Komite Ketiga Majelis Umum PBB Setujui Deklarasi Hak Asasi Petani Dan Masyarakat Yang Bekerja Di Pedesaan

SERIKATPETANIREMBANG.COM - NEW YORK. Komite Ketiga Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) – bagian dari enam Majelis Umum PBB, khusus mengurus bidang sosial, hak asasi manusia, budaya – menyetujui resolusi tentang Deklarasi PBB tentang Hak Asasi Petani dan Masyarakat yang Bekerja di Pedesaan (selanjutnya disingkat menjadi Deklarasi HAP PBB) dalam sidang umum PBB di New York, Amerika Serikat, Senin (19/11/2018) waktu setempat.
Henry Saragih, Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) menyampaikan, pengesahan Deklarasi HAP PBB ini adalah kemenangan bagi kaum tani kecil sedunia. Ia menjelaskan, deklarasi ini adalah deklarasi yang inisiatifnya asli berasal dari kampung-kampung pelosok di Indonesia.
“Konferensi nasional hak asasi petani tahun 2001 di Cibubur yang SPI selenggarakan bersama ormas dan lembaga lainnya. Ini adalah salah satu momen awal lahirnya deklarasi ini yang selanjutnya SPI bawa bersama La Via Campesina (Gerakan Petani Internasional) ke tingkat internasional,” jelasnya.
“Dengan Deklarasi HAP PBB ini, hak-hak kita sudah diakui oleh mekanisme HAM internasional PBB secara resmi, mulai dari hak atas kehidupan yang layak, hak atas tanah, hak atas benih, hak atas keanekaragaman hayati dan prinsip nondiskriminasi terutama untuk petani perempuan dan perempuan pedesaan,” lanjutnya.Henry menambahkan, Deklarasi HAP PBB ini nantinya bisa dipakai untuk perjuangan mempertahankan lahan oleh petani di Indonesia.
“Negara-negara, terutama Indonesia, bisa menggunakannya sebagai standar HAM yang penting di tingkat nasional. Juga bisa memperkuat banyak undang-undang lain yang mendukung hak asasi petani,” ujar dia.
Zainal Arifin Fuad, Ketua Departemen Luar Negeri Dewan Pengurus Pusat (DPP) SPI yang turut hadir dalam Sidang Umum PBB di New York melanjutkan, persetujuan Komite Ketiga Majelis Umum PBB terhadap Deklarasi HAP PBB ditandai dengan beberapa perdebatan, dengan delegasi AS “benar-benar” menolak teks dalam deklarasi tersebut. Mereka memiliki keprihatinan yang sudah lama tentang Deklarasi PBB yang berusaha memperluas hak-hak yang ada, mengasingkan hak asasi petani di atas kelompok lain, dan juga pada hak kolektif yang diatur dalam isinya.
“Dalam voting yang dilakukan hari Senin 19 November 2018 pukul 15.00 waktu New York, dari total 174 negara, ada 117 negara yang setuju, 50 abstain, dan 7 negara yang menolak yakni Australia, Hungaria, Israel, Selandia Baru, Swedia, Inggris Raya, dan tentu saja Amerika Serikat,” ungkap Zainal yang juga anggota Komite Koordinator Internasional La Via Campesina (Gerakan Petani Internasional).“Penolakan dan abstain dikarenakan di antaranya ketidaksetujuan mengenai kedaulatan pangan, hak atas tanah, benih, keanekaragaman hayati, hak kolektif dan juga keberpihakan terhadap industrialisasi pertanian dan juga pertanian kimia,” lanjutnya.Zainal menambahkan, SPI menghargai upaya pemerintah Indonesia yang terus mendukung inisiatif Deklarasi HAP ini baik di nasional maupun di PBB. Seperti yang kita tahu, Indonesia juga menjadi co-sponsor resolusi Dewan HAM PBB yang mengesahkan Deklarasi HAP.
“Ini menunjukkan pemerintah Indonesia berkomitmen besar melindungi hak asasi petani,” tambahnya.
“Proses selanjutnya adalah Deklarasi HAP PBB akan diajukan ke hadapan Majelis Umum PBB pada Desember 2018, untuk diadopsi sepenuhnya,” tutupnya.
Kontak Selanjutnya:
Henry Saragih – 0811 655 668 – Ketua Umum SPI
Zainal Arifin Fuad – 0812 8932 1398 – Ketua Departemen Luar Negeri SPI
Mahmudi – 0821 3822 1920 – SPI Rembang
Share:

PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA [ P G P R ]

SERIKATPETANIREMBANG.COM - Meskipun unsur hara (bahan makanan) di dalam tanah itu ada, akan tetapi belum tentu tersedia atau diserap oleh tanaman. Unsur hara diikat oleh partikel lempung dalam bentuk ion. Sedangkan tanaman menyerap unsur hara tersebut dengan cara absorbsi dan pertukaran kation, di mana akar tanaman mengeluarkan ion hidrogen [ H+]  untuk ditukar dengan unsur lain.

