Budidaya Melon Kirani Dengan Sistem Fertigasi

www.serikatpetanirembang.com - Melon kirani merupakan jenis melon yang menjadi incaran para petani, pemasok, dan konsumen. Hasil dari melon dengan kadar gula 14 - 16°briks itu cukup memuaskan para penikmat melon. Kirani merupakan rock melon berkulit putih susu tanpa jaring dengan tekstur daging lembut sehingga kita dapat mengambilnya menggunakan sendok.

Salah satu Petani di Sulang Rembang yang turut membudidayakan melon kirani ini adalah Zaenal, Muarif dkk. Muarif mengaku dengan harga kontrak yang ditawarkan pihak ketiga memang menjanjikan, namun melon kirani ini cukup manja dengan tingkat tumbuh saat semai yang relatif sulit. 
Pada awalnya, kami melakukan penyemaian sebanyak 6000 benih, tetapi yang berhasil tumbuh hanya 3500 bibit atau tanaman. Itu yang kami alami saat ini dan mungkin juga kekurangan pengetahuan dan pengalaman baru dengan budidaya melon kirani, tambah Muarif.

Kami bersama kawan SPI yang lain menggarap lahan untuk budidaya khusus melon ini sekitar 6.500m2 panjang gulutan sekitar 3.250 meter menghabiskan 8 roll plastik mulsa. Jumlah populasi sekitar 11.000 tanaman, yang terdiri dari melon kirani, melon kinanti serta melon golden apollo dengan sistem Fertigasi.

Budidaya kami lakukan dengan pihak ketiga yang sudah menjamin pasarnya dengan klasifikasi grade A dan grade B. Grade A itu jenis buah dengan berat 1,3 - 1,8 kg, sedangkan grade B beratnya minim 0,8 kg di bawah itu reject. 


Admin SPI Rembang

info selanjutnya;

Muarif - Petani - 0821 1038 8028
Mahmudi - Petani - 0821 3822 1920


Share:

Keindahan Bibit Melon Kinanti

www.serikatpetannirembang.com - Berikut beberapa gambar bibit melon kinanti yang dapat kita semua nikamati. Usia bibit ini adalah 5hst atau hari dari mulai semai dengan media bedeng plastik dan bambu.







Share:

Melon Kinanti Sistem Fertigasi

www.serikatpetanirembang.com - Melon kinanti merupakan salah satu varian buah melon yang cukup menjanjikan untuk dibudidayakan. Selain lebih manis, harga jual melon ini lumayan tinggi di pasaran. Tak heran banyak petani yang tertarik membudidayakannya. Omzet sekali panen bisa mencapai puluhan juta.

Melon merupakan salah satu buah tropis yang populer di Indonesia. Saat ini ada banyak varian melon unggul, seperti ladika, orange meta, golden apollo, dan adinda. Nah, salah satu varian baru yang sekarang mulai banyak dibudidayakan adalah melon kinanti.Melon jenis ini merupakan salah varian melon golden.Harga jualnya di pasaran relatif tinggi, sekitar Rp 15.000 per kilogram (kg). Melon ini lebih manis dan renyah dibandingkan melon-melon jenis lainnya. Bentuknya juga berbeda dengan melon lain.
Kulitnya yang berwarna kuning relatif lebih mulus, sementara daging buahnya berwarna kemerahan. Petani yang membudidayan melon ini adalah Zaenal, Muarif dkk yang terletak di Desa Sulang Rembang.
Budidaya melon kinanti kini semakin diminati. Selain lebih manis, harga jualnya juga lumayan tinggi di pasaran. Namun, bagi Anda yang ingin membudidayakan melon kinanti ada beberapa hal yang harus diperhatikan, terutama menyangkut pemberian pestisida, penyiraman, dan pemupukan.Seperti jenis melon lainnya, membudidayakan melon kinanti tidak sulit. Apalagi, buah ini cocok ditanam pada iklim tropis. Asal dirawat dengan benar, tanaman ini akan berbuah maksimal. 

Namun, sebelum ditanam, lahan tersebut harus diolah terlebih dahulu. Perlu waktu sekitar dua minggu untuk pengolahan lahan ini. Selama dua minggu itu, lahan yang akan digunakan harus digemburkan dan dikasih pupuk dasar.
“Pemupukan di masa awal ini penting agar pertumbuhan melon kinanti bisa memuaskan,” papar Muarif. Tanpa pemupukan awal, tanaman bisa terganggu dalam proses penyusunan klorofilnya, sehingga, daun dan tulang daun tampak kekuning-kuningan. Ujung-ujungnya tanaman bisa layu dan mati.

