menggarisbawahi pernyataan pamungkas Jokowi yang menyampaikan bahwa ia akan pergunakan seluruh tenaga dan kewenangan yang dia miliki untuk memperbaiki negara ini! tidak ada yang ia takuti untuk kepentingan nasional, untuk kepentingan rakyat, untuk kepentingan bangsa, kecuali Allah SWT.

"Kalimat penutup tersebut menunjukkan pribadi Jokowi yang sebenarnya yang menomorsatukan kepentingan rakyat dan hanya takut kepada Allah SWT, hebat," tutupnya.

_Kontak selanjutnya:_
*Henry Saragih - Ketua Umum SPI - 0811 655 668*

Share:

Petani Rembang Panen Raya Kacang Panjang

REMBANG,  Suwono warga Bulu kabupaten Rembang panen kacang panjang.

Di area 1 Ha, Suwono atau sapaan akrab mbah Nono menanam padi dan kacang panjang.
"Alhamdulillah Mas, kacangnya sudah panen terlebih dahulu dengan masa waktu 2 bulan," tutur mbah Nono.

"Untuk kacang hanya seluas 3000 M², selebihnya padi," tambah mbah Nono dengan senyum gembiranya.
Menurut Suwono,  kacang panjangnya dipetik hingga tua atau matal, karena nanti akan dijual dalam bentuk produk benih.
Bagi para petani kacang panjang yang ingin menanam sayuran kacang hingga 2 meter lebih ini,, dapat memesan bibit unggulan ke nomor wa Suwono yaitu 085213743203.


Penulis: Mahmudi
Penyelaras: Mahmudi
Share:

Lanjutkan Fondasi Kedaulatan Pangan yang Dibangun Jokowi

JAKARTA. Menjelang lima tahun memimpin Indonesia*, Presiden Joko Widodo telah membangun fondasi kedaulatan pangan, dan ini harus dilanjutkan demi kesejahteraan petani dan masyarakat perdesaan. Hal ini diutarakan Henry Saragih, Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) dalam tiga buah talkshow yang ditayangkan oleh tiga tv berbeda di Jakarta, malam ini (14/02).

Henry memaparkan, kedaulatan pangan pada dasarnya memiliki tujuh prasyarat utama yakni reforma agraria; adanya hak akses rakyat terhadap pangan; penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan; pangan untuk pangan dan tidak sekadar komoditas yang diperdagangkan; pembatasan penguasaan pangan oleh korporasi; melarang penggunaan pangan sebagai senjata; hingga pemberian akses ke petani kecil untuk perumusan kebijakan pertanian.

“Ketujuh prasyarat tersebut fondasinya telah kokoh dibangun Pak Jokowi,” kata Henry.

Henry melanjutkan, untuk reforma agraria contohnya, pemerintah Jokowi telah melakukan perhutanan sosial yang dampaknya telah dirasakan langsung oleh petani.  Sdh ada 2,5 juta hektar yang didistribusikan.

“Lahirnya Perpres Reforma Agraria No.86 tahun 2018 merupakan sikap tegas Jokowi dalam memberikan kepastian perlindungan terhadap keluarga Petani yang sedang bekerja di ladang, perkebunan dari perampasan tanah. Perpers ini langkah sangat maju dalam penerapan reforma agraria yang mangkrak di pemerintahan sebelumnya,” paparnya.

Henry melanjutkan pembangunan infrastruktur pertanian di perdesaan juga sudah dikebut sehingga kuantitas produksi petani meningkat.

“Ketika kuantitas produksi meningkat maka kedaulatan pangan di daerah tersebut terjamin. Tentunya produksi yang membuat petani berdaulat benih, pupuk, dan alami, sehat, *yang didistribusikan melalui koperasi*," lanjutnya.

Henry menambahkan, di pemerintahan Jokowi inilah adanya terobosan data pangan yang tersentral untuk beras yang di-update melalui citra satelit.

“ini juga patut diapresiasi dan ditingkatkan ke komoditas-komoditas pangan lainnya,” tutupnya.

*Kontak Selanjutnya:*
_Henry Saragih – Ketua Umum SPI - 0811 655 668_

Share:

Henry Saragih & Kedaulatan Pangan

JAKARTA, serikapetanirembang.com - Menurut Henry Saragih, konsep kedaulatan pangan adalah kemauan kita dalam menata dan menghitung lahan.

