Gandeng Petani Kecil Untuk Amankan Stok Pangan Melawan COVID-19

JAKARTA. Serikat Petani Indonesia (SPI) menyayangkan sikap Menteri Koordinator Perekonomian (Menko Perekonomian) yang mendorong dilakukannya impor 11 bahan pangan dalam mengantisipasi wabah Virus COVID-19.
Sekretaris Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) SPI Agus Ruli Ardiansyah menegaskan, pemerintah dalam hal ini harus bertindak konstitusional, yakni mengacu kepada ketentuan peraturan perundang-undangan terkait impor pangan yang hanya dimungkinkan apabila pangan nasional tidak mencukupi dan terbatasnya waktu untuk mengantisipasi ketersediaan pangan.
“Kita tahu bahwa COVID-19 akan berdampak pada sektor pangan Indonesia, akan tetapi pemerintah harus berhati-hati, jangan mengeluarkan kebijakan yang melanggar ketentuan di dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 12 tentang Pangan” ujarnya di Jakarta pagi ini (23/03).
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto diketahui telah memberi instruksi kepada Menteri Perdagangan Agus Suparmanto untuk membuka seluruh Persetujuan Impor (PI) pangan 11 komoditas, di antaranya adalah beras, gula, daging sapi, daging kerbau, bawang putih, dan jagung.
SPI dalam hal ini berpandangan bahwa jangan sampai kebijakan pemerintah untuk mengantisipasi COVID-19 justru mengabaikan pangan yang diproduksi oleh petani.
“Kita harus belajar dari kejadian di masa lalu. Efek dari penanggulangan krisis ekonomi 1998 salah satunya adalah terbitnya izin impor beberapa komoditas pangan secara ugal-ugalan. Hal ini berimbas kepada terpuruknya petani pangan Indonesia” sambung Agus Ruli.
Agus Ruli menerangkan, SPI berharap rencana pemerintah untuk impor pangan mengantisipasi COVID-19 tidak dijadikan alasan untuk membuka sektor pangan kita lebih luas lagi kepada pasar. Sebaliknya Pemerintah harus mengalokasikan dana darurat untuk penanggulangan COVID-19 di Indonesia pada penguatan sistem pangan yang tidak tergantung dari pasar pangan global. Salah satunya adalah dengan memosisikan petani kecil dan pertanian keluarga petani sebagai produsen pangan di suatu negara.
Agus Ruli Ardiansyah
"Kita masih punya waktu untuk mengantisipasi ketersediaan pangan di dalam negeri untuk beberapa waktu ke depan. Pemerintah dapat memberikan insentif ataupun stimulus terhadap petani kecil sebagai produsen pangan dalam negeri, mengingat jumlah petani kecil di Indonesia yang mayoritas. Hal ini diharapkan dapat mendorong produksi hasil pertanian dari petani maupun keluarga petani sehingga dapat memenuhi permintaan dalam negeri dan antisipasi terhadap kelangkaan pangan yang terjadi,” tambahnya.
Selain itu, Agus Ruli juga melihat Pemerintah, melalui kementerian dan badan terkait untuk berkoordinasi lebih baik lagi dalam memastikan ketersediaan pangan.
“Terlebih lagi pemerintah sudah merilis kebijakan satu data mengenai Pangan. Hal ini harus menjadi perhatian pemerintah, sehingga kebijakan yang diambil tidak merugikan para petani kecil”
Kontak selanjutnya:
Agus Ruli Ardiansyah – 0812 7616 91871

Sumber: https://spi.or.id/gandeng-petani-kecil-untuk-amankan-stok-pangan-melawan-covid-19/

Share:

Lawan COVID-19 dengan Menegakkan Kedaulatan Pangan

serikatpetanirembang.com, Jakarta - World Health Organization (WHO) telah menyatakan coronavirus disease 2019 atau covid-19 sebagai pandemi internasional pada 11 maret 2020. Menyusul Tiongkok, kondisi ini mendorong beberapa negara seperti Italia, Spanyol, dan negara-negara lainnya mengambil tindakan isolasi atau lockdown untuk mencegah masifnya penyebaran virus covid-19. Dalam konteks Indonesia, data per 18 maret 2020 mencatat terdapat 227 orang yang positif virus covid-19 yang tersebar di 8 provinsi.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Serikat Petani Indonesia (SPI) Agus Ruli Ardiansyah mendorong pemerintah Indonesia untuk mengantisipasi dampak dari virus covid-19 terhadap sektor pangan. Kebijakan isolasi yang dilakukan negara-negara yang terdampak covid-19 juga berimplikasi pada laju ekspor-impor bahan pangan, namun sebaliknya mulai memprioritaskan pada kebutuhan dalam negeri.
“Pemerintah sebelumnya telah menyatakan akan mengalihkan anggaran/dana pembangunan infrastruktur untuk dialokasikan pada penanganan virus covid-19. SPI berpandangan pengalihan dana tersebut juga harus mencakup pada penguatan sistem pangan yang tidak tergantung dari pasar pangan global,” kata Agus Ruli di Jakarta pagi ini (18/03).
Agus Ruli menjelaskan, hal ini dapat dilihat dari beberapa kebutuhan pangan di Indonesia seperti kacang kedelai, gula, gandum, bawang, sampai dengan beras, yang masih bergantung pada impor dari negara-negara yang saat ini terkena virus covid-19.
“Dalam situasi terburuk, virus covid-19 dapat memicu terjadinya kelangkaan bahan-bahan pangan dan kebutuhan pokok lainnya, mengingat tidak tersedianya bahan pangan yang diproduksi dari dalam negeri, sampai dengan penutupan akses impor untuk memproteksi dengan alasan keamanan pangan (food safety),” paparnya.
Zainal Arifin Fuad, Ketua Departemen luar negeri DPP SPI menambahkan, dengan melihat dampak dan efek domino dari covid-19 sebagai pandemi internasional, SPI kembali mengingatkan pemerintah Indonesia tentang konsep ‘kedaulatan pangan’ untuk menghadapi situasi akibat wabah maupun bencana berkepanjangan menjadi relevan.
“Untuk kebijakan jangka panjang, prasyarat-prasyarat utama kedaulatan pangan, seperti “pangan untuk pangan dan tidak sekadar komoditas yang diperdagangkan” dan “pembatasan penguasaan pangan oleh korporasi”, “pengutamaan produksi pangan dalam negeri”, “pertanian rakyat dalam merumuskan kebijakan pangan dan pertanian”; semua itu sebenarnya sudah sesuai dengan apa yang dimandatkan di dalam Undang-Undang (UU) Pangan no.18 tahun 2012, UU no. 19 tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan petani (UU Perlintan), UU Hortikultura no.13 tahun 2010, UU no.18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan hewan, dan UNDROP (Deklarasi PBB tentang Hak Asasi Petani dan rakyat yang bekerja di pedesaan).
Zainal menambahkan, hal ini tidak terlepas dari rapuhnya sistem pangan suatu negara apabila menggantungkan diri pada distribusi atau rantai pasok global yang berorientasi kepentingan pasar dan rentan akan spekulasi. Sementara itu untuk kebijakan jangka pendek, SPI mendesak Pemerintah untuk memberikan insentif terhadap petani kecil sebagai produsen pangan dalam negeri sebagai stimulus menghadapi potensi kelangkaan pangan.
“Hal ini sesuai dengan konsep kedaulatan pangan, yang memposisikan petani kecil dan pertanian keluarga petani sebagai produsen pangan di suatu negara” tutup Zainal yang juga anggota Komite Koordinasi Internasional La Via Campesina (Gerakan Petani Internasional).
kontak selanjutnya:
Agus Ruli Ardiansyah – 0812 7616 91871
Zainal Arifin Fuad – 0812 8932 1398
Sumber: https://spi.or.id/lawan-covid-19-dengan-menegakkan-kedaulatan-pangan/
Share:

Padi MSP di Grobogan

Agung bersama Anak di lahan Sawah Padi MSP Tawangharjo Grobogan
serikatpetanirembang.com, Grobogan - Nampak sumringah wajah Agung bersama anaknya di area sawah padi MSP desa Tawangharjo Grobogan Jawa Tengah.

Padi tersebut untuk kebutuhan benih ke depan agar bisa kami sebar luaskan ke Petani. Kalau yang untuk pangan, kebetulan sudah kami panen kemarin, "papar Agung.
MSP kepanjangan dari Mari Sejahterakan Petani. Salah satu Penemunya adalah Prof.Ir. Surono Danu,  pria gondrong dengan rambut putih kelahiran Cirebon. Varietas lokal tersebut merupakan benih lokal unggul yang ditemukan dari perkawinan pejantan Dayang Rindu dengan betina Si Sekam kuning dan Si Sekam putih.
Benih MSP sudah menyebar di penjuru negeri, termasuk di Grobogan. Salah satu pengembangnya adalah Bripka Agung yang kebetulan juga Anggota Polri dinas di Polres Grobogan. Sistem yang dipakai dengan menerapkan pendekatan alami, " tutur Agung.
Rata-rata, usia tanam padi MSP selama 105-115 hari dengan kemampuan hasil 9 hingga 13 ton/ha. Bahkan di Tuban, bisa mencapai 14,8 ton/ha. Semua itu tergantung dari kemampuan Petani dalam merawat serta menerapkan teknologi yang baik dan selaras, " pungkas Agung.


