Cabe Merah Buah Padat

Petani Rembang saat ini sedang giat menanam cabe merah keriting.
Cara menanamnya cukup unik. Mereka mengaku, menanam bukan hanya berorientasi cari untung saja.

Orentasi saya, produk sehat untuk keluarga dan konsumen baru untung.,
klo kita sdh bisa produk dgn kreasi sndr insya Alloh
untung pasti kita dpt nggak 
(Muslich, Petani Rembang, 2017) 

Saat ini , Petani mandiri Rembang sedang kreatif dan inovatif dalam pemenuhan kebutuhan bertani.
Di atas merupakan pupuk cair dari urin sapi. Urin Sapi ini dipergunakan pupuk kocor.
Cukup fermentasi 24 jam, pupuk berbahan urin ini sudah siap disemprotkan pada tanaman.

Ini hasilnya, cabe merah keriting.
Para pengepul mengakui, kualitas buahnya bagus, warna cerah dan buah padat.

Info lebih  lanjut hub muslich (+6282327051298)
Share:

Petani Singkong, Karet, dan Kakao Masih Merana

Sumber: ANTARA, dalam website 2017)

SELAMA Mei 2017, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 100,15 atau naik 0,14% jika dibandingkan dengan NTP Bulan April.

Hal ini disebabkan kenaikan indeks yang diterima petani (0,73%) lebih besar dari kenaikan indeks yang dibayar oleh Petani (0,59 %).

Kenaikan NTP tersebut di antaranya dipengaruhi oleh kenaikan NTP tanaman pangan dan NTP hortikultura. Pada sub-sektor tanaman pangan, kenaikan NTP dipengaruhi oleh kenaikan indeks tanaman padi, jagung dan singkong. Sementara untuk sub-sektor hortikultura, kenaikan NTP dipengaruhi oleh kenaikan harga cabe merah dan wortel.

Kenaikan NTP tersebut diikuti oleh kenaikan harga-harga pangan. Inflasi tercatat sebesar 0,3 % dan kontribusi bahan makanan sebesar 0,86%. BPS mencatat bahwa komoditas yang memberi andil inflasi dalam hal ini adalah bawang putih, telur, daging ayam, beras, daging sapi, jengkol dan cabe merah.

Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih menyampaikan, kenaikan harga pangan atau inflasi pangan sepertinya hal yang biasa menjelang bulan Ramadan, pada minggu terakhir bulan Mei. Henry menjelaskan, periode tersebut juga ditandai dengan banyaknya singkong impor.

“Kehadiran singkong impor menyebabkan rendahnya harga penjualan singkong, sehingga kenaikan NTP tanaman pangan kurang meningkat secara tajam, serta tentu saja menyengsarakan petani singkong lokal kita” kata Henry di Jakarta, Rabu (7/6), seperti dilansir keterangan resmi.

Senada dengan Henry Saragih, Tantan, Ketua SPI Jawa Barat menjelaskan, harga singkong mencapai Rp150 – Rp200 di lahan petani.

“Harga singkong tertinggi di Sukabumi Utara contohya, hanya sekitar Rp500 per kg, sementara harga normalnya Rp1.500 – Rp2.000 per kg, padahal produksi singkong petani SPI sangat tinggi. Akhirnya ya merugi,” papar Tantan.

Sementara itu, hal mengkhawatirkan lainnya adalah, kenaikan harga pangan justru lebih tinggi di perdesaan daripada di tingkat nasional. Tingkat kenaikan harga (inflasi) di perdesaan mencapai 0,74 % dan 1,43% kenaikan tersebut disebabkan oleh kenaikan harga pangan.

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/news/read/107940/slug-wzgj6y/2017-06-07 
Share:

Cabe Merah Organik Rembang, Komoditas Kualitas Khusus



Saat petani di kabupaten sedang memasuki musim panen. “Ini cabe merah organik baru mulai panen, alhamdulillah hari ini (06/06) dapat 21 kg, sayang harga cuma 7000/kg”, ungkap Muslih petani cabe di kecamatan Kragan kabupaten Rembang.  

Muslih menceritakan bahwa cabe merah keriting ini menggunakan pupuk organik. “Saya baru bereksperimen dengan pupuk kreasi sendiri, alhamdulillah bisa panen walau belum maksimal”, tegas Muslih. 

Ia mengaku saat ini masih sendirian menggunakan model budadaya cabe dengan pupuk organik. Beberapa petani sempat Ia ajak untuk menggunakan pupuk organik, namun masih sulit teman-teman petani untuk beralih ke pola penanaman organik. “Mungkin saya hrs sabar memberi contoh dulu.”, pungkanya. 

Secara bersamaan, model budidaya cabe merah petani Rembang  telah diapresiasi oleh pihak luar. Wim Prihanto, penggagas domain regopantes.com mengatakan, bahwa jenis komoditas Muslih dapat dimasukkan dalam komoditas kualitas khusus. Kualitas khusus yang dimaksud adalah untuk semua komoditas pertanian yang bersertifikat organik namun sudah mulai menerapkan standar organik secara swasembada.“Mantap Pak, bisa dimasukkan dalam kualitas khusus dengan jaminan dari petani dan kelompok taninya. Nanti sertifikasinya bisa barengan per kelompok tani”, tegasnya.  (suhadi)

Share:

Tempe Kripik Pamotan

Gbr. Rajangan tempe Pamotan (foto. mas Phap, 2017)
Satu lagi kuliner pamotan, yaitu kripik tempe. Tempe kripik pamotan, sangat nikmat dikala laper saat melintas di sekitar masjid Pamotan. Jenis camilan yang satu ini, cukup mudah ditemui di kawasan pujasera depan masjid pamotan.

Tidak asing lagi pagi para pelintas saat malam. Para sopir lintas provinsi, kerap kali berhenti sejenak melepas lelah dengan menikmati beraneka macam kuliner pamotan.

Kripik tempe ini langsung diproses di warung makan milik Dakrun. Masyarakat sekitar menyebutnya warung dakrun.

Kriuk-kriuk saat dimakan. Dengan nasi bungkus daun jati, dengan bertabur kuah santan khas pamotan, menambah nikmat suasana kudapan malam.

Cukup murah dan terjangkau harga makanan kuliner di Pamotan. Tadi malam kami bertiga (06/06), nasi tiga prosi, teh hangat tiga gelas,  dan delapan belas kripik tempe, hanya dua puluh ribu rupiah.

Beberapa kuliner malam juga dapat dinikmati dikawasan pujasera depan masjid pamotan ini. Mulai dari sate kambing, kopi, ketan bungkus daun pisang, iseng cumi, opor ayam kampung, ayam goreng kampung, bakso, nasi goreng, mie sedap, hingga buah-buahan, selalu siap melayani para pelintas yang mampir di kawasan gamping pamotan ini.

Gbr. Proses membuat kripik tempe pamotan (foto: mas Phap, 2017)

Gbr. Kripik tempe pamotan yang siap di makan (foto: mas Phap, 2017)

Gbr. Pemilik warung makan kripik tempe pamotan (foto: mas Phap, 2017)

Share:

Popular Posts

Total Pageviews

Label

Gallery Kehutanan