"Kita hitung aja lahan sawit kita, lahan gandum, lahan padi kita. Kalau kita benar benar mau. Inilah kedaulatan pangan," papar Saragih dalam Liputan Pangan di KompasTV malam ini.

"Petani jangan tergantung pada pasar. Petani harus produksi secara mandiri," tambah Henry, Ketua Umum SPI.

Dalam hal perilaku pangan, Henry menegaskan bahwa perilaku pangan kita harus diubah. Henry mengingatkan bahwa Indonesia memiliki diversitas pangan yang holistik, sehingga menurut Henry, tidak ada masalah dengan pangan. Tampaknya Henry Saragih ingin menyampaikan pesan kuat bahwa kedaulatan pangan adalah keniscayaan, bukan mimpi belaka.

Menurut Henry, dalam hal bibit dan lahan kita lengkap. Hanya saja perilaku dan pengetahuan kita yang perlu di tata.

"Dan yang penting adalah akses untuk petani agar kuat tidak tergantung pasar. Inilah yg kita maksud kedaulatan pangan menjadi visi dan misi kita," lugas Saragih.

Menurut Henry, selama ini petani tahu, dimana dan kemana, hingga berapa hasil pangannya dijual dipasaran.

"Dengan infrastruktur jalan yang sudah merata saat ini, banyaknya pasar rakyat, saya yakin petani segera berdaulat," pungkas Henry Saragih dalam KompasTV.

Penulis: Mahmudi
Penyelaras: Mahmudi

Share:

10 Alasan SPI Kembali Mendukung Jokowi di Pilpres 2019


  1. Serikat Petani Indonesia (SPI) memberikan mandat kepada Jokowi untuk menjalankan visi kedaulatan pangan SPI 2014-2024 di Sekretariat DPP SPI pada tanggal 1 Mei 2014
  2. Jokowi telah bekerja untuk menjalankan reforma agraria untuk menjamin hak-hak petani dan masyarakat desa atas kepemilikan dan penguasaan tanah
  3. Jokowi telah bekerja untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani
  4. Jokowi telah bekerja untuk mendukung dan mendorong koperasi agar tumbuh menjadi pelaku utama dalam perekonomian nasional
  5. Jokowi telah bekerja dalam menjalankan program perlindungan sosial
  6. Jokowi telah bekerja untuk membangun kawasan tertinggal dan terluar, membangun dari pinggiran
  7. Jokowi telah bekerja menjalankan UU Desa dan memajukan desa sebagai satuan terdepan untuk mengentaskan kemiskinan
  8. Jokowi telah bekerja untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial dengan mendukung pembentukan dan pengesahan hak asasi petani menjadi Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa
  9. Jokowi senantiasa membuka diri untuk berdialog langsung dan melibatkan organisasi-organisasi rakyat selama menjalankan pemerintahan
  10. Jokowi dan Ma’ruf Amin adalah sosok yang amanah, dekat dengan rakyat, serta rekam jejak bersih dari penyalahgunaan kekuasaan


http://www.spi.or.id/10-alasan-spi-kembali-mendukung-jokowi-di-pilpres-2019/
Share:

Harga Bawang Merah Anjlok

PATI,  serikatpetanirembang.com - "Piye iki nasipe petani, rego brambang hanya 5000 yang " ungkap Dargo, petani bawang merah asal Ronggo, Pati,  Jawa Tengah.
Dargo dan para petani bawang merah saat ini mengaku mengeluh. Beberapa bulan lalu sebelum panen raya,  harga di tengkulak mencapai 10 ribu lebih.  Namun saat ini beda.  Harga bawah merah hanya mencapai kisaran 5 ribu.
Nk nggone kulo mas seng kelakon yg sudh terjadi * di ronggo panen apapun pasti hargane anjlok dr komoditi : cabe :bwg merah : padi : ketela: jagung: tebu
Cabe pernah 1000 /jagung pernah 800 /bwg merah pernah 1500/  tomat pernah 500/ terong jg 500
Share:

Pakan Ayam Joper

www.serikatpetanirembang.com - Pakan merupakan kebutuhan mendasar dalam dunia ternak. Paling tidak 70% pakan harus terpenuhi. Kali ini ada Petani dan Peternak yang kebetulan melakukan budidaya ternak ayam joper.

