Cikalan Dalam Cafe Cak Lutil's


www.serikatpetanirembang.com - Tiga gazebo malam itu ini penuh dengan pengunjung. Gazebo utama berukuran agak besar, terletak disudut tengah, tepat berkumpulnya komunitas Petani Rembang sedang berembug suatu hal. Dua gazebo lainnya, bersiku mengapit gazebo utama, tampak berkumpul anak anak muda dengan obrolan asyik silih bergantian. Semua tampak hangat di cafe yang berada di dukuh Cikalan, desa Pamotan, kecamatan Pamotan, kabupaten Rembang, yaitu Cafe Cak Lutil.  Kali ini obrolan tampak lebih hangat tentang cikalan. 

Mas Burhan, pemilik cafe, menceritakan bahwa dahulu dukuh Cikalan adalah sentra tanaman kelapa. Hingga kemudian, dengan banyaknya hasil buah kelapa, kawasan sentra kelapa ini dinamakan dukuh cikalan. Adapun nama cikalan diambil dari banyaknya cikalan, yaitu penyebutan istilah untuk daging buah kelapa yang sudah tua dan bersantan.  Namun saat ini tanaman penghasil cikalan ini hanya tinggal cerita. 

"Yaitu karena wangwung" tegas Burhan tentang penyebab hama yang mematikan pohon kelapa.https://maps.app.goo.gl/P7NPY.

Dahulu,  nyiur lambai pohon kelapa merupakan pemandangan alam yang cukup lekat di kawasan Rembang. Sepanjang pantura, kawasan Lasem,  kawasan Sedan,  kawasan Gunem,  hingga kawasan Pamotan, adalah kawasan endemik pohon kelapa. Tetapi saat ini, sentra kelapa di Rembang hanya tersisa di beberapa desa diantara,  yaitu daerah Bambam Sedan, Gambiran Pamotan, Ngepos Bangunrejo, dan Trembes Gunem.  Itupun jumlah tanamannya semakin menipis seiring banyaknya pohon kelapa yang mati pohon.  

Dahulu,  teknik pemanenan kelapa dikawasan Pamotan adalah diunduh pada saat buah kelapa tua. Buah kelapa yang telah dipanen, sesegera dipasarkan ke pasar kawedanan Pamotan. Namun seiring berkembangnya waktu, pohon kelapa yang stoknya semakin menipis ini, dipanen pada usia muda. Kelapa muda atau degan penyebutannya.


Kelapa muda yang berasal dari kawasan Pamotan, Sedan, dan Gunem, rasanya lebih berasa manis dibanding dengan buah kelapa dari kawasan lainnya. Dimungkinkan karena tekstur dan kandungan tanahnya yang berkapur dan berbatu. Sehingga banyak pesanan pedagang minuman, khususnya pedagang minuman dipantura, warung sekitar jalan Pamotan hingga Rembang,  hingga pedagang di kawasan pantai wisata Karang Jahe, Caruban, Wates, Dasun, hingga pantai Balongan. Keunggulan rasa kelapa muda memang cukup banyak dibanding dengan daerah yang lainnya. Tetapi dibalik itu, ancaman mati pohon kelapa telah membingungan para petani. Malam ini, obrolan di Cafe mas Burhan ini,  tampak serius menyoroti perihal tersebut.  

"Nggak setuju saya kalau petani tebu dan brak penggilingannya yang disalahkan. Ngak setuju saya," protes Gus Adzim, petani asal Sulang sembari memaparkan tren budidaya pohon kelapa, dan kontribusi lapangan pekerjaan dari budidaya pohon tebu dan turunannya. 

Pada saat ini, petani kelapa di kawasan kabupaten Rembang belum banyak yang tertarik merawat pohon kelapa dari serangan hama, wangwung misalnya.  Teknik yang telah diketahui sejak lama, yaitu dengan memberikan larutan garam dan bawang ke bagian pupus pohon kelapa, tidak banyak dipraktikkan. Padahal hal tersebut dapat dilakukan pada saat memanen buah kelapa. 
"Selain itu, juga karena tradisi," tegas Darussalam, petani dan peternak bebek dari Lasem.  

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Pertanian

Total Pageviews

Label

Gallery Pertanian

Dokumentasi Berita

Postingan Populer