Kacang Panjang di Musim Hujan


www.serikatpetanirembang.com - Kacang panjang merupakan tanaman sayur yang gemar diminati masyarakat untuk sayuran rumah tangga.

Mahmudi, Petani asal desa Tanjung Sulang yang merupakan Ketua Serikat Petani Indonesia cabang Rembang di musim ini juga turut menanam kacang lanjaran atau lanjaran. Dia mengaku menanam kacang ini, sebagai pilot projec pemberdayaan Petani. Karena sistem yang diterapkan adalah sistem kontrak dan terbuka dengan salah satu perusahaan benih di Indonesia.

Menurutnya, Petani akan menambah kesejahteraan bila turut budidaya kacang panjang ini dengan kontrak harga Rp. 45.000,-/kg benih kering dengan sela waktu 3-4 bulan. Perusahaan sudah pasti membeli karena sudah ada kontrak di awal 2019 ini, jadi Petani tak perlu bingung dalam hal pasar.
Dari Perusahaan juga ada Penyuluh pendamping yang berperan aktif dalam mengawal demi kelancaran budidayanya.

Bila ada kawan Petani yang turut bergabung bisa mengikut jejak kami. Karena kita juga saling belajar demi kemajuan dan kesejahteraan bersama. Mahmudi juga mengikuti jejak Kades Sidorejo Pamotan Sungeb yang sebelumnya sudah budidaya terlebih dahulu.

(Admin SPI Rembang)
Kontak selanjutnya:
*Mahmudi - Petani - 0821 3822 1920
Share:

SELEKSI; Proses Pemurnian Benih Padi

www.serikatpetanirembang.com - Kusnan merupakan Petani dari Tuban yang tergabung dalam Serikat Petani Indonesia (SPI) yang fokus terhadap agroekologi dan pengembangan benih. Termasuk pengembangan benih varietas SPI.

Dalam proses pemurnian benih. Kusnan memaparkan beberapa langkah yang harus dilakukan termasuk seleksi. Untuk menghasilkan benih murni perlu dilakukan pembuangan rumpun-rumpun yang tidak dikehendaki.

Seleksi saat anakan maksimum (50 hari setelah tanam): 

- Cabut dan buang tanaman yang tumbuh diluar jalur barisan
- Cabut dan buang tanaman yang mempunyai bentuk dan ukuran daun yang berbeda
- Cabut dan buang tanaman yang tinggi berbeda

Seleksi saat berbunga (80-90 hari setelah tanam): 

- Cabut dan buat tanaman yang terlalu cepat atau lambat berbunga
- Cabut dan buang tanaman yang ukuran gabahnya berbeda

Seleksi saat masak (110-115 hari setelah tanam): 

- Cabut dan buang tanaman yang mempunyai malai dengan jumlah bulir isi normal
- Cabut dan buang tanaman yang memiliki bentuk, warna dan ukuran gabah berbeda


(admin SPI Rembang)

Kontak selanjutnya:


Kusnan - SPI Tuban - 0852 3299 5307

Share:

Deklarasi HAP Pasal 9 Butir 1

www.serikatpetanirembang.com - Dalam Deklarasi HAP atau hak asasi petani dan masyarakat yang bekerja di Pedesaan  PBB, tepatnya di Pasal 9 butir 1 menyebutkan bahwa Petani dan masyarakat yang bekerja di Pedesaan memiliki hak untuk membentuk dan bergabung dengan organisasinya sendiri, dengan serikat pekerja, koperasi atau organisasi atau asosiasi lain mana pun yang mereka pilih untuk melindungi kepentingan mereka dan untuk berunding bersama.

Organisasi tersebut bersifat independen dan sukarela, dan tetap bebas dari semua campur tangan, paksaan, atau penindasan.

Jayalah Petani !!!

Share:

Gunung, Padi, dan Petani



Gunung adalah sumber daya. Padi adalah sumber daya. Dan petani juga sumber daya. Gunung, padi, dan petani, adalah sumber daya. 
Share:

Memupuk Padi


www.serikatpetanirembang.com - Memupuk padi adalah aktivitas petani dalam memacu pertumbuhan padi agar mendapatkan panen yang melimpah. 
Share:

Grojogan Bambu

SERIKATPETANIREMBANG.COM - Kampung seni, tepatnya di dukuh Cikalan Pamotan yang merupakan tempat cangkruk sekaligus penghasil kerajinan yang terbuat dari bambu, pelepah pisang dan masih banyak lagi. Selain itu juga ada karya lukisan dan kaligrafi berbahan dasar canvas.

Nama kampung seni Cikalan tepatnya di Cafe Lutils dengan pengelola sekaligus kreatornya yaitu Burhan.

(Admin SPI Rembang)

Kontak selanjutnya:
Burhan - 081326055256

Share:

PEDULI KORBAN TSUNAMI BANTEN

Share:

Beton Bibit Kluweh

www.serikatpetanirembang.com - Petani Rembang menyebutnya beton. Beton merupakan istilah lokal utk menyebut isi buah kluweh. Buah kluweh sendiri, bentuknya mirip buah sukun. Hanya saja seratnya seperti serat sayur gori/ nangka buah.  Entah kenapa disebut beton. Yang jelas, tekstur biji buah kluweh mirip seperti kulit beton bangunan. Mungkin karena itu, istilahnya disebut beton.  
Beton sendiri biasanya tidak banyak dimanfaat utk dibudidayakan menjadi bibit. Karena pohon kluweh biasanya lebih mudah dibudidayakan melalui tunas akar. 

Adapun beton isi kluweh biasanya digunakan utk camilan sore. Beton dari buah yang matang, dibersihkan dengan air, kemudian di rebus hingga matang. Adapun kandungan beton isi kluweh ini adalah banyak mengandung nutrisi karbohidrat dan protein.  

Banyak hal sumber pangan yg dimiliki petani. Dan tentu saja bahan pangan ini dapat dikembangkan utk keragaman jenis bibit yang dapat dimanfaatkan sedemikian. Lebih lebih karakter pohon kluweh dapat berfungsi menyerap kadar air yg dapat menjaga kelembaban tanah yang siap utk mendukung kedaulatan pangan. 


(admin spi rembang) 
Share:

Servo & Lado

Share:

Tomat Servo

Share:

Naju dengan Taju

Share:

TANAM BENIH IBU TANI

Share:

Bunga Melati

www.serikatpetanirembang.com - Aromanya harum, semerbak menusuk halus, bertekstur lembut, warna putih eksotis, bahkan kerap disandingkan dengan ritual, itulah bunga melati.

