Belajar dengan Bibit Pohon


Uang, makanan, barang, hingga rupa tindakan lainnya, kerap kali menjadi wujud objek sedekah. Sedekah inilah yang di kemudian hari menjadi perajut, dalam rangka mengekspresikan kesalehan sosial dan natural.

Sedekah Pohon, merupakan rupa tindakan memberi antara manusia dengan nan lainnya, yang dilaksakankan dengan penuh sukarela dan ikhlas, dalam wujud bibit pohon. Core dari Sedekah Pohon adalah kemuliaan, yaitu memuliakan manusia dan alam semesta.

Ruang Sedekah Pohon memiliki fungsi luas. Pertama, fungsi humanitas. Kedua, fungsi ekologi.

Fungsi humanitas dapat dilihat dengan memberi bibit pohon, maka orang tersebut akan mendapatkan manfaat dari nilai ekonomi pohon itu sendiri. Misal, dengan menanam pohon, pohon itu dapat dipanen buah hingga pohonnya. Disinilah konsep sedekah klasik, yaitu mensejahterakan manusia satu dengan manusia yang lainnya. Dan fungsi ekologis yaitu keberfungsiahan pohon yang menghasilkan oksigen saat di tanam, meneduhkan ruang dan waktu saat rindang, dan memanen air saat hujan datang. Disinilah konsep sedekah tertemukan konsep sedekah di masadepan.

Tampaknya, ada dua spirit dalam Sedekah Pohon, yaitu spirit kemanuasiaan yang mensejahterakan, dan spirit ekologi yang menharmonikan alam.

Mari belajar
Salam rahayu

Share:

Harga Gabah Anjlok, Bagaimana Sikap Pemerintah


JAKARTA (HN) - Intensitas hujan yang kian meningkat sepanjang 2017 membuat harga gabah kian terperosok. Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih mengatakan, tingginya kadar air dan ketiadaan pengering menjadi persoalan utama petani.
Kadar air, Henry menjelaskan, membuat tengkulak membeli gabah dengan harga rendah. Sementara petani, sambungnya, tak bisa menyimpan gabah basah karena rentan rusak.
Di Rembang, Jawa Tengah, Henry mencontohkan, harga gabah berkisar antara Rp 2.200 sampai Rp 3.000 per kilogram (kg). Harga gabah normal mencapai Rp 4.000 per kg. "Harga gabah di Bojonegoro dan Karawang juga anjlok," ungkap Henry kepada HARIAN NASIONAL di Jakarta, Rabu (22/2).
Penurunan harga, menurut Henry, telah terjadi sedari awal tahun. Kondisi ini, kata Henry, juga disebabkan tidak adanya penyerapan dari pemerintah, baik dari Badan Urusan Logistik (Bulog) atau koperasi.
Kedua instansi dinilai belum mampu mengolah gabah basah dengan kadar air di atas 21 persen. "Koperasi pun minim keberadaannya, jadi susah untuk menyerap gabah," tutur Henry.
Dalam catatan SPI, kondisi ini selalu terulang tiap tahunnya.
Pemerintah, Henry menyarankan, harus segera menguatkan fungsi Bulog untuk mencegah peristiwa terulang, termasuk membuat infrastruktur pengolahan pascapanen. Henry juga berharap dilakukan peningkatkan harga pembelian pemerintah (HPP).
Koordinator Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) Said Abdullah mengungkapkan, di sejumlah sentra beras harga gabah kian turun. Di Lumajang, Jawa Timur, misalnya, sekadar Rp 2.700 per kg. "Padahal harga biasanya Rp 4.000 per kg. Sekarang di bawah HPP Rp 3.700 per kg," kata Said.
Alhasil, menurut Said, petani terpaksa menjual gabah kepada tengkulak dengan harga rendah. Kondisi ini, sambungnya, juga membuat kualitas beras menurun lantaran penjemuran gabah tak maksimal. "Kadar air tinggi membuat beras lebih kusam. Dari sisi rasa juga ada penurunan," jelas Said.
Harga gabah saat ini, Sekretaris Umum Wahana Masyarakat Tani dan Nelayan Indonesia Zikrullah mencatat, berada di level terbawah. Di Blora, Jawa Tengah, menurut Zikrullah, menjadi daerah dengan harga gabah kering terendah, berkisar Rp 2.000 sampai Rp 2.500 per kg.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah sedang mempersiapkan skema penyerapan gabah, termasuk dalam kondisi basah. Pemerintah, ia memastikan, segera bergerak cepat untuk menyerap gabah langsung dari petani.
"Kami ingin agar seluruh pihak bisa membeli (gabah) secara langsung," kata Amran. Kementerian Pertanian, Amran melanjutkan, akan membuat tim khusus guna menyerap gabah.
Sumber: Harian Nasional
Share:

Peternak Kelinci Rembang


Ini baru jagoan, Kelinci Rembang
Selalu siap melayani para pelanggan setia 

Kalau ada kawan yang minat daging kelinci atau belajar budidaya kelinci, silahkan hubungi kami. 

Ketua Peternak Kelinci Rembang
Mas Antok 
Wa. +62 813-2506-5832
Share:

Rabuk tai Wedus


Rabuk tai Wedus,

Rabuk asli tai wedus siap dikirim, monggo yang mau order untuk peremajaan tanah.
Ini dalam proses eksperimen.
Karena saya coba memanfaatkan iklim dan prosesnya tanah tak biarkan selama satu tahun dengan pupuk kambing asli...
Jadi fermentasinya secara alami.


Setelah itu saya tanami terong... MasyaAlloooh hanya media 4 meter persegi
buahnya melimpah tanpa tambahan pupuk apapun dan tetangga satu Rt kebagian semua

hasilnya, lebih kenyal dan enak dibandingkan terong dengan pabrikan. 

Sumber: Demplot mas Burhan, Pamotan, Rembang, Jawa Tengah 
Share:

Manfaat Kencing Kelinci



Satu lagi, cara merawat sayuran tanpa menggunakan pestisida. Temuan para petani baru-baru cukup menggembirakan bagi penikmat sayuran. Karena pada hari ini, banyak sayuran yang rawan racun. Banyak racun yang ada di sayuran, karena saat memelihara, pengendalian hama sayuran dengan pestisida. 

Temuan tersebut adalah kencing kelinci yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama di tumbuhan sayuran. 

Menurut Sutriyono Banyumas, kencing kelinci klo di kelola dg baik bisa multi fungsi disamping sebagai pupuk cair juga bisa untuk biopestisida yg ramah lingkungan. Kencing kelinci juga bisa sebagai pengendali tikus yg slalu mengganggu tnm padi, juga bisa untuk mengusir babi hutan dg cara disemprotkan ke sekeliling lahan sore hari. 

Berikut ini, ulasan menarik para petani yang ada di group WA pertanian. Ulasan ini disajikan dalam bentuk data primer, yaitu percakapan yg ada di WA, disajikan langsung tanpa penambahan sedikitpun. Selamat membaca. 

Mahmudi SPI: Qt di Sulang jg fermentasi urin kelinci Om..kalau ada yg butuh bisa ke Sulang.sementara ada stok 20liter

Mas Burhan: Iku kelinci glonggongan po piye uyoe kok 20 liter😀

Mahmudi SPI: Haha..kelincine pirang2,dikumpulke pirang2 wulan

Mas Burhan: Pak uyoh kelinci nggo ngrabuk jamur..ben hasile jamure duwoowu,kleweran koyok kuping kelinci

Mahmudi SPI: Kui urine kelincine,nganggo bumbu sing tk share wingi Kak

Mas Burhan:  Regane piro

Mahmudi SPI: 1litere 20rb Kak..irit,nekan cos produksi

Mas Burhan: Aturan pakene piye!?3 kali sehari,pagi,siang malam opo piye!!?