Amin mengungkapkan, salah satu cara yang dia lakukan dalam memenuhi kebutuhan pakan joper adalah dengan beberapa bahan yang mudah dijempui. Terdiri dari godong kelor, kates ataupun kangkung dengan memilih salah satu dari bahan tersebut. kemudian campur dan aduk dengan katul/pur serta tambahkan pula fermentasi dari rebung bambu ataupun fermentasi jagung.
 Tambahnya, dia akui pakan untuk yang dilakukan selama 1,5 bulan ini cukup efektif serta menekan kematian dengan menambahkan imun. Dengan jumlah 100 ekor ayam, hanya 3 ekor saja yang mengalami kematian. Itupun karena kendala yang lain.

(Admin SPI Rembang, 2019)

Share:

Hamid Panen Kacang Panjang


www.serikatpetanirembang.com - Doropayung kecamatan Pancur barat, merupakan tempat desa Hamid dimana tanaman kacang dibudidayakan.

Sebanyak 1500 lubang tanaman sudah mulai dipetik hati ini. Menurut Hamid, penanaman awal dilakukan bulan november. Sekarang sudah mulai awal petik dan siap untuk dikeringkan. Karena pasarnya dijual berupa benih, dan Isnan sebagai pendamping juga meng iyakan.

(Admin SPI Rembang, 2019)

Kontak selanjutnya:

Hamid - Petani Doropayung - 0852 9315 8420
Isnan - Pendamping Petani - 0853 1957 0484

Share:

Catatan Kritis Strategi Reforma Agraria

www.serikatpetanirembang.com - Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Keluarga Besar Marhaenis (KBM) mengadakan Diskusi Media dengan tema "Pelaksanaan Reforma Agraria Dalam Era Jokowi-JK", Jumat (11/1). Acara ini merupakan bagian I dari rangkaian diskusi media bulan yang akan diselenggarakan oleh KBM sepanjang 2019.

Revrisond Baswir dalam pengantar diskusi menyitir apa yang disampaikan Bung Karno mengenai kaitan antara revolusi Indonesia dengan reforma agraria. Menurut Revrisond, Bung Karno dengan tegas menyatakan bahwa pelaksanaan landreform adalah bagian yang tidak terpisahkan dari revolusi Indonesia. Sebagaimana dikatakannya, “Revolusi Indonesia tanpa landreform sama saja dengan gedung tanpa alas, sama saja dengan pohon tanpa batang, sama saja dengan omong-besar tanpa isi,” (Bung Karno, 1960).

Revrisond menambahkan bahwa sikap tegas mengenai arti penting pelaksanaan reforma agraria itu antara lain diwujudkan oleh Bung Karno melalui pelaksanaan landreform tahap pertama pada 1963. Sebagaimana dilaporkan oleh Kementerian Agraria, pada bulan Desember 1964 dan Januari 1965, pemerintah telah berhasil melakukan proses “redistribusi tanah-tanah lebih” di Jawa, Madura, Lombok, Bali dan Sumbawa seluas 454.966 hektar. Tanah-tanah tersebut dibagikan kepada 568.862 orang petani penggarap.

Namun pasca pengambilalihan kekuasaan oleh Soeharto pada 1966/1967, pelaksanaan reforma agraria cenderung berhenti sama sekali. UU tentang Pokok-pokok Agraria No. 5/1960 yang menjadi landasan hukum pelaksanaan hal tersebut cenderung terpinggirkan. Sebaliknya, menyusul terbitnya UU No. 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA), perhatian pemerintahan Soeharto lebih banyak tertuju pada melayani kepentingan asing.