Share:

Kembang Sosor Bebek Aktif Mengurangi Dampak Pemanasan Global

www.serikatpetanirembang.com - Tunas daun adalah ciri khas perkembangbiakan tumbuhan cocor bebek. Disebut tunas daun karena bibit bibit muda cocor bebek muncul di sekitar ruas daun. Dan tersebut cocor bebek karena bentuk daunnya persis dengan mulut unggas bebek.
Para penikmat bunga, bunga cocor bebek sangat disukai karena perawatan yg mudah, dan tampilan bunga yg eksotis ketika ditaruh di pot pot rumah. 

Awal mulanya, tumbuhan yg satu ini berasal dari Madagaskar. Tumbuhan yang sangat cepat pertumbuhannya di musim hujan ini, cukup baik dalam menyerab air. Sehingga ketika musim kemarau, tumbuhan ini dapat menjadi penyeimbang suhu sekitar. 

Permukaan daun cocor bebek terlihat halus. Hampir batang dan daunnya relatif sama, yaitu berkarakter lembek dan penyimpan dan air. Inilah alasan mengapa tumbuhan ini memiliki sistem perkembangbiakan tunas daun. Tidak lain adalah untuk menjaga bakal anak tetap aman, terjaga, hingga tunas tunas itu berjatuhan yg siap tumbuh.

Cocok bebek selama ini kerap digunakan untuk meringankan sakit panas, sakit kepala,  anti oksidan, hingga melancarkan haid. 
Untuk obat sakit panas, caranya cukup mudah, ambilkan selembar daunnya, lalu bersihkan, kemudian tempelkan pada dahi, ketiak, hingga bagian yang dianggap panas. Tak lama kemudian, panas badan itu akan segera turun. Jika belum ada perubahan panas, ulangi beberapa kali hingga suhu badan turun dg normal.  

Bagi pegiat pupuk organik, dedaunan cocor bebek ini cukup penting utk bahan dasar utk pembuatan bubuk padat hingga cair. Terlebih utk penyubur tanah, pupuk ini cukup bagus digunakan krn dapat secara cepat memperbaiki struktur tanah mati yg rendah humus. 

Bunga yang satu ini juga disukai unggas bebek. Unggas sejenisnya juga menyukai dedaunan cocor muda. Bagi peternak unggas, cukup menarik utk mwngwmbangbiakkan bunga yg satu ini. 
Namun ada hal yang penting seiring dengan pemanasan global saat ini. Karakteristik cocor bebek yang dapat menyerap sekaligus menyimpan air ini, dan aktif berfungsi penyerap zat radikal bebas, sangat cocok utk penyeimbang suhu. Dengan mudahnya perkembangan biakan cocor bebek dengan tunas daun, maka perlu kiranya kita bersama sama menanam tumbuhan adventif ini disekitar rumah dan lingkungan kita. Sehingga demikian, suhu lingkungan sekitar akan tetap terjaga kelestariannya. 
Mumpung musim hujan, mari menanam bunga cocor bebek. Dengan menanam bunga cocor bebek, kita juga sudah berperan aktif mengurangi dampak negatif pemanasan global (admin spi rembang) 
Share:

SUKUN

www.serikatpetanirembang.com


Share:

PETANI MUDA



www.serikatpetanirembang.com - Arif, Isnan, Maulana dan Mahmudi merupakan pemuda yang gemar melakukan kegiatan cocok tanam. Tahun ini, mereka sepakat mengembangkang komoditas kacang panjang dengan sistem jual berupa benih.

Arif budidaya di Geduk Sumbermulyo, Bulu Rembang. Maulana menanam di lahan tanah merah Precet Kemadu Sulang. Sedangkan Mahmudi, di lahan Bulu Rembang dengan sistem berkelompok. Sedangkan Isnan merupakan pendamping Petani dari pihak perusahaan yang melakukan kontrak dengan sebagian petani di Rembang.
Selain mereka juga masih banyak lagi Petani muda yang turut konsen dengan masalah pangan yang tergabung dalam serikatpetanirembang.com atau SPI Rembang WA group "Rembug Petani Rembang".

(Admin SPI Rembang,2019)

Kontak selanjutnya:

Arif - 0821 1038 8028
Isnan - 0853 1956 0484
Maulana - 0812 2616 0908
Mahmudi - 0821 3822 1920
Share:

UNGKER JATI

 www.serikatpetanirembang.com









Share:

PANDE SEGONG

www.serikatpetanirembang.com - Pande besi saat ini dalam fase surut. Industri perajin perkakas alat tani dan alat rumahan berbahan besi kali ini, dapat dibilang mati suri. Padahal dahulu, di tiap tiap desa,  pande besi hampir dipastikan ada. 

Keberadaan cukup penting,  yaitu untuk menopang kelangsungan olah lahan dan proses pascapanen. Alat alat tani diproduksi secara mandiri oleh orang pandai dalam mengolah bijih besi bercampur nikel. Besi besi tua dan hingga lempengan baja dengan mudah ditaklukkan untuk dijadikan perkakas tani. Bahkan dahulu, orang orang pintar ini banyak yang membuat alat pusaka pesanan tokoh nagari. Namun seiring berjalannya waktu,  seiring dengan berkembangnya sistem matapencaharian tani, fungsi pande besi bergeser hingga cukup dengan melayani produksi alat tani. 
Di kawasan kabupaten Rembang misalnya, tanda tanda keberadaan pande besi dapat pihat dengan adanya daerah yang namanya pandean. Di situlah, konon katanya menjadi pusat keberadaan pande besi.  Selain Pandean, beberapa pande besi juga tampak menyebar dikawasan Lasem, Pamotan, Sedan, Sulang, hingga Batangan. Di kawasan inilah pande besi tumbuh dan berkembang dalam menopang sistem cocok tanam dan ragam tindakan tani. Tidak lain adalah untuk menopang sistem pertanian.  
Pande besi yang sampai saat ini masih eksis adalah pande besi yang ada di Sulang, termasuk di Pamotan dan Sedan juga tampak masih ada.  


Sulang merupakan desa yang masih terdapat kerajinan pande untuk prasarana dalam bidang pertanian maupun perkebunan. Ada dua lokasi pande di desa Sulang, yaitu di dukung Segong dan Tegalgede. Kerajinan ini sudah lama ada dan dikerjakan secara turun temuran dan berkelompok.
Banyak Petani yang berdatangan demi perbaikan pacul, arit, bendo dan lain lain. Menurut pantauan SPI Rembang, Petani yang datang berasal dari berbagai kecamatan yang ada di Rembang. Diantaranya Pamotan, Gunem, Bulu, Sumber dan Sulang sendiri.