Mahmudi SPI: 1-2gelas Kak/220 liter pertangki.nek bisa disemprotke tiap 10hari sekali.lihat jg,untuk tanaman sayuran/musiman

Dosis,8gelas iso mateni tanduran Kak.monggo dicoba n dilileng tandurane. Ralat,sori..takaran 220ml

Ket: 
Sutriyono adalah Praktisi dan Petani yg jasanya dan racikannya sudah banyak digunakan Petani di Indonesi

Mahmudi SPI adalah petani sulang rembang dan pegiat penggunaan kencing kelinci utk sayuran

Mas Burhan adalah petani pamotan dan pegiat pengguna pupuk kandang untuk.tanaman terong

Share:

Lanas, Karena Lahan Petani Panas




Akhir-akhir ini para petani di sibukkan dengan masalah rusaknya benih padi yg baru saja di tanam. Di musim tanam kali kedua ini, selain rendahnya harga gabah, para pemulia padi cukup banyak mengalami masalah pertanian. Mereka menyebutnya, lanas. Yaitu konfisi benih padi yg jika dicabut, akar dan batang akan terpisah atau putus.

Menurut Sutriyono, Pegiat Petani Banyumas, menuturkan fenomena tersebut disebabkan lahan yang baru di ratakan dan sedang terjadi proses dekomposisi bhn organis.  Sehingg lahanya panas. Akibatnya tanaman yang  baru di tanam tidak mampu menyerap unsur hara, bahkan akar tanaman ikut terdokomposisi sehingga tanaman mati.

"Itu akibat pemakaian pupuk kimia sintetis yang berlebihan sehingga jumlah mikroba sangat berkurang. Dampaknya kemudian adalah proses dekomposisi agak terlambat," tegas Sutriyono. 

Berdasar pengalaman para petani, tutur Sutriyono, "solusinya coba kita masukan pupuk organik baik padat maupun cair untuk menambah mikroba dan mempercepat pelapukan bahan-bahan yang ada di lahan."

Menyoal hal tersebut, Ketua SPI Rembang, Mahmudi menjelaskan, masalah tanah yang terlalu panas saat ternami, para petani perlu melakukan pembenahan tanah. "Caranya yaitu dengan membuatan pupuk cair untuk pembenah tanah, atau yg kerap tersebut obat biotoksin," pungkasnya. (admin)

Share:

Pestisida Biotoksin


Salam tani

Pestisida biotoksin akhir-akhir ini sedang marak diminati para petani. Jenis pestisida ini sangat ramah lingkungan. Kerap kali, pestisida biotoksin ini juga disebut pestisina nabati.

Pestisida nabati adalah pestisida yang pada dasarnya menggunakan bahan-bahan tumbuhan yang mempunyai biotoksin atau sering disebut dengan pestisida biokimia. Pestisida Biokimia sendiri merupakan bahan aktive yang bersifat racun atau tosin yang di hasilkan dari tumbuhan secara alami yang memang digunakan oleh tumbuhan tersebut untuk melindungi dirinya dari penyakit ataupun serangga namun racun tersebut aman untuk lingkungan karena mudah terurai dan aman bagi manusia.

Berikut ini triks dan tips cara membuat pestisida biotoksin.
Semoga bermanfaat.