Dibutuhkan waktu sekitar 50 tahun bagi reforma agraria untuk dapat dimulai kembali. Sebagaimana diketahui, pelaksanaan reforma agraria baru dimulai kembali setelah pemerintahan Jokowi-JK naik ke tampuk pemerintahan pada akhir 2014. Komitmen pemerintahan Jokowi-JK terhadap pelaksanaan reforma agraria itu antara lain tertuang dalam Perpres No 45/2016 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2017 sebagai tindak lanjut dari Perpres No. 45/2016, maka pada tahun 2017 dan 2018 terbit Perpres No. 88/2017 tentang Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan dan Perpres No. 86/2018 tentang Reforma Agraria. Pada tingkat implementasi, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, realisasi program perhutanan sosial pada tahun 2017 adalah seluas 1.917.890,07 hektar, sedangkan realisasi program reforma agraria adalah seluas 5 juta hektar lahan tersertifikasi.

Nara sumber yang hadir dalam Diskusi Media I KBM ini adalah Ir. Suwidi Tono, Henry Saragih (Ketua Umum Serikat Petani Indonesia), Ahmad Rifai (Ketua Umum Serikat Tani Nasional), Susilo Eko Prayitno (Bendum Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia/Pegiat Koperasi Pertanian) yang moderatori Cahyo Gani Saputro (Sekjen Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia).

Ir. Suwidi Tono dalam paparannya menyampaikan bahwa Pemilikan Lahan rata-rata petani (Setelah Reforma Agraria 1970 – 2013) misal di Jepang 4,5 menjadi 16,5 Ha, Korsel 0,8 menjadi 1,0 Ha, Brasil 59,4 menjadi 72,8 Ha, Denmark 11,6 menjadi 22 Ha, Thailand 3,2 Ha, Amerika Serikat 200 Ha (total 5,2 juta petani atau 2 persen populasi) dan di Indonesia 0,9 Ha menjadi 0, 7 Ha (total 38 juta petani), 55 persen petani rata-rata kepemilikan hanya 0,3 Ha.

Perkembangan Capaian Perhutanan Sosial Per 12 November 2018, adapun realisasinya yaitu 2.173.063.46 Ha, kurang lebih 497.925 KK dan 5.097 Unit SK.

Suwidi Tono menambahkan dalam. UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960, Petani sekeluarga memiliki tanah pertanian minimum seluas 2 Ha,
Luas kepemilikan tanah maksimum untuk daerah tidak padat penduduk : 15 Ha (sawah) dan 20 Ha (lahan kering)
Luas kepemilikan maksimum untuk daerah padat penduduk 5 Ha (sawah) dan 6 Ha (lahan kering). Dalam kondisi saat ini
Ketimpangan desa – kota : 13,20 berbanding 7,02 persen (BPS 2018), Subsidi pupuk 65 persen petani miskin (<0,5 Ha) dapat 3 persen 1 persen petani kaya (>2 Ha) dapat 70 persen Saprodi dikuasai pemodal besar (pupuk, pestisida, benih, alsintan dll), Fenomena saat ini merata yang mana menjadi buruh/tukang di atas lahannya sendiri.

Suwidi Tono dalam kesimpulannya menyampaikan pada saat ini adalah pentingnya rule model dan gerakan rakyat dalam melakukan duplikasi rule model yang telah ada dan berhasil.

Henry Saragih, Ketua Umum Serikat Petani Indonesia dalam paparannya nya menjelaskan bahwa perjuangan reforma agraria menemukan jalannya kembali di tahun 2018 dengan Deklarasi Hak Asasi Petani yang disahkan oleh Sidang Umum PBB (New York, Amerika Serikat) pada 19 November 2018 dan di undangkannya Peraturan Presiden No. 86 tentang Reforma Agraria pada 24 September 2018.

Henry mengatakan bahwa Deklarasi Hak Asasi Petani merupakan salah satu poin dalam salah satu tujuan penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 1955 atau Gerakan Non Blok, untuk meninjau hubungan sosial ekonomi dan membangun gerakan politik untuk melawan kapitalisme, yang mana poin tersebut menjadi inspirasi organisasi Tani dalam Konferensi Nasional Hak Asasi Petani di Cibubur 2001 yang kemudian dibawa La Via Campesina (Organisasi Petani Dunia) ke tingkat internasional. Spirit Bandung juga terasa ketika saya pada tahun 2003 bertemu Chaves dan bicara soal Bandung, dan menyampaikan alternatif ekonomi dunia yaitu sistem ekonomi Bandung ujar Ketua Umum Serikat Petani Indonesia ini.