Admin SPI Rembang

Kontak selanjutnya:

* Jamal - Pemilik pande segong - 0813 9039 6434
* Bahaudin - Pengelola pande segong - 0823 1098 9913


Share:

Suket Teki Peredam Panas

www.serikatpetanirembang.com - Musim hujanpun, suasana sumuk (panas) cukup terasa. Bukan karena anomali cuaca. Tetapi karena banyak halaman rumah yang di paving. Sinar matahari itu mantul. Bukan mantab betul, tetapi memang benar benar hukum alam yang terlawan ulah manusia. 
Entah sampai kapan gejala panas yg tidak seharusnya ini segera reda. Tetapi kalau melihat tren sekarang, dimana banyak permukaan bumi yg tertutup materi. Daya serab dan resap tanah semakin langka. Ditambah lagi sisa karbon dan timbal yang semakin membumbung tinggi karena teknologi pembantu manusia malas yg tidak ramah lagi. 

Fenomena ini juga semakin menjadi.  Jalanan hari ini, gang gang sempit, hingga tanah kuburanpun, tertutup materi. Sanitasi semakin menyempit. Pohon dan pepohonan semakin tidak dapat jatah hidup. Seiring banyaknya generasi yg membangun rumah. Seiring pula sawah dan hutan dijadikan aset perumahan yg memberi harapan untung tinggi. Ah...  tinggal menunggu waktu saja.
Jika musim kemarau dipastikan banjir disana disini. Dan jika musim kemarau suhu bumi semakin menjadi. Semakin hari, hasil keuntungan itu hanya utk memperbaiki bencana yg harusnya tidak menjadi resiko bertata ekonomi. 

Mungkin kita perlu mencoba menanam rumput hijau dihalaman rumah. Rumput peredam panas bumi. Entah apa jenisnya, mungkin suket teki. Rumput nan hijau. Sekaligus ramah lingkungan yg membuat asri suasana lingkungan kita ini. 
Share:

JENGKOL SEMABU

www.serikatpetanirembang.com - Saat ini petani jengkol lokal sedang berbahagia karena sedang panen perdana buah jengkol. Buah yang digemari para pemburu kuliner khas bau tajam ini, sudah mulai masak. Mereka adalah petani budidaya petai hutan semabi sumai.  

"Satu tangkai bisa 25 - 30 buah," papar Junawal, petani jengkol hutan Muaratebo, Jambi.

Junawal mengaku, bibit jengkol ini ditemukan saat awal buka lahan hutan semabu sumai di tahun 2013. Dengan berbekal informasi budidaya jengkol dari Serikat Petani Indonesia, Junawal saat ini telah menikmati hasilnya.  "Sekitar 4 tahunan, " ungkap Junawal tentang rentang waktu budidaya jengkol hingga panen. 

Buah jengkol berkualitas bagus ini, Ia jual kepada pedagang sayuran. Saat ini Junawal sedang menikmati hasil jerih payahnya.

 (admin SPI Rembang) 

Kontak selanjutnya:

Junawal - SPI Jambi - 0813 6697 9739
Share:

Majelis Umum PBB Adopsi Deklarasi HAP PBB, Saatnya Fokus pada Implementasi !

JAKARTA. 17 Desember 2018, pada sesi ke-73 Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, “Deklarasi PBB tentang Hak Asasi Petani dan Masyarakat yang Bekerja di Pedesaan” (selanjutnya disingkat menjadi Deklarasi HAP PBB) resmi diadopsi.
Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih menyampaikan, 17 Desember 2018 menjadi kulminasi dari 17 tahun perjuangan kaum tani dan masyarakat pedesaan yang memperjuangkan hak-haknya.
“Momen ini adalah puncak sejarah perjuangan kaum tani, terutama Indonesia – karena usulan Deklarasi HAP PBB ini muncul dari kampung-kampung basis anggota Serikat Petani Indonesia (SPI), dan organisasi tani serta pejuang reforma agraria di Indonesia” kata Henry di Jakarta pagi ini (18/12).
“Deklarasi HAP PBB sekarang menjadi instrumen hukum dan hak asasi legal di seluruh dunia yang mengatur hak atas tanah, benih, air, keanekaragaman hayati, pengutamaan hak atas perempuan petani dan kaum muda, dan hak-hak mendasar petani lainnya,” lanjutnya.
Zainal Arifin Fuad, Ketua Departemen Luar Negeri Dewan Pengurus Pusat (DPP) SPI melanjutkan, dalam voting terakhir di Komite Ketiga Majelis Umum PBB yang dilakukan hari Senin 19 November 2018 pukul 15.00 waktu New York, dari total 174 negara, ada 117 negara yang setuju, 50 abstain, dan 7 negara yang menolak yakni Australia, Hungaria, Israel, Selandia Baru, Swedia, Inggris Raya, dan tentu saja Amerika Serikat.
“Ini adalah kemenangan kaum tani seluruh dunia, yang embrionya dari kampung-kampung petani SPI hingga mengglobal berkat dukungan cukup banyak gerakan sosial, khususnya La Via Campesina (gerakan petani internasional),” ungkap Zainal yang juga anggota Komite Koordinator Internasional La Via Campesina (Gerakan Petani Internasional).
Zainal menjelaskan, tahun 2018 merupakan tahun krusial menuju kelahiran Deklarasi HAP PBB ini. Pada bulan April, Kelompok Kerja ke-5 Antar Pemerintah dari Dewan Hak Asasi Manusia (The 5th Open-ended Intergovernmental Working Group of the Human Rights Council (HRC) merampungkan negosiasi dan melakukan finalisasi pada teks untuk Deklarasi HAP PBB. Selanjutnya di Bulan September, Sesi ke-39 Dewan HAM PBB melakukan voting awal, dimana 33 dari 47 negara menyatakan setuju atas teks pada Deklarasi HAP PBB ini.
Kemudian di bulan Oktober, pada Forum Komite Global untuk Ketahanan Pangan di Roma Italia, La Via Campesina dengan dukungan beberapa negara dan institusi PBB menyelenggarakan kegiatan untuk mempromosikan Deklarasi HAP PBB di bawah kerangka kerja “Dekade Pertanian Berbasiskan Keluarga” yang dikampanyekan oleh FAO (Organisasi Pangan Dunia). Lalu pada November, Deklarasi HAP PBB sampai di New York, di markas pusat PBB.“Proses berikutnya berakhir manis dengan diadopsinya Deklarasi HAP PBB ini,” tuturnya. Pada tanggal 17 Desember 2018 waktu New York, Sidang Majelis Umum PBB yang ke-73 digelar. Dari 193 negara anggota PBB, sebanyak 121 suara mendukung untuk pengesahan Deklarasi PBB tentang Hak Asasi Petani dan Masyarakat yang Bekerja di Pedesaan. Sementara 8 suara menentang dan 54 suara lainnya abstain.
Henry Saragih menambahkan, Dengan pengesahan deklarasi ini, petani diakui hak asasinya atas tanah, benih, keanekaragaman hayati – yang tidak ada di aturan HAM lain. Petani dan masyarakat pedesaan memiliki akses dan mengelola tanah dan badan air, daerah pesisir, wilayah tangkap ikan dan hutan. Hak untuk mengembangkan benih menurut pengetahuan tradisional serta menyimpan dan menukarkan benih. Aturan-aturan ini sangat progresif, termasuk provisi yang sangat “futuristik” seperti penyelamatan keanekaragaman hayati untuk menyelamatkan Ibu Pertiwi.
Deklarasi HAP PBB ini akan menjadi standard-setting Internasional yang baik untuk perlindungan dan pemberdayaan petani dan masyarakat pedesaan. Negara-negara berkembang di Asia, Afrika, Amerika Latin umumnya kita harapkan untuk meratifikasi Deklarasi ini, agar bisa diimplementasikan dan tentunya dimonitor melalui mekanisme yang ada di level nasional, regional hingga internasional. Dengan Deklarasi HAP ini, perjuangan kita dalam menegakkan Hak Asasi Petani semakin diperkuat. Terkhusus Indonesia, kita harapkan agar deklarasi ini diratifikasi guna menyempurnakan UU maupun kebijakan-kebijakan yang sudah ada selama ini, yang melindungi dan memenuhi hak asasi petani dan masyarakat yang bekerja di pedesaan.