Kebutuhan pupuk di masa awal ini berkisar antara 50 kilogram (kg) sampai 100 kg per 1.000 meter persegi. Sementara untuk penanaman sebaiknya dilakukan di musim panas. “Melon ini membutuhkan sinar matahari yang cukup” ujar Muarif.
Pengairan juga harus dijaga karena bila terlalu lembap tanaman rentan terkena penyakit. Suhu optimalnya antara 25-30 derajat Celcius.
Untuk menjaga jarak ideal antar tanaman, setiap setengah hektare lahan ditanami sekitar 3.000 batang. “Jadi, jarak antar tanaman sekitar satu meter hingga dua meter,” jelasnya.Zaenal, pembudidaya melon kinanti dari Sulang menambahkan, perawatan mutlak diperlukan saat tanaman berusia 30 hari. Saat itu, tanaman sudah mulai memasuki usia produktif. Di masa-masa itu tanaman rawan dijangkiti hama kutu. Sementara saat musim hujan, penyakit yang mungkin timbul adalah jamur. Bila sudah ditumbuhi jamur, daun tanaman akan layu.
Untuk itu, butuh perhatian khusus terutama dalam hal pemberian pestisida, penyiraman, dan pemupukan. “Pengalaman kami, setidaknya setiap 3.000 batang melon diawasi oleh satu petani setiap harinya,” jelasnya.
Untuk menjaga ketersediaan air, tanaman melon ini juga harus rajin disiram. Tapi, volume penyiramannya harus disesuaikan dengan curah hujan. Jika musim hujan, misalnya penyiraman sebaiknya dikurangi. Sebab, terlalu banyak air akan menurunkan kualitas melon. Secara fisik memang tidak terlihat. “Namun kemanisannya akan sedikit berkurang,” ujarnya.

Pada umumnya, melon kinanti sudah bisa dipanen setiap dua bulan setelah ditanam. Kami bersama kawan SPI yang lain menggarap lahan untuk budidaya khusus melon ini sekitar 6.500m2 panjang gulutan sekitar 3.250 meter menghabiskan 8 roll plastik mulsa. Jumlah populasi sekitar 11.000 tanaman, yang terdiri dari melon kirani 3.500populasi, melon kinanti sebanyak 5.000 tanaman, selebihnya melon golden apollo sekitar 2.500tanaman dengan sistem Fertigasi. 

Budidaya kami lakukan dengan pihak ketiga yang sudah menjamin pasarnya dengan klasifikasi grade A dan grade B. Grade A itu jenis buah dengan berat 1,3 - 1,8 kg, sedangkan grade B beratnya minim 0,8 kg di bawah itu reject. 
Admin SPI Rembang
info selanjutnya;

Muarif - Petani - 0821 1038 8028
Mahmudi - Petani - 0821 3822 1920

Share:

Rembang Panen Raya Jagung


www.serikatpetanirembang.com - Musim panen jagung di Rembang telah tiba di awal februari hingga Maret ini. Mulai dari ujung barat Rembang bagian selatan mulai dari kecamatan Sumber, Bulu, Sulang, Gunem, Sale hingga timur Rembang Sarang, para Petani sudah mulai memetik hasil panenan jagung kering mereka. Salah satu di antaranya adalah Petani asal Nglojo Sarang, yaitu Ikhsan.
Ikhsan mengaku bersyukur atas hasil panenan jagung kali ini, karena hasil petiknya melimpah. Sehingga hasil panen sebagian dibawa pulang ke rumah untuk dikeringkan hingga kadar air (KA) kisaran 11% agar mendapat keuntungan berlebih. Karena selisih harga jagung basah dan kering cukup terpaut jauh. Harga basah di kisaran Rp 1.800,- sedangkan kering bisa mencapai lebih dari Rp. 3.500,-. Begitu tambah Mulyonoto Petani asal Nglojo yang merupakan tetangga dan sahabat perjuangannya dalam diskusi GWA Rembug Petani Rembang.

Admin SPI Rembang

info selanjutnya :
Ikhsan - Petani Nglojo -  0823 8669 9029
Share:

Berita Pertanian

Total Pageviews

Label

Gallery Pertanian

Dokumentasi Berita

Postingan Populer