Henry juga mengatakan memang di negara lain waktu Merdeka langsung mengerjakan reforma agraria, namun memang dalam pelaksanaan reforma agraria tidak mudah misal Evo Morales yang berkuasa penuh saja masih bisa "dibendung" dalam pelaksanaan reforma agraria, begitu juga Bung Karno beberapa tahun setelah diundangkannya UU Pokok Agraria mendapat tantangan yang besar.

Akhirkata Henry berkelakar bahwa Ia sependapat dengan Jokowi bila sebagian lahan sawit di ganti dengan tanaman pisang, pete, jengkol.

Ahmad Rifai, Ketua Umum Serikat Tani Nasional dalam paparannya mengatakan bagi - bagi sertifikat saat ini sebenarnya merupakan bagian akhir dari reforma agraria, memang tidak mudah melaksanakan reforma agraria secara menyeluruh atau bahkan hanya menyalahkan Jokowi, karena reforma agraria hanya dapat di jalankan dalam pemerintahan progresif revolusioner dan catatan sejarah sejak UU Pokok Agraria tantangan dalam menjalani reforma agraria tidaklah semudah sebagaimana bunyi-bunyian atau teori yang normatif, saya melihatnya pemerintah saat ini menjalankan reforma agraria dengan pendekatan yang soft, moderat dan mulai dari pinggir untuk menghadapi penguasaan sumber daya agraria oleh segelintir orang.

Ahmad Rifai juga mengingatkan walau sertifikasi adalah political will dalam pelaksanaan reforma agraria namun perlu diperhatikan bahwa sertifikasi dapat berdampak pada liberalisasi maksudnya hanya memperjelas posisi tanah dan mengurangi konflik dengan keluarga dan tetangga namun apabila suatu saat tidak produktif akan jatuh pada pemilik modal.

Ahmad Rifai mengatakan dalam pelaksanaan reforma agraria pentingnya kekuatan rakyat, tentara dan aparatur dalam mengawalnya secara ideal seharusnya reforma agraria dibawah koordinasi kemenko/kementerian tersendiri, namun kami memahami Peraturan Presiden No. 86 Tahun 2018 yang menempatkan menkoperekonomian selaku koordinator diikuti Kementerian lain dibawahnya dan Pelaksana TOR oleh BPN/Kementerian Air dan Perhutanan Sosial oleh KLHK, akhirnya Ia mengatakan bahwa reforma agraria dalam gerakan atas perlu dukungan pemerintah dan dibawah pentingnya persatuan Rakyat. Selain itu masih banyaknya tafsir mengenai reforma agraria menjadikan banyak gerakan - gerakan parsial namun yang terpenting adalah bagaimana alat produksi dan tenaga produktif bisa diwujudkan yakni petani mendapatkan lahan, modal dan teknologi ujar Ketua Umum STN ini.

Susilo Eko Prayitno, Bendum Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia dalam paparannya menyampaikan bahwa persoalan agraria yang ada saat ini merupakan buah dari _kelalaian kolektif_ yang terjadi pada masa silam. Terutama dengan tidak dilaksanakannya UU Nomor 5 tahun 1960 tentang Pokok-pokok Agraria dan perintah Negara ini hanya tersimpan rapi tanpa kajian dan implementasi sejak tahun 1967.

Stagnasi atas pelaksanaan UUPA/1960 seringkali dipertentangkan dengan kepentingan yang dikandung dalam UU Nomor 1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing. Oleh karenanya, Penyelenggara Negara saat ini dapat disebut mempunyai *hutang kepada rakyat* yang harus ditebus, yaitu Reforma Agraria.
Semua pihak tanpa kecuali harus bekerja keras dan lebih kooperatif untuk mewujudkan amanat Negara ini menjadi pembentukan aset nasional yang dikelola oleh rakyat hingga mencipta nilai tambah, meningkatkan keberdayaan dan turut membangun perekonomian. Banyak hal yang harus diselesaikan dan banyak pihak harus turut mengambil peran dan tanggung jawab, agar rekonstruksi sosial melalui reforma agraria berjalan lebih baik dan bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.