Perayaan sederhana di kantor pusat SPI di Jakarta Selatan pasca diadopsi Deklarasi PBB tentang Hak Asasi Petani dan Masyarakat yang Bekerja di Pedesaan
“Karena itu, saya mengajak kepada petani, nelayan, dan masyarakat yang bekerja di pedesaan untuk memahami dan menggunakan deklarasi ini dalam memperjuangkan hak kita demi tegaknya kedaulatan pangan, keselamatan umat manusia dan alam ini”, tutupnya.
Kontak Selanjutnya:
  • Henry Saragih – Ketua Umum SPI – 0811 655 668
  • Zainal Arifin Fuad – ICC La Via Campesina – 0812 8932 1398
  • Mahmudi - SPI Rembang - 0821 3822 1920
Share:

Mantenan Keluarga Petani

www.serikatpetanirembang.com - Mantenan merupakan prosesi mengikuti ritual pernikahan dari awal sampai akhir. Bagi keluarga petani, mengikuti prosesi mantenan adalah wajib. Bahkan tidak hanya keikutsertaannya hadir saat anggota keluarga akad nikah berlangsung, jauh-jauh hari, anggota keluarga sangat terlibat aktif dalam menentukan calon jodohnya, hingga ritual sepasar pascapernikahan berlangsung.

Pagi itu, semua anggota keluarga berkumpul. Hampir semuanya mengenakan pakaian batik terbaru. Tampak bapak bapak mengenakan peci berbatik lengan panjang, dan bersarung motif kotak lurus warna sogan. Pun demikian dengan ibu ibu. Mereka mengenakan gamis terbaru, berlipstik agak tebal, bersandal jinjing,  sedang sibuk menata jajanan khas. Sebagian lagi adalah anak anak muda, laki dan perempuan, terlihat agak perlente.  Tidak lain adalah akan mengantarkan saudara akad nikah.  

Tak lama kemudian, laki laki dg perawakan cungkring berjas hitam yg menutupi kemeja putih terlihat kerahnya, keluar dari rumah limas. Tepat dipenghujung deretan kursi berterop sedang, terdapat tumpeng kecil bertutup daun pisang, disitulah laki laki itu duduk diantara sesepuh keluarganya. 

Pak modin tampak siap siap. Bibirnya berdoa, pun dengan yg lainnya menengadahkan kedua kuncup tangannya. Saat itulah, tanda dimana rombongan keluarga harus siap-siap berangkat di rumah mempelai perempuan.  

Beberapa mobil warna putih dan hitam dop tampak perlahan mendekati rumah. Tak lama kemudian diikuti dengan deretan sepeda motor. Tepat di dekat serambi rumah, mobil pikep dikerubuti banyak orang. Dimobil itulah, jajanan gemblong/jadah, aneka kue, cucur, krecek/ rengginang kipas, tumpi, wedaran ongko welu, ketan tetel, madu mongso, lemper, dan banyak ragam jajanan lainnya, bercamput dwngan kembang mayang,  ditata rapi. Dengan cekatan ibu ibu bergamis lebar itu mengaturnya. 

"Sampun siap sedoyo, monggo, " 

selorohnya dengan diikuti laki laki berjas cungkring itu masuk mobil dengan didampingi keluarga intinya. Beberapa mobil tampak memberi jalan utk mobil warna putih dan hitam itu, utk melaju duluan bersama pikep contang yg penuh dengan jajanan yg didampingi dua orang di pojok belakang dengan membawa ayam jago berselendang batik tulis. 
Tak lama kemudian, mobil yang berada di pojok gang itu pun, segera memposisikan diri. Terdapat pula tiga bus angkutan sedang menyusul. Dengan hitungan menit, semua telah terisi penumpang. Semua pengiring tampak berarak dengan posisi masing masing. Semuanya kendaraab itu rapi berderet beriringan yg ikuti puluhan sepeda motor, menuju rumah calon pengantin perempuan.

Kira kira 5 menit perjalanan, rombongan sudah sampai lokasi. Suara langgam bernada bas agak tidak beraturan tampaknya sdh beberapa menit dibunyikan. Dua derop besar bertutup tirai lembut, dan satu terop sedang itu tampak megah dengan alur kursi berbaris rapat, sudah siap menyambut kedatangan keluarga laki laki. 

Tepat dibawah terop sedang, disebelah lajur kanan, penerima tamu bapak bapak sepuh berkumis berantakan setengah putih, melempar senyum. Dan disebelah lajur sebelah putih, ibu ibu setengah baya juga berbaris rapi. Meraka adalah penerima tamu yang hangat dan penuh dengan kekerabatan.
  
