Pestisida Biotoksin


Salam tani

Pestisida biotoksin akhir-akhir ini sedang marak diminati para petani. Jenis pestisida ini sangat ramah lingkungan. Kerap kali, pestisida biotoksin ini juga disebut pestisina nabati.

Pestisida nabati adalah pestisida yang pada dasarnya menggunakan bahan-bahan tumbuhan yang mempunyai biotoksin atau sering disebut dengan pestisida biokimia. Pestisida Biokimia sendiri merupakan bahan aktive yang bersifat racun atau tosin yang di hasilkan dari tumbuhan secara alami yang memang digunakan oleh tumbuhan tersebut untuk melindungi dirinya dari penyakit ataupun serangga namun racun tersebut aman untuk lingkungan karena mudah terurai dan aman bagi manusia.

Berikut ini triks dan tips cara membuat pestisida biotoksin.
Semoga bermanfaat.

Keterangan :
Takaran bahan : ...-10 lembar per bahan/di larutkan dlm 100 ml air hangat .
-cara dan ketentuan semua hya d tumbuk dan di rendam air hangat termus selama 24 jam :
Aplikasi : 3 hr sekali /4 hr sekali
Dosis : 50ml/500 ml . Atau dosis d kecilkan.
  1. ekstrak perasan kasar kipahit+ daun serai wangi + daun lengkuas. Menekan 60% jamur c.capsici penyebab patek antrakosa pada cabai merah.
  2. sisa tembakau + cengkeh bekas rokok (200gr/4 lt) di rebus dngn api kecil selama 5-8 menit , mampu mengendalikan penggerek batang pada jagung.
  3. rumput citronella + daun legkuas + serai wangi , mampu mengurangi populasi kutu daun pada jeruk , penggorok daun pada jeruk , kepik dan ngengat buah
  4. ekstrak rebusan cengkeh basah ( 10gr/500ml , mampu mengendalikan 70-80% populasi jamur p.capsici ( bercak daun ), pythopora palmivora ( busuk batang pada duku )
  5. biji dan daun kacang babi + tumbukan buah nona , berpotensi mengendalikan hama ulat bawang ( spodoptera exigua) .
  6. air rebusan biji mahoni untuk kepinding tanah /lembing.
  7. Campuran air perasaan daun bangle + jeringau yg d semprotkan serta penebaran cacahan daun serai wangi d pematang untuk walang sangit dan wereng.
  8. serbuk biji srikaya berpotensi mengendalikan 50-75% kutu kepal , kutu anjing , larva ulat tanah 
  9. campuran ekstrak daun mimba/sejnis y + daun mindi+ daun nangka .berpotensi meracuni sel sel saraf pada wereng cokelat.
  10. ekstrak kulit batang kamboja + daun johar , bersifat megacaukan sistem saraf serangga .
  11. serbuk kering daun lentana cemara d atas media kentang dpat menolak kehadiran hama penggerek umbi ( phthoriamaea operculella).
  12. ekstrak kasar daun babandotan berpotensi megusir serangan hama pieris ( kupu kupu kubis).
  13. daun lengkuas+ daun serai wangi + tetesan minyak kayu putih berpotensi megendalikan aphids pada cabai .
  14. air tumbukan jengkol yg d kocor pada tanah berpotensi menguragi populasi ulat tanah
  15. sisa daun rumput kering yg matang dan hitam karna paparan matahari dan hujan , dngan d taruh di dalam media berpotensi mengendalikan 90% nematoda parasit pada tanah .
  16. air bekas mencuci daging ikan + ekstrak air rendaman jengkol yg d kocor kan bs untuk mengendalikan larva larva an serta menekan laju bakteri parasit .
  17. limbah jerami kering yg yg di taruh d atas media berpotensi mengedalikan cendawan peyebab fusarium ( fusarium oxysporium ,f.locoersici ) .
  18. ekstrak daun pepaya pada ulat tanaman sawi mempunyai daya mortalitas 40-50% .
  19. toksinitas ekstrak daun sirsak muda + daun serai dapat d gunaka untuk meningkatkan mortalitas larva .
  20. uji toksinitas ekstrak daun gamal + daun sukun berpotesi menambah mortalitas pada kutu putih dari 10% menjadi 30%.
  21. ektrak daun sukun + ektrak biji buah nona berpotensi mengendalikan 80% serangan lalat buah .
  22. ektrak daun kumis kucing + air bekas cucian beras berpotensi megendalikan wereng pada padi dengan membuat pertahanan sendiri ( metabolit skunder).
  23. ekstrak daun sirih merah bs menolak kehadiran kumbang tanduk pada kelapa sawit
  24. biji bengkoang (Pachiigizus erosus) sbg insektisida spektrum luas, pengendalian semua jenis serangga
Sumber: Group Petani Rembang dan Pertanian alami
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Total Pageviews

Label

Gallery Kehutanan