Admin SPI Rembang
Share:

FILOSOFI KANGKUNG

serikatpetanirembang.com - Berikut filosofi tanaman kangkung.

FILOSOFI KANGKUNG
Luruo galihe kangkung
Nulisa tanpa papan ing papan tanpa tulisan
Mibera kaya tapak kuntul melayang
Mengko sira bakal ketemu ning nang nung
Artinya:
Carilah batang kangkung
Menulislah tanpa papan tulis di atas papan tanpa tulisan
Bergeraklah seperti bayang-bayang bangau terbang
Nanti kau akan mendapatkan kebeningan, ketenangan, dan keberhasilan.
Kangkung adalah salah satu jenis sayuran yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Memang benar bahwa Allah tidak menciptakan alam semesta ini dengan sia-sia. Bahkan sayur kangkung pun mengandung suatu makna yang dapat kita jadikan sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari. Petuah di atas mengandung makna yang merupakan kunci suskes sebagai berikut:
1. Carilah batang kangkung
Kalimat ini menyarankan agar kita memperhatikan dan mempelajari batang Kangkung. Sayur Kangkung mempunyai keunikan bila dibandingkan dengan sayur-sayuran lainnya seperti Bayam atau Daun Singkong khususnya pada bagian batang daun. Batang Kangkung di dalamnya berongga, kosong dan tidak berisi. Sementara batang sayur Bayam dan Daun Singkong berisi atau padat. Batang yang kosong ini merepresentasikan hati yang kosong. Hati yang kosong adalah hati yang selalu ikhlas.
2. Menulislah tanpa papan tulis di atas papan tanpa tulisan.
Setelah kita mengikhlaskan hati, maka tetapkanlah tujuan, cita-cita, atau pecapaian yang ingin diraih. Papan tanpa tulisan yang dimaksud adalah hati. Jadi menulis di atas papan tanpa tulisan berarti menetapkan tujuan yang ingin dicapai dalam hati, yang tidak lain adalah niat. Niat harus berlandaskan pada hati yang ikhlas.
3. Bergeraklah seperti bayang-bayang bangau terbang.
Langkah sukses berikutnya adalah berusaha mewujudkan cita-cita atau tujuan yang telah diniatkan. Berusaha yang disarankan di sini adalah usaha dengan kekuatan seperlunya tanpa harus dipaksakan sehingga mengakibatkan stress. Seperti halnya bangau yang terbang perlahan tapi pasti dan penuh kesabaran berputar-putar di udara sambil mengintai mangsa yang merepresentasikan tujuan yang akan dicapai. Berusahalah dan serahkan hasilnya kepada Yang Maha Memberi, tidak perlu stress atau bahkan saling sikut untuk menjatuhkan orang lain.
4. Nanti kau akan mendapatkan kebeningan, ketenangan, dan keberhasilan.
Kita tentu tidak asing lagi dengan buaian seorang ibu kepada bayinya dengan penuh kasih sayang agar bayinya itu tidur, nang ning nung ning nang ning nung. Ternyata buaian sederhana ini mengandung doa yang sangat luar biasa. Nang adalah singkatan dari kata tenang, ning singkatan dari kata bening, dan nung adalah dari kata dunung yang berarti menjadi atau berhasil. Jadi, nang ning nung merupakan suatu doa seorang ibu agar anaknya menjadi orang yang berpikiran dan berhati jernih, dapat hidup dengan tenang dan meraih keberhasilan.
Pada tulisan berikutnya, kita akan melihat rahasia lain dibalik doa nang ning nung ini yang akan semakin membuka mata kita betapa tanah air Indonesia mempunyai akar budaya yang begitu adi luhung.
Sumber: The Science & Miracle of Zona Ikhlas (Erbe Sentanu)


Admin SPI Rembang
Share:

Cuaca Rembang Hari ini 5 Maret 2020


serikatpetanirembang.com - Berikut informasi cuaca Jawa Tengah khususnya Rembang hari ini kondisinya berawan. Berlaku 12 jam kamis 5 maret 2020 mulai 07.00 WIB - 19.00 WIB.

Menurut BMKG II Ahmad Yani - Semarang, umumnya cuaca berawan, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi pada pagi sampai menjelang siang kecuali Jateng bagian timur. Potensi hujan berpotensi lama dan kadang diikuti intensitas hingga lebat terutama di Pesisir selatan dan Solo Raya bagian selatan (Wonogiri dan sekitarnya).


Admin SPI Rembang
Share:

Entri yang Diunggulkan

Pasar Kramat Desa Nglojo Segera Launching

www.serikatpetanirembang.com - Pasar kramat Nglojo merupakan suatu pasar wisata tradisional yang mempunyai konsep mengangkat tema ...

Berita Pertanian

Total Pageviews

Label

Gallery Pertanian

Dokumentasi Berita