Laki laki cungkring bersandal slop itu, dengan sekejab diapit paling depan yanh disisi kanan kirinya kembang mayang. Semua rombongan segera menyesuaikan diri. Setelah barisan keluarga inti dan sesepuh, barisan yang masuk terop selanjutnya adalah pembawa jajanan khas beserta seperangkat alat mas kawin.  
Dalam hitungan detik, semua kursi di bawah terop bertirai hijau lembut itu, penuh dengan pengiring. Adapun tetangga sekitar memilih duduk mengalah di terop ukuran sedang disamping kiri, tampak juga terlihat ada yg membawa kursi tambahan utk duduk. Saat itulah prosesi pernikahan dilangsungkan. Master ceremonial berbusana jawa lengakp, beserta tim dokumentasinya, tampak sigap memainkan perannya. 

Mantenan kelurga petani sungguh berlangsung dengan kekeluargaan. Semua keluarga dengan cukup hormat menghadiri prosesi ini. Sebuah mantenan. Penanda bertambahnya anggota keluarga baru, ditambah dengan bersatunya dua  keluarga besar. Disinilah pelipatgandaan anggota keluarga petani berlangsung. Sebuah moment tradisi yg dibalut nilai nilai suci, dan tentunya tradisi,  tergelar. 

Berbahagialah anak anak petani. Kalian semua selalu dekat dengan keluarga yang hanyat, penuh cinta, dan kasih sayang.  Selamat menjalin ikatan suci. Dan jangan lupa, tetap merawat negeri. Semoga lekas punya momongan, seiring musim penghujan, seiring pula tanam padi dimulai. 

Hidup, SPI !!! 
Hidup mas Mahmudi !!!
Share:

Pandan Wangi

www.serikatpetanirembang.com - Pandan  wangi merupakan tanaman sari yg biasanya digunakan utk penumbuh aroma wangi pada makanan. Pandan wangi juga kerap digunakan utk pewarna jajanan yg sifatnya alami dan ramah lingkungan. Bahkan pandan wangi juga telah diekstrakkan utk pengharum yg sifatnya terapi. 
Untuk menanam tumbuhan yg satu ini gampang-gampang mudah. Bagi yg ingin menanam pandan wangi, sebisa mungkin utk memastikan suhu sekitar terasa adem. Utk lebih amannya, tanamlah disekitar kran air atau gentong air. Jangan lupa tanam diwaktu hujan akan lebih mudah tumbuh.
Menurut beberapa hasil penelitian, pandan wangi juga bermanfaat utk terapi mata. Warna hijau yang lekat dan natural, telah terbukti menambah kesehatan fungsi mata. Sebagian peneliti juga telah membuktikan bahwa pandan wangi juga dapat berguna utk mengusir nyamuk karena aroma yang wangi yg tidak disukai nyamuk.
Yang jelas banyak manfaatnya. Sehingga banyak ibu ibu yang menyukai pandan wangi. Khususnya pada saat menanak nasi, pandan wangi bisa lagsg dicelupkan di megicom. Dengan waktu yang cukup singkat, nasi akan lebih pulen beraroma wangi sehingga semakin menambah gairah makan dengan istri dan anak anak tercinta.
Untuk itu mari menanam pandan wangi. Sangat banyak manfaatnya utk dikehidupan ini. 
Share:

Krokot Jowo

Bunga krokot.
Bunga ini sangat mudah untuk ditangkar.
Stek adalah cara termudah dalam menangkarnya.
Cukup dengan waktu tiga minggu, kuncup bunganya siap mekar.
Bunga yg satu ini juga bisa digunakan utk bahan urab.
Salam krokot
Share:

Perempuan Tani Bulu Rembang


www.serikatpetanirembang.com - Sore disaat rintik hujan mengguyur area persawahan desa Bulu, Rembang, Jawa Tengah, petani perempuan sedang menyiapkan benih padi untuk ditanam esok hari. 

Benih padi yang siap tanam itu diikat tepat ditengah batangnya. Tampak ikatan benih itu telah tertata rapi hingga siap di lahan sawah yg telah disiapkan.  

Dalam waktu yang bersamaan, tampak petani desa Sulang telah selesai menanam benih padinya.  Sebagian lagi, lahan yang lainnya ditanami kacang panjang benih unggulan. 

(admin spi rembang) 
Share:

Pengembangan Benih Petani Rembang

SERIKATPETANIREMBANG.COM - Dalam beberapa tahun ini Petani Rembang giat dalam mengembangkan beberapa benih. Seperti kacang panjang, pare, cabai, semangka dan masih banyak lagi. Salah satu Petani dari Desa Sidorejo Pamotan bernama Sueb yang sekaligus Kades mengaku terbantu dalam perolehan hasil budidaya yang ditekuni.
Dalam kurun waktu 4 bulan, hasil sudah dapat dirasakan. Tuturnya, dari benih kacang 3kg, mendapat panenan sebesar 650kg. Dalam 1 kg biji kacang kering dibeli perusahaan sebesar Rp. 35.000,-. Kalau dikalikan dengan perolehan hasil benih, nominal rupiah sebesar 22.750.000,- kotor. Karena belum dikurangi dengan biaya produksi pra hingga pasca panen.
Dari perolehan hasil budidaya serta kepastian harga, budidaya ini patut dikembangkan dan digemborkan, apalagi di tahun 2019 terjadi kontrak baru dengan harga Rp 45.000. Karena budidaya ini dipandang mampu menambah tingkat kesejahteraan Petani di Rembang.  Begitu tuturnya dengan lantang. 


Admin SPI Rembang


Kontak selanjutnya:

Mahmudi - SPI Rembang - +62 821 3822 1920

Sueb - Petani Sidorejo - +62 812 2809 9878

Share:

Pertama di Rembang; Tanam Melon Dalam Green House Sistem Fertigasi

SERIKATPETANIREMBANG.COM - Melon Queen dan Golden akan menjadi pilihan pertama dalam ujicoba pemanfaatan dan penggunaan greenhouse dengan sistem fertigasi. Kami pilih jenis melon tersebut, karena sudah ada kepastian pasarnya, ungkap Muarif.

Arif dan beberapa kawan SPI Rembang, berusaha berbuat kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan Sumber Daya yang ada. 
Luasan lahan Kabupaten Rembang mayoritas berupa tanah tegalan dan sawah tadah hujan, ditambah pula minimnya sumber mata air sehingga sistem pengairan lahan belum bisa optimal. Selain sumur bor, infrastruktur  pertanian seperti bendungan yang belum memadai. Sistem Fertigasi ini, menjadi pilihan dalam pengembangan budidaya tanaman yang efisien. Berdasar itulah kami berusaha bersama dalam pengembangan greenhouse dengan sistem fertigasi.

