Tanaman Sirsak di Rembang

serikatpetanirembang.com - Sirsak (Annona muricata Linn) termasuk tanaman tahunan yang dapat dan berbuah sepanjang tahun, apabila air tanah mencukupi dalam pertumbuhannya. 

Menurut beberapa literatur, tanaman sirsak berasal dari Amerika Tengah. Buah tropis ini kemudian menyebar hampir ke seluruh benua, termasuk di Indonesia.


Tanaman buah yang dibawa Belanda (Eropa) pada abad ke-19, kala itu didatangkan oleh pemerintahan Hindia Belanda ke Nusantara.


Tumbuhan ini dapat tumbuh di sembarang tempat, paling baik ditanam di daerah yang cukup berair. Nama sirsak sendiri berasal dari bahasa Belanda. Zuurzak. yang berarti "kantung yang asam".

Cara membudidayakan tanaman sirsak dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara generatif ataupun secara vegetatif. Untuk cara penanaman secara generaif maka Anda perlu menyediakan biji buah sirsak. Sedangkan penanaman secara vegetatif dapat dilakukan dengan cara okulasi. 

Percabangan pohon sirsak rendah dan memiliki tinggi pohon berkisar antara 3 m hingga 8 m. Daun tanaman sirsak berbentuk telur berbalok atau berbentuk lanset. Bentuk buah sirsak tak beraturan ada yang bulat dan ada juga lonjong. Buah sirsak dilindungi oleh duri lunak yang berwarna hijau serupa dengan warna daunnya.

Panen bisa dilakukan setelah buah sirsak kira-kira berumur 12 hari. Pada saat itu idealnya kulit luar buah sirsak akan berwarna hijau tua dan jarak antara duri di tubuhnya jarang-jarang dan daging buah berair dengan rasa asam-manis-segar. Sirsak dapat dipanen kira-kira setahun 2 kali. Tumbuhan sirsak bisa hidup sampai 20 tahun.

Di Rembang, sirsak saat ini sudah mulai petik. Harga berkisar 5ribu/kilo. Satu buah sirsak mampu mencapai berat 2-3kg. 


Peluang budidaya sirsak cukup baik, karena selama ini tanaman sirsak yang dibudidayakan Petani masih bersifat sambilan. Sebenarnya Petani di area Pegunungan Lasem Rembang Tahun 90'an, banyak yang berkebun sirsak. Namun, ketika harga sirsak anjlok banyak tanaman yang ditebangi dan diganti, begitu ungkap Muin warga Kumbo dan Dono warga Sendangcoyo Pancur.

Namun di era sekarang, tren permintaan buah sirsak sangat banyak sehingga peluang usaha budidaya ini patut dikembangkan. Apalagi untuk wirausahawan yang bergerak di bidang agroindustri karena hasil buah sirsak selain dipasarkan buah segar dapat disulap pula menjadi produk olahan seperti sirup, dodol, jelly, wajik, juice, kembanggula, asinan dll.

Admin SPI Rembang


Share:

Entri yang Diunggulkan

Pasar Kramat Desa Nglojo Segera Launching

www.serikatpetanirembang.com - Pasar kramat Nglojo merupakan suatu pasar wisata tradisional yang mempunyai konsep mengangkat tema ...

Berita Pertanian

Total Pageviews

Arsip Blog

Label

Gallery Pertanian

Dokumentasi Berita