Keterangan :
Takaran bahan : ...-10 lembar per bahan/di larutkan dlm 100 ml air hangat .
-cara dan ketentuan semua hya d tumbuk dan di rendam air hangat termus selama 24 jam :
Aplikasi : 3 hr sekali /4 hr sekali
Dosis : 50ml/500 ml . Atau dosis d kecilkan.
  1. ekstrak perasan kasar kipahit+ daun serai wangi + daun lengkuas. Menekan 60% jamur c.capsici penyebab patek antrakosa pada cabai merah.
  2. sisa tembakau + cengkeh bekas rokok (200gr/4 lt) di rebus dngn api kecil selama 5-8 menit , mampu mengendalikan penggerek batang pada jagung.
  3. rumput citronella + daun legkuas + serai wangi , mampu mengurangi populasi kutu daun pada jeruk , penggorok daun pada jeruk , kepik dan ngengat buah
  4. ekstrak rebusan cengkeh basah ( 10gr/500ml , mampu mengendalikan 70-80% populasi jamur p.capsici ( bercak daun ), pythopora palmivora ( busuk batang pada duku )
  5. biji dan daun kacang babi + tumbukan buah nona , berpotensi mengendalikan hama ulat bawang ( spodoptera exigua) .
  6. air rebusan biji mahoni untuk kepinding tanah /lembing.
  7. Campuran air perasaan daun bangle + jeringau yg d semprotkan serta penebaran cacahan daun serai wangi d pematang untuk walang sangit dan wereng.
  8. serbuk biji srikaya berpotensi mengendalikan 50-75% kutu kepal , kutu anjing , larva ulat tanah 
  9. campuran ekstrak daun mimba/sejnis y + daun mindi+ daun nangka .berpotensi meracuni sel sel saraf pada wereng cokelat.
  10. ekstrak kulit batang kamboja + daun johar , bersifat megacaukan sistem saraf serangga .
  11. serbuk kering daun lentana cemara d atas media kentang dpat menolak kehadiran hama penggerek umbi ( phthoriamaea operculella).
  12. ekstrak kasar daun babandotan berpotensi megusir serangan hama pieris ( kupu kupu kubis).
  13. daun lengkuas+ daun serai wangi + tetesan minyak kayu putih berpotensi megendalikan aphids pada cabai .
  14. air tumbukan jengkol yg d kocor pada tanah berpotensi menguragi populasi ulat tanah
  15. sisa daun rumput kering yg matang dan hitam karna paparan matahari dan hujan , dngan d taruh di dalam media berpotensi mengendalikan 90% nematoda parasit pada tanah .
  16. air bekas mencuci daging ikan + ekstrak air rendaman jengkol yg d kocor kan bs untuk mengendalikan larva larva an serta menekan laju bakteri parasit .
  17. limbah jerami kering yg yg di taruh d atas media berpotensi mengedalikan cendawan peyebab fusarium ( fusarium oxysporium ,f.locoersici ) .
  18. ekstrak daun pepaya pada ulat tanaman sawi mempunyai daya mortalitas 40-50% .
  19. toksinitas ekstrak daun sirsak muda + daun serai dapat d gunaka untuk meningkatkan mortalitas larva .
  20. uji toksinitas ekstrak daun gamal + daun sukun berpotesi menambah mortalitas pada kutu putih dari 10% menjadi 30%.
  21. ektrak daun sukun + ektrak biji buah nona berpotensi mengendalikan 80% serangan lalat buah .
  22. ektrak daun kumis kucing + air bekas cucian beras berpotensi megendalikan wereng pada padi dengan membuat pertahanan sendiri ( metabolit skunder).
  23. ekstrak daun sirih merah bs menolak kehadiran kumbang tanduk pada kelapa sawit
  24. biji bengkoang (Pachiigizus erosus) sbg insektisida spektrum luas, pengendalian semua jenis serangga
Sumber: Group Petani Rembang dan Pertanian alami
Share:

Undang-Undang Perlintan



Ingin tahu undang-undang yang mengatur tentang perlindungan dan pemberdayaan petani, yang didalamnya tentang perubahan iklim, sistem kemitraan dengan perusahaan, dan lain-lain, silahkan download di link berikut ini, UU Perlintan
Share:

Sapi Rembang gemuk-gemuk, setelah makan jerami

Sapi Rembang gemuk-gemuk, setelah makan jerami 
Salah satu upaya khusus padi, jagung, dan kedelai (Upsus Pajale) adalah untuk meningkatkan produksi padi dengan menambah luas tanam. Dengan luas tanam yang bertambah pada akhirnya akan meningkatkan jumlah produksi juga.

Seiring dengan bertambahnya luas tanam bertambah juga limbah yang dihasilkan. Limbah tanaman padi adalah jerami. Setelah padi dipanen pasti meninggalkan limbah berupa jerami padi. Satu Ha sawah menghasilkan kurang lebih 5 ton jerami.

Musim kemarau tidak harus pusing memberi makan ternak. Kekurangan pakan bisa diatasi dengan pemberian jerami padi. Limbah ini dapat diolah menjadi pakan ternak yang berkualitas dan harganya murah. Proses pengolahan dilakukan dengan memfermentasi jerami padi.

Fermentasi ini gunanya untuk meningkatkan kandungan protein yang terdapat pada jerami padi. Nilai nutrisi jerami padi sebelum fermentasi adalah Protein Kasar (PK) 3%, setelah difermentasi meningkat menjadi PK 7%.

Fermentasi dilakukan dengan cara mencampur jerami padi dengan probion dan urea. Untuk 1 ton (1000 kg) jerami padi dicampur dengan 2,5 kg probion dan 2,5 kg urea. Kemudian didiamkan/diperam selama 3 minggu (21 hari).