Fertigasi merupakan sistem pengairan tanaman dan pemupukan yang diberikan secara bersamaan melalui irigasi tetes. Fertigasi berasal dari paduan kata "fertilisasi/fertilizer" (pemupukan) dan "irigasi/irigation" (pengairan). 
Dilihat dari segi efisiensi penggunaan air, nutrisi, tenaga kerja dan pemanfaatan lahan pekarangan yang tandus dan tidak subur teknik fertigasi dapat dijadikan solusi alternatif dalam budidaya tanaman dan menguntungkan. Akan tetapi, biaya awal dalam pembelian perlengkapan fertigasi terbilang mahal, sehingga hal ini menjadi kendala bagi Petani dalam menerapkan sistem irigasi. Namun sebagai Petani yang kreatif dan inovatif, hal tersebut bukan menjadi kendala yang berarti.

Dalam membuat greenhouse dengan sistem fertigasi ini, kami sudah mengeluarkan biaya lebih dari 25 juta dengan luasan lahan 250 m2, dengan populasi tanaman sebanyak 600. Hitungannya, bangunan ini akan mampu bertahan selama 4 tahun dan aman dari segala virus. Kami akan tetap optimis dalam ujicoba kali ini, dengan memilih dua jenis melon tersebut, karena sudah kontrak dengan pasar eksklusif.
Untuk sementara kami masih ujicoba, jadi kami belum bisa memberikan informasi secara detail budidaya dengan sistem ini, karena hal ini baru pertama kali. Kalau kami sudah melakukan praktik awal ini, pastinya segala informasi akan kami ceritakan ddan bagikan. Begitu papar Muarif.


Admin SPI Rembang

Kontak selanjutnya:

Mahmudi - Petani SPI- 0821 3822 1920

Muarif - Petani SPI- 0821 1038 8028

Share:

Fertigasi Solusi Alternatif Di Rembang

SERIKATPETANIREMBANG.COM - Fertigasi merupakan sistem pengairan tanaman dan pemupukan yang diberikan secara bersamaan melalui irigasi tetes. Fertigasi berasal dari paduan kata "fertilisasi/fertilizer" (pemupukan) dan "irigasi/irigation" (pengairan). 

Dilihat dari segi efisiensi penggunaan air, nutrisi, tenaga kerja dan pemanfaatan lahan pekarangan yang tandus dan tidak subur teknik fertigasi dapat dijadikan solusi alternatif dalam budidaya tanaman dan menguntungkan. Akan tetapi, biaya awal dalam pembelian perlengkapan fertigasi terbilang mahal, sehingga hal ini menjadi kendala bagi Petani dalam menerapkan sistem irigasi. Namun sebagai Petani yang kreatif dan inovatif, hal tersebut bukan menjadi kendala yang berarti.
Luasan lahan Kabupaten Rembang mayoritas adalah tanah tegalan dan sawah tadah hujan, serta masih terkendala dengan kurangnya sumber mata air sehingga sistem pengairan lahan belum bisa optimal. Selain sumur bor, infrastruktur  pertanian seperti bendungan yang belum memadai. Sistem Fertigasi ini, menjadi pilihan warga kecamatan Sulang dalam pengembangan budidaya tanaman yang efisien. 

Rencana pertengahan desember akan kami tanami melon queen dan golden dengan pihak yang sudah memiliki pasar. Sehingga modal segera kembali dan dapat lebihnya Mas, ungkap Arif dan Zainal yang merupakan anggota SPI Rembang.


Admin SPI Rembang

Share:

Temu Tani Presiden Joko Widodo di Lampung: Kesejahteraan Petani Meningkat, Harapan Kedaulatan Pangan Tercapai

 Ketua Umum SPI Henry Saragih membacakan pidatonya dalam Temu Tani bersama Presiden Joko WIdodo di Pringsewu, Lampung, siang ini (24/11/2018)

PRINGSEWU. 13.000-an massa petani Lampung mengapresiasi kinerja pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla dalam bidang pertanian. Hal ini disampaikan Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih saat menerima kunjungan Presiden Joko Widodo di Dusun Sidorejo, Desa Pujodadi, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Lampung, siang ini (24/11).
Henry menyampaikan, salah satu indikator keberhasilan di atas bisa dilihat dari nilai Nilai Tukar Petani (NTP) Nasional Oktober 2018 yang sebesar 103,02 persen.
“Berdasarkan data Badan Pusat Statistika (BPS), dibandingkan Oktober 2017, rata-rata harga pada Oktober 2018 di tingkat petani untuk kualitas GKP dan gabah kualitas rendah mengalami kenaikan masing-masing 3,05 persen dan 7,41 persen. Demikian juga di tingkat penggilingan, rata-rata harga pada Oktober 2018 untuk kualitas GKP dan gabah kualitas rendah juga mengalami kenaikan masing-masing 3,13 persen dan 7,03 persen,” paparnya.
Henry mengemukakan, meski terjadi penurunan NTP untuk tanaman perkebunan karet dan sawit, namun untuk tanaman perkebunan kopi yang mayoritas diusahakan oleh rakyat masih termasuk tinggi.
“Karena itu kehidupan petani di Lampung kesejahteraannya bisa dikatakan lebih baik karena tanaman kopi merupakan tanaman perkebunan yang masih mendominasi di daerah ini,” lanjutnya.
Henry melanjutkan, petani Indonesia adalah petani yang produktifitasnya termasuk tinggi di kawasan Asia ini. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya inisiatif-inisiatif yang dilakukan oleh petani Indonesia dengan berbagai upaya yang menghasilkan beragam penemuan, menggambarkan kuatnya dan beragamnya kebudayaan kita.
“Di rumah-rumah petani di sekitar acara ini berlangsung para petani menyimpan gabahnya, ada yang berkelompok secara bergotong royong. Kalau akhir-akhir ini ada pandangan, kalau petani panen, petani langsung menjual semua gabahnya itu tak benar. Di kampung ini hampir semua rumah petani masih tersedia cadangan gabah hingga musim panen berikutnya,” ungkapnya.
Didukung Pemerintah
Henry menjelaskan, petani Indonesia juga berhasil menemukan berbagai inovasi yang mampu mengurangi ketergantungan pemakaian pupuk, racun, dan benih kimia. Serikat petani dan kelompok-kelompok petani telah mulai mengembangkan pertanian ekologis, organik, pertanian yang berkelanjutan, pertanian yang menjaga alam, pertanian yang mendinginkan bumi, untuk keselamatan alam dan kesejahteraan petani.
“Sebagai contoh pada tanggal 8 Juli 2018, bertepatan hari ulang tahun Serikat Petani Indonesia ke 20, kami telah meluncurkan benih unggul SPI-20 hasil tangkaran saudara Kusnan-petani dari Kediri, dan sudah diuji coba dengan hasil panen bisa mencapai 8 ton dengan perlakuan organik,” jelasnya
Panen perdana benih padi SPI-20
“Juga di lampung ini sebelumnya, beberapa tahun lalu sudah ada petani yang meluncurkan benih yang dinamakan MSP, dan telah ditanam diberbagai wilayah di Indonesia,” sambungnya.
Henry menerangkan, dukungan pemerintah Jokowi bukan hanya di level desa hingga nasional, bahkan juga di level internasional. SPI menghargai upaya pemerintah Indonesia yang terus mendukung inisiatif Deklarasi PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa) tentang Hak Asasi Petani dan Masyarakat yang Bekerja di Pedesaan. Pemerintah Indonesia menjadi co-sponsor resolusi Dewan HAM PBB yang mengesahkan Deklarasi.“Ini menunjukkan pemerintah Indonesia berkomitmen besar melindungi hak asasi petani, dan di zaman pemerintahan Pak Jokowilah deklarasi ini terwujud menjadi deklarasi internasional pada 19 November 2018 yang lalu,” tambahnya.
Henry menambahkan, SPI optimis kesejahteraan petani dan kedaulatan pangan akan semakin meningkat sejalan dengan program reforma agraria yang secara konsisten dijalankannya redistribusi tanah melalui program Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) dan Perhutanan Sosial (PS).
“Melalui program ini petani-petani yang tidak atau kekurangan tanah bisa mempunyai kesempatan untuk menguasai, memiliki tanah. Semoga pemerintahan ini terus bekerja keras untuk kemajuan petani dan rakyat Indonesia,” tutupnya.
Kontak selanjutnya:
Henry Saragih – Ketua Umum SPI – 0811 655 668
Share:

Komite Ketiga Majelis Umum PBB Setujui Deklarasi Hak Asasi Petani Dan Masyarakat Yang Bekerja Di Pedesaan

SERIKATPETANIREMBANG.COM - NEW YORK. Komite Ketiga Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) – bagian dari enam Majelis Umum PBB, khusus mengurus bidang sosial, hak asasi manusia, budaya – menyetujui resolusi tentang Deklarasi PBB tentang Hak Asasi Petani dan Masyarakat yang Bekerja di Pedesaan (selanjutnya disingkat menjadi Deklarasi HAP PBB) dalam sidang umum PBB di New York, Amerika Serikat, Senin (19/11/2018) waktu setempat.
Henry Saragih, Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) menyampaikan, pengesahan Deklarasi HAP PBB ini adalah kemenangan bagi kaum tani kecil sedunia. Ia menjelaskan, deklarasi ini adalah deklarasi yang inisiatifnya asli berasal dari kampung-kampung pelosok di Indonesia.
“Konferensi nasional hak asasi petani tahun 2001 di Cibubur yang SPI selenggarakan bersama ormas dan lembaga lainnya. Ini adalah salah satu momen awal lahirnya deklarasi ini yang selanjutnya SPI bawa bersama La Via Campesina (Gerakan Petani Internasional) ke tingkat internasional,” jelasnya.
“Dengan Deklarasi HAP PBB ini, hak-hak kita sudah diakui oleh mekanisme HAM internasional PBB secara resmi, mulai dari hak atas kehidupan yang layak, hak atas tanah, hak atas benih, hak atas keanekaragaman hayati dan prinsip nondiskriminasi terutama untuk petani perempuan dan perempuan pedesaan,” lanjutnya.Henry menambahkan, Deklarasi HAP PBB ini nantinya bisa dipakai untuk perjuangan mempertahankan lahan oleh petani di Indonesia.
“Negara-negara, terutama Indonesia, bisa menggunakannya sebagai standar HAM yang penting di tingkat nasional. Juga bisa memperkuat banyak undang-undang lain yang mendukung hak asasi petani,” ujar dia.
Zainal Arifin Fuad, Ketua Departemen Luar Negeri Dewan Pengurus Pusat (DPP) SPI yang turut hadir dalam Sidang Umum PBB di New York melanjutkan, persetujuan Komite Ketiga Majelis Umum PBB terhadap Deklarasi HAP PBB ditandai dengan beberapa perdebatan, dengan delegasi AS “benar-benar” menolak teks dalam deklarasi tersebut. Mereka memiliki keprihatinan yang sudah lama tentang Deklarasi PBB yang berusaha memperluas hak-hak yang ada, mengasingkan hak asasi petani di atas kelompok lain, dan juga pada hak kolektif yang diatur dalam isinya.
“Dalam voting yang dilakukan hari Senin 19 November 2018 pukul 15.00 waktu New York, dari total 174 negara, ada 117 negara yang setuju, 50 abstain, dan 7 negara yang menolak yakni Australia, Hungaria, Israel, Selandia Baru, Swedia, Inggris Raya, dan tentu saja Amerika Serikat,” ungkap Zainal yang juga anggota Komite Koordinator Internasional La Via Campesina (Gerakan Petani Internasional).“Penolakan dan abstain dikarenakan di antaranya ketidaksetujuan mengenai kedaulatan pangan, hak atas tanah, benih, keanekaragaman hayati, hak kolektif dan juga keberpihakan terhadap industrialisasi pertanian dan juga pertanian kimia,” lanjutnya.Zainal menambahkan, SPI menghargai upaya pemerintah Indonesia yang terus mendukung inisiatif Deklarasi HAP ini baik di nasional maupun di PBB. Seperti yang kita tahu, Indonesia juga menjadi co-sponsor resolusi Dewan HAM PBB yang mengesahkan Deklarasi HAP.
“Ini menunjukkan pemerintah Indonesia berkomitmen besar melindungi hak asasi petani,” tambahnya.
“Proses selanjutnya adalah Deklarasi HAP PBB akan diajukan ke hadapan Majelis Umum PBB pada Desember 2018, untuk diadopsi sepenuhnya,” tutupnya.
Kontak Selanjutnya:
Henry Saragih – 0811 655 668 – Ketua Umum SPI
Zainal Arifin Fuad – 0812 8932 1398 – Ketua Departemen Luar Negeri SPI
Mahmudi – 0821 3822 1920 – SPI Rembang
Share:

PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA [ P G P R ]

SERIKATPETANIREMBANG.COM - Meskipun unsur hara (bahan makanan) di dalam tanah itu ada, akan tetapi belum tentu tersedia atau diserap oleh tanaman. Unsur hara diikat oleh partikel lempung dalam bentuk ion. Sedangkan tanaman menyerap unsur hara tersebut dengan cara absorbsi dan pertukaran kation, di mana akar tanaman mengeluarkan ion hidrogen [ H+]  untuk ditukar dengan unsur lain.