Unsur hara dalam tanah menjadi tidak tersedia karena alasan:
1. Fiksasiunsur hara tidak bisa diserap karena di ikat kuat oleh partikel tanah atau dikuasai serta didominasi oleh unsur tertentu.
2. Keasaman: tanah banyak mengandung ion hidrogen dan diikat oleh partikel lempung.
Kedua permasalahan ini hendaknya dapat dikurangi, agar unsur hara dalam tanah menjadi tersedia dan dapat diserap oleh tanaman. Upaya yang perlu dilakukan adalah penambahan bahan organik, menambah jumlah mikroba, dan melarutkan sisa-sisa bahan kimia yang ada di dalam tanah.

Plant Growth Promoting Rhizobacteriabisa menjadi solusi mengatasi permasalahan tersebut. Sebab, PGPR merupakan  campuran bahan/ramuan yang mengandung bacteri Psedomonas sp dan Bacillus untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dan mengendalikan penyakit patogen tular tanah yang menyerang akar tanaman. Misal antraknosa pada cabai.

Ramauan bakteri dapat meningkatkan kekebalan tanaman terhadap cekaman biotik dan abiotik. Dengan mengadopsi teknologi biological complek, PGPR berperan dalam proses bioremediasi, yakni merobak senyawa-senyawa kimia pestisida, herbisida  menjadi tidak berbahaya lagi bagi lingkungan. PGPR sebagai penambat nitrogen yang berlimpah di udara sehingga bisa dimanfaatkan oleh tanaman, dan mampu melarutkan sisa-sisa bahan kimia yang terdapat dalam tanah sehingga  tanah akan gembur lagi. Sebab partikel-partikel lain yang mengikat kuat dapat dipecahkan /diurai, sekaligus sebagai hormon pemacu pertumbuhan tanaman, sehingga dosis pupuk kimia bisa ditekan sampai 50%.

Fungsi dari PGPR adalah sebagai;
  1. Penambat nitrogen
  2. Pelarut pospat
  3. Penekan perkembangan patogen tular tanah
  4. Mempercepat pertumbuhan akar tanaman, dan
  5. Dekomposer pembuatan pupuk organik
Cara pembuatan  PGPR;
Bahan:
1. Bekatul/dedak     1 kg
2. Terasi                  5 biji
3. Micin                  1 sachet
4. Air  bersih          10 liter
5. Gula pasir          0,5 kg.

Biang PGPR
Biang PGPR dari akar bambu, atau akar rumput gajah satu genggam yang masih segar, dicuci  selanjutnya di rendam air matang  1 liter  selama tiga hari.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
Pertama rebus air 10 liter sanpai mendidih, selanjutnya masukan bekatul sambil di aduk, terasi yang sudah dihaluskan, gula pasir, micin di masukan dan di aduk agar larut selama 25 menit dan angkat lalu dinginkan hingga semalam.

Keesokan harinya rebusan bekatul tersebut di saring/di peras, ambil airnya masukan ke dalam jirigen.
Biang PGPR dari akar bambu disaring, ambil airnya lalu campurkan ke dalam jirigen kemudian di fermentasi selama 15 hari. Setelah tiga hari akan keluar gelembung-gelembung udara dalan jirigen yang menandakan proses pembiakan PGPR sudah jadi. Selanjutnya setiap pagi tutup jirigen dibuka selama 5 menit sambil di gojlog  agar melarut lalu jirigen tutup kembali. Lakukan hal tersebut  sampai hari ke 15, dan PGPR sudah siap digunakan.

Mengapa memakai akar bambu ?
Akar bambu digunakan sebagai biang  PGPR sebab pohon bambu mampu hidup disegala cuaca, dan setiap tanah yang berada di bawah pohon bambu mayoritas mempunyai tekstur yang gembur dan remah. Hal tersebut disebabkan adanya bakteri yang mampu membuat kondisi lingkungan sesuai dengan ekologinya.

Cara penggunaan :
1. Untuk perendaman benih setiap 5cc dicampur dengan air 1 liter direndam selama 15 menit.
2. Untuk aplikasi tanah setiap 100cc ditambah dengan air 14 liter disemprotkan 3 hari sebelum tanam pindah.
3. Untuk tanaman  padi, palawija, hortikultura setiap 100cc ditambah air 14 liter disemprotkan.
4. Untuk pembuatan kompos setiap ton bahan membutuhkan 2 liter PGPR.

Aplikasi sebaiknya pada pagi/sore hari agar bakteri tidak mati terkena sinar ultraviolet  matahari.

SELAMAT MENCOBA ....................

Sehingga menjadi petani MANDIRI

Penulis: SUTRIYONO
Penyunting: Admin SPI Rembang


Kontak selanjutnya:
Sutriyono - Penyuluh Swadaya - +62813 8081 0713 
Mahmudi - SPI Rembang - +62821 3822 1920

Group WA "Rembug Petani Rembang"
Share:

Teknik Sederhana Bibitkan Pisang Ulin

SERIKATPETANIREMBANG.COM - Salah satu cara memperbanyak tanaman pisang di kebun dengan sederhana adalah memanfaatkan tunas atau bonggol pisang dari tanaman yang buahnya baru dipetik. Cara ini mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan Petani, karena sudah sering dilakukan. Namun hal ini sangat penting bagi kita yang baru belajar dalam bidang pertanian.
Adapun tahapannya, adalah:
1) ambil bonggol pisang dari tanaman yang sudah dipetik
2) belah bonggol sesuai yang dikehendaki
3) masukkan belahan bonggol ke tanah yang digali
4) galian jangan dalam, terpenting bisa menutupi bonggol dengan rata tanah

Usahakan jaga kelembapan tanah. Belahan bonggol pisang hingga muncul tanaman sampai berbuah memerlukan waktu 7 bulan. Begitu cara Kaji Jaya bersama kawan Petani Rembang dalam melakukan pembibitan pisang ulin.