Keterbatasan yang dimiliki oleh para penerima hak kelola atas tanah, misalnya dalam program perhutanan sosial, sebagai bagian dari Reforma Agraria, tentu membutuhkan pendampingan intensif dan harus dilakukan interaksi lebih dalam agar sumberdaya yang dikelola dapat termanfaatkan.

Pada dasarnya Reforma Agraria itu bukan semata-mata membagikan tanah-lebih yang dikuasai Negara kepada rakyat atau pembuatan sertifikat tanah belaka, melainkan keseluruhan kegiatan untuk membentuk aset produktif yang dapat dijadikan sumber penghidupan, menghasilkan nilai tambah ekonomi dan sosial, serta menjadi bagian dari proses pembentukan karakter bangsa dalam kehidupan bernegara.

Karena sebagian besar lahan yang dipercayakan untuk dikelola adalah tanah lebih atau belum produktif, maka inisiasi berkelompok dapat diarahkan pada bentuk bangun usaha _koperasi_, berupa koperasi pertanian, koperasi perkebunan, koperasi perhutanan, ataupun koperasi industri.
Bangun usaha koperasi-koperasi yang terutama dikembangkan di perdesaan dapat menjadi jalan baru untuk semakin berdaya secara ekonomi dan rakyat di perdesaan bisa mempunyai penghidupan yang layak. Oleh karenanya, langkah yg sudah dilakukan hingga saat ini walaupun parsial, Pemerintah sudah menunjukkan political will yg lebih maju dalam pelaksanaan reforma agraria", ujar Pegiat Koperasi Pertanian ini.

Sumber:
https://www.editorial.co.id/2019/01/strategi-reforma-agraria-era-jokowi-jk.html?m=1

Share:

Blangkon Pelepah Pisang Khas Rembang


www.serikatpetanirembang.com - Eko Suharto merupakan sosok inovatif warga Rembang tepatnya desa Pasedan Bulu yang memanfaatkan limbah pisang sebagai blangkon. Macam variasi karya yang telah dikembangkan di antaranya yang bouming adalah blangkon pelepah pisang.

Baru satu tahun ini Eko memanfaatkan pelepah pisang untuk menjadi sebuah karya. Diantaranya blangkon, songkok, souvenir gantungan kunci. Hasil karya dapat dilihat di galeri Sanggar Cahaya Kasih yang terletak di Pasedan Bulu Rembang. Selain di Pasedan juga terdapat di Mlangsen Blora gang Tanjung nomor 9.

Selain untuk kostum pelengkap, blangkon pelepah pisang ini juga berfungsi untuk menghilangkan ketombe di rambut, peredam panas serta tidak berbau karena mampu menjaga kelembapan di kepala.

(Admin SPI Rembang,2019)

Kontak selanjutnya:

Eko Suharto - 0822 2021 9761
Share:

Mukayat, Petani Suket Gajah Odot


www.serikatpetanirembang.com - Tepatnya di Brangkulon Sulang Rembang, Mukayat petani suket odot disambangi tamu dari dinas peternakan provinsi, kabupaten dan petani se kabupaten Rembang. Kayat menjadi petani percontohan suket odot HPT (Hijauan Pakan Ternak).

Tanam awalnya hanya seperempat hektar, dalam jeda waktu 1 tahun Kayat mampu tanam 5 Ha. Suket odot ini dibudidayakan untuk mencukupi kebutuhan hijau pakan ternak.

Rumput odot merupakan salah satu varietas  rumput gajah (Pennisetum purpureum), sering dikenal dengan sebutan Dwarf Elephant Grass atau Mott Elephant Grass di luar negeri, tanaman ini mampu tumbuh pada saat musim kemarau dengan tanah yang tingkat kesuburannya rendah. Rumput jenis ini pertama kali ditemukan oleh Dr.W. Hanna di Georgia, USA kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Dr. Mott dan koleganya di Florida, USA. Di Indonesia sendiri, cikal bakal rumput ini dikembangkan pada tahun 2007 oleh tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Kanada yang kemudian dikembangkan di seluruh Indonesia.

(Admin SPI Rembang, 2019)

Kontak selanjutnya:

Mukayat 085326367870


Share:

Berita Pertanian

Total Pageviews

Label

Gallery Pertanian

Dokumentasi Berita

Postingan Populer