Unsur hara dalam tanah menjadi tidak tersedia karena alasan:
1. Fiksasiunsur hara tidak bisa diserap karena di ikat kuat oleh partikel tanah atau dikuasai serta didominasi oleh unsur tertentu.
2. Keasaman: tanah banyak mengandung ion hidrogen dan diikat oleh partikel lempung.
Kedua permasalahan ini hendaknya dapat dikurangi, agar unsur hara dalam tanah menjadi tersedia dan dapat diserap oleh tanaman. Upaya yang perlu dilakukan adalah penambahan bahan organik, menambah jumlah mikroba, dan melarutkan sisa-sisa bahan kimia yang ada di dalam tanah.

Plant Growth Promoting Rhizobacteriabisa menjadi solusi mengatasi permasalahan tersebut. Sebab, PGPR merupakan  campuran bahan/ramuan yang mengandung bacteri Psedomonas sp dan Bacillus untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dan mengendalikan penyakit patogen tular tanah yang menyerang akar tanaman. Misal antraknosa pada cabai.

Ramauan bakteri dapat meningkatkan kekebalan tanaman terhadap cekaman biotik dan abiotik. Dengan mengadopsi teknologi biological complek, PGPR berperan dalam proses bioremediasi, yakni merobak senyawa-senyawa kimia pestisida, herbisida  menjadi tidak berbahaya lagi bagi lingkungan. PGPR sebagai penambat nitrogen yang berlimpah di udara sehingga bisa dimanfaatkan oleh tanaman, dan mampu melarutkan sisa-sisa bahan kimia yang terdapat dalam tanah sehingga  tanah akan gembur lagi. Sebab partikel-partikel lain yang mengikat kuat dapat dipecahkan /diurai, sekaligus sebagai hormon pemacu pertumbuhan tanaman, sehingga dosis pupuk kimia bisa ditekan sampai 50%.

Fungsi dari PGPR adalah sebagai;
  1. Penambat nitrogen
  2. Pelarut pospat
  3. Penekan perkembangan patogen tular tanah
  4. Mempercepat pertumbuhan akar tanaman, dan
  5. Dekomposer pembuatan pupuk organik
Cara pembuatan  PGPR;
Bahan:
1. Bekatul/dedak     1 kg
2. Terasi                  5 biji
3. Micin                  1 sachet
4. Air  bersih          10 liter
5. Gula pasir          0,5 kg.

Biang PGPR
Biang PGPR dari akar bambu, atau akar rumput gajah satu genggam yang masih segar, dicuci  selanjutnya di rendam air matang  1 liter  selama tiga hari.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
Pertama rebus air 10 liter sanpai mendidih, selanjutnya masukan bekatul sambil di aduk, terasi yang sudah dihaluskan, gula pasir, micin di masukan dan di aduk agar larut selama 25 menit dan angkat lalu dinginkan hingga semalam.

Keesokan harinya rebusan bekatul tersebut di saring/di peras, ambil airnya masukan ke dalam jirigen.
Biang PGPR dari akar bambu disaring, ambil airnya lalu campurkan ke dalam jirigen kemudian di fermentasi selama 15 hari. Setelah tiga hari akan keluar gelembung-gelembung udara dalan jirigen yang menandakan proses pembiakan PGPR sudah jadi. Selanjutnya setiap pagi tutup jirigen dibuka selama 5 menit sambil di gojlog  agar melarut lalu jirigen tutup kembali. Lakukan hal tersebut  sampai hari ke 15, dan PGPR sudah siap digunakan.

Mengapa memakai akar bambu ?
Akar bambu digunakan sebagai biang  PGPR sebab pohon bambu mampu hidup disegala cuaca, dan setiap tanah yang berada di bawah pohon bambu mayoritas mempunyai tekstur yang gembur dan remah. Hal tersebut disebabkan adanya bakteri yang mampu membuat kondisi lingkungan sesuai dengan ekologinya.

Cara penggunaan :
1. Untuk perendaman benih setiap 5cc dicampur dengan air 1 liter direndam selama 15 menit.
2. Untuk aplikasi tanah setiap 100cc ditambah dengan air 14 liter disemprotkan 3 hari sebelum tanam pindah.
3. Untuk tanaman  padi, palawija, hortikultura setiap 100cc ditambah air 14 liter disemprotkan.
4. Untuk pembuatan kompos setiap ton bahan membutuhkan 2 liter PGPR.

Aplikasi sebaiknya pada pagi/sore hari agar bakteri tidak mati terkena sinar ultraviolet  matahari.

SELAMAT MENCOBA ....................

Sehingga menjadi petani MANDIRI

Penulis: SUTRIYONO
Penyunting: Admin SPI Rembang


Kontak selanjutnya:
Sutriyono - Penyuluh Swadaya - +62813 8081 0713 
Mahmudi - SPI Rembang - +62821 3822 1920

Group WA "Rembug Petani Rembang"
Share:

Teknik Sederhana Bibitkan Pisang Ulin

SERIKATPETANIREMBANG.COM - Salah satu cara memperbanyak tanaman pisang di kebun dengan sederhana adalah memanfaatkan tunas atau bonggol pisang dari tanaman yang buahnya baru dipetik. Cara ini mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan Petani, karena sudah sering dilakukan. Namun hal ini sangat penting bagi kita yang baru belajar dalam bidang pertanian.
Adapun tahapannya, adalah:
1) ambil bonggol pisang dari tanaman yang sudah dipetik
2) belah bonggol sesuai yang dikehendaki
3) masukkan belahan bonggol ke tanah yang digali
4) galian jangan dalam, terpenting bisa menutupi bonggol dengan rata tanah

Usahakan jaga kelembapan tanah. Belahan bonggol pisang hingga muncul tanaman sampai berbuah memerlukan waktu 7 bulan. Begitu cara Kaji Jaya bersama kawan Petani Rembang dalam melakukan pembibitan pisang ulin.

Selamat mencoba dan berkreasi.

Admin SPI Rembang

Kontak selanjutnya:
Mahmudi - SPI Rembang - +62 821 3822 1920

HM Dhori - Putra Kaji Jaya - +62 823 2469 2786
Share:

Berita Pertanian

Total Pageviews

Label

Gallery Pertanian

Dokumentasi Berita

Postingan Populer