Selamat mencoba dan berkreasi.

Admin SPI Rembang

Kontak selanjutnya:
Mahmudi - SPI Rembang - +62 821 3822 1920



Share:

BINNUR PEDULI PETANI

SERIKATPETANIREMBANG.COM - Binnur merupakan lembaga pendidikan agama yang senantiasa mengabdikan diri kepada negeri, mewujudkan regenerasi yang agamis dan nasionalis berdaya juang tinggi dengan mengedepankan rasionalitas dalam berfikir. Binnur diambil dari nama Pondok Pesantren Zumrotut Tholibin (Ponpes Putra) dan Nural Firdaus (Ponpes Putri). Dari segi bahasa, Binnur juga mempunyai arti cahaya.

Selain Pondok Pesantren yang menjadi cikal bakal yayasan Binnur. Di tahun 2009 juga dikembangkan sekolah Madrasah Aliyah yang dikenal MAs BINNUR dengan Kepala Sekolah Abdul Azhim, S.IP. Sekolah ini tanpa pungutan biaya sepeserpun hingga lulus. Bahkan siswa tidak diwajibkan memakai seragam.
Binnur sering kali mengadakan kegiatan-kegiatan menarik seperti bedah buku, bakti sosial, pengembangan ketrampilan, pertanian dan lain lain. Salah satu acara yang berlangsung kemarin adalah seminar umum  dengan tema Peran Otoritas Jasa Keuangan Dalam Memperkuat Ekonomi Kerakyatan.

Nara sumber yang hadir dalam acara tersebut adalah, (1) Nur Satyo Kurniawan dari OJK, (2) Polly Morpha B P dari BRI, (3) Rahmad Winardiyanto dari Bank Mandiri, (4) Edi Pramono dari Garuda Foods. Peserta dihadiri oleh siswa-siswi MAs Binnur Sulang, Petani, Peternak di kabupaten Rembang dan sekitar.

Sambutan di awali oleh Pengurus sekaligus Kepala Sekolah MAs Binnur Abdul Azhim, yang menganggap betapa pentingnya lembaga keuangan dalam support kegiatan usaha rakyat. Khususnya Petani, Peternak dan Siswa yang nanti ketika lulus mayoritas berwirausaha. Pada zaman dahulu, modal usaha bisa meminjam dari orang tua atau saudara. Tetapi untuk perkembangan saat ini, mau pinjam saudara sendiri pun sangat susah. Makanya Perbankan dianggap penting dalam menopong gerakan ekonomi rakyat.
Selanjutnya Pemateri Nur Satyo Kurniawan mengungkapkan bahwa, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan. OJK dibentuk berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan. OJK didirikan untuk menggantikan peran Bapepam-LK dalam pengaturan dan pengawasan pasar modal dan lembaga keuangan, serta menggantikan peran Bank Indonesia dalam pengaturan dan pengawasan bank, serta untuk melindungi konsumen industri jasa keuangan. 



Kontak selanjutnya :

Abdul Azhim - Yayasan Binnur - +62 852 2519 6400
Nur Rochim - MAs Binnur - +62 852 9332 1233

Share:

Benih SPI20; Panen 75 Hari


SERIKATPETANIREMBANG.COM - Benih SPI20 merupakan benih padi hasil persilangan antara padi lokal Tuban dengan padi IR64. Benih ini disilangkan dan dikembangkan oleh Kusnan yang juga termasuk anggota SPI Tuban. Benih ini dinamakan benih padi SPI20, perpaduan antara nama organisasi SPI (Serikat Petani Indonesia) dan "20" merupakan usia dari SPI yang pada tahun 2018 ini menginjak usia ke 20 tepatnya 8 Juli kemarin.

Papar Kusnan, benih ini mampu menghasilkan rata-rata 6 ton/Ha dengan potensi bisa 9 ton/Ha. Jumlah anakan mampu mencapai 30-50 dengan bulir sekitar 185-250 malai.

Dalam luasan 1 Ha area sawah dibutuhkan benih SPI20 sekitar 25-30kg dengan pola tanam jajar legowo 4:1. Benih ini ada karena kepedulian SPI terhadap Petani agar berdaulat tanpa bergantung pada benih-benih GMO (Genetically modified organism).

Admin SPI Rembang

Kontak selanjutnya :

Kusnan - SPI Tuban - +62 852 3299 5307

Mahmudi - SPI Rembang - +62 821 3822 1920
Share:

Popular Posts

Total Pageviews

Label

Gallery Kehutanan