Temu Tani Presiden Joko Widodo di Lampung: Kesejahteraan Petani Meningkat, Harapan Kedaulatan Pangan Tercapai

 Ketua Umum SPI Henry Saragih membacakan pidatonya dalam Temu Tani bersama Presiden Joko WIdodo di Pringsewu, Lampung, siang ini (24/11/2018)

PRINGSEWU. 13.000-an massa petani Lampung mengapresiasi kinerja pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla dalam bidang pertanian. Hal ini disampaikan Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih saat menerima kunjungan Presiden Joko Widodo di Dusun Sidorejo, Desa Pujodadi, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Lampung, siang ini (24/11).
Henry menyampaikan, salah satu indikator keberhasilan di atas bisa dilihat dari nilai Nilai Tukar Petani (NTP) Nasional Oktober 2018 yang sebesar 103,02 persen.
“Berdasarkan data Badan Pusat Statistika (BPS), dibandingkan Oktober 2017, rata-rata harga pada Oktober 2018 di tingkat petani untuk kualitas GKP dan gabah kualitas rendah mengalami kenaikan masing-masing 3,05 persen dan 7,41 persen. Demikian juga di tingkat penggilingan, rata-rata harga pada Oktober 2018 untuk kualitas GKP dan gabah kualitas rendah juga mengalami kenaikan masing-masing 3,13 persen dan 7,03 persen,” paparnya.
Henry mengemukakan, meski terjadi penurunan NTP untuk tanaman perkebunan karet dan sawit, namun untuk tanaman perkebunan kopi yang mayoritas diusahakan oleh rakyat masih termasuk tinggi.
“Karena itu kehidupan petani di Lampung kesejahteraannya bisa dikatakan lebih baik karena tanaman kopi merupakan tanaman perkebunan yang masih mendominasi di daerah ini,” lanjutnya.
Henry melanjutkan, petani Indonesia adalah petani yang produktifitasnya termasuk tinggi di kawasan Asia ini. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya inisiatif-inisiatif yang dilakukan oleh petani Indonesia dengan berbagai upaya yang menghasilkan beragam penemuan, menggambarkan kuatnya dan beragamnya kebudayaan kita.
“Di rumah-rumah petani di sekitar acara ini berlangsung para petani menyimpan gabahnya, ada yang berkelompok secara bergotong royong. Kalau akhir-akhir ini ada pandangan, kalau petani panen, petani langsung menjual semua gabahnya itu tak benar. Di kampung ini hampir semua rumah petani masih tersedia cadangan gabah hingga musim panen berikutnya,” ungkapnya.
Didukung Pemerintah
Henry menjelaskan, petani Indonesia juga berhasil menemukan berbagai inovasi yang mampu mengurangi ketergantungan pemakaian pupuk, racun, dan benih kimia. Serikat petani dan kelompok-kelompok petani telah mulai mengembangkan pertanian ekologis, organik, pertanian yang berkelanjutan, pertanian yang menjaga alam, pertanian yang mendinginkan bumi, untuk keselamatan alam dan kesejahteraan petani.
“Sebagai contoh pada tanggal 8 Juli 2018, bertepatan hari ulang tahun Serikat Petani Indonesia ke 20, kami telah meluncurkan benih unggul SPI-20 hasil tangkaran saudara Kusnan-petani dari Kediri, dan sudah diuji coba dengan hasil panen bisa mencapai 8 ton dengan perlakuan organik,” jelasnya
Panen perdana benih padi SPI-20
“Juga di lampung ini sebelumnya, beberapa tahun lalu sudah ada petani yang meluncurkan benih yang dinamakan MSP, dan telah ditanam diberbagai wilayah di Indonesia,” sambungnya.
Henry menerangkan, dukungan pemerintah Jokowi bukan hanya di level desa hingga nasional, bahkan juga di level internasional. SPI menghargai upaya pemerintah Indonesia yang terus mendukung inisiatif Deklarasi PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa) tentang Hak Asasi Petani dan Masyarakat yang Bekerja di Pedesaan. Pemerintah Indonesia menjadi co-sponsor resolusi Dewan HAM PBB yang mengesahkan Deklarasi.“Ini menunjukkan pemerintah Indonesia berkomitmen besar melindungi hak asasi petani, dan di zaman pemerintahan Pak Jokowilah deklarasi ini terwujud menjadi deklarasi internasional pada 19 November 2018 yang lalu,” tambahnya.
Henry menambahkan, SPI optimis kesejahteraan petani dan kedaulatan pangan akan semakin meningkat sejalan dengan program reforma agraria yang secara konsisten dijalankannya redistribusi tanah melalui program Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) dan Perhutanan Sosial (PS).
“Melalui program ini petani-petani yang tidak atau kekurangan tanah bisa mempunyai kesempatan untuk menguasai, memiliki tanah. Semoga pemerintahan ini terus bekerja keras untuk kemajuan petani dan rakyat Indonesia,” tutupnya.
Kontak selanjutnya:
Henry Saragih – Ketua Umum SPI – 0811 655 668
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Total Pageviews

Label

Gallery Kehutanan