Selama proses fermentasi telah terjadi perombakan karbohidrat terstruktur dan karbohidrat non struktur. Setelah 21 hari jerami fermentasi dikeringkan dengan sinar matahari.

Selanjutnya dapat diberikan langsung ke ternak atau disimpan untuk persediaan pakan pada saat kemarau. Pemberian jerami padi fermentasi yang ditambah dengan konsentrat pada sapi PO mampu meningkatkan bobot badan harian.

Sumber: http://www.litbang.pertanian.go.id/ 
Share:

Tepung Sukun

Sukun, tanaman produktif yang endemik di wilayah Rembang, untuk bahan dasar tepung
Telah lama buah sukun dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Didaerah Fiji, Tahiti, Hawai, Samoa,dan Kepulauan Sangir Talaud, buah sukun dimanfaatkan sebagai makanan tradisional dan makanan ringan.

Dengan kadar karbohidrat yang cukup tinggi (28,2%), buah sukun berpeluang untuk diolah menjadi tepung. Pemanfaatan tepung sukun menjadi makanan olahan dapat mensubstitusi penggunaan tepung terigu sampai 75%.

Pada tahun 2014 produksi buah sukun di Indonesia mencapai 103.483 ton. Buah tersebut bila diolah menjadi tepung akan diperoleh 11.155,47 ton tepung sukun. Apabila tepung tersebut dimanfaatkan untuk campuran dalam pembuatan aneka olahan kue, maka penggunaan tepung terigu dapat dikurangi.

Kandungan karbohidrat, mineral, dan vitamin tepung sukun cukup tinggi. Setiap 100 g buah sukun mengandung karbohidrat 27,12 g, kalsium 17 mg, vitamin C 29 mg, kalium 490 mg, protein 1,65 persen dan nilai energi 108 kalori.

Dibandingkan dengan beras, buah sukun mengandung mineral dan vitamin lebih lengkap, tetapi nilai kalorinya rendah, sehingga dapat digunakan untuk makanan diet.

Fosfor yang terkandung dalam sukun juga memiliki peran penting dalam pembentukan komponen sel yang esensial, berperan dalam pelepasan energi, karbohidrat dan lemak serta mempertahankan keseimbangan cairan dalam tubuh.

Kendala dalam pembuatan tepung sukun adalah terbentuknya warna coklat pada buah saat diolah menjadi tepung. Hal ini disebabkan adanya enzim yang terkandung dalam buah sukun.

Untuk menghindari terbentuknya warna coklat, bahan harus diusahakan sedikit mungkin kontak dengan udara dengan cara merendam buah yang telah dikupas dalam air bersih, serta menonaktifkan enzim dengan cara dikukus. Lama pengukusan tergantung pada jumlah bahan, berkisar antara 10-20 menit.

Tingkat ketuaan buah juga mempengaruhi warna tepung. Buah muda menghasilkan tepung sukun yang berwarna putih kecoklatan. Semakin tua buah, semakin putih warna tepung. Tepung sukun yang paling baik dihasilkan dari buah yang dipanen 10 hari sebelum tingkat ketuaan optimum.

“Kesulitan lainnya dalam pembuatan tepung sukun ini adalah getah sukun yang mengakibatkan rasanya agak getir. Untuk menghilangkan getahnya, umumnya dilakukan perendaman pada buah sukun dengan asam laktat," kata Prof. Sri Widowati, Peneliti BB Litbang Pascapanen Pertanian.

Tepung sukun tidak mengandung gluten sehingga dapat dicampur dengan tepung lain seperti tepung terigu, tepung beras, tepung maizena, atau tepung ketan. Pemilihan tepung tergantung jenis kue yang akan diolah. Penambahan tepung sukun dapat mencapai 25-75%.

Pemanfaatan tepung sukun antara lain untuk aneka kue kering, cake, pastel, pancake, pie, dan lapis. Dengan memanfaatkan tepung sukun sebagai sumber karbohidrat lokal, penggunaan tepung terigu dapat dikurangi hingga 75%. (erw)

Sumber: http://www.litbang.pertanian.go.id/ 
Share:

Popular Posts

Total Pageviews

Label

Gallery Kehutanan