Biaya Budidaya Padi Varietas Ciherang di Nglojo Sarang

www.serikatpetanirembang.com - Padi (bahasa latin: Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman budidaya terpenting dalam peradabanProduksi padi dunia menempati urutan ketiga dari semua serealia, setelah jagung dan gandum. Namun, padi merupakan sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia.

Hasil dari pengolahan padi dinamakan beras. Berikut rincian lengkap, biaya tanam Padi varietas Ciherang;

A. Modal

1. Benih ciherang, 30 kg @ Rp. 12.000 = 360.000
2. Pupuk kandang 1000 kg @ Rp. 1.000 = 1.000.000
3. Pupuk Urea, 150 kg @ Rp. 1.300= 195.000
4. Pupuk SP36, 100 kg @ Rp. 2.200 = 220.000
5. Pupuk NPK Ponska 300 kg @ Rp. 2.300 = 690.000
6. Petroganik, 1000 kg @ Rp. 500 = 500.000
7. Pestisida / Insektisida, 10 liter @ Rp. 75.000 = 1.500.000
Jumlah Modal (A) = Rp 4.465.000

B. Biaya operasional/Upah Kerja


1. Pengolahan lahan
    Sewa traktor 600.000 + Tenaga cangkul/macul 4 orang x 100.000 = 1.000.000
2. Pencabutan bibit/ndaut 10 orang x 100.000= 1.000.000
3. Penanaman/tandur 50 orang x 25.000 = 1.250.000
4. Penyiangan + pemupukan ke-1 sebanyak 5 orang x 100.000=  500.000
5. Penyiangan + pemupukan ke-2 sebanyak 5 orang x 100.000= 500.000
6. Penyemprotan 2 orang x 100.000= 200.000
7.  Panen dan pasca panen
     - Sewa combin 1.000.000
     - Tenaga angkut 10 0rang X 100.000 = 1.000.000
Jumlah modal (B) =  6.450.000

Total Pengeluaran (A+B) 4.465.000 + 6.450.000 = 10.915.000

Hasil padi sebanyak 6000 kg atau 6 Ton
Harga GKP/Gabah Kering Panen tingkat Petani Rp 3.500
6.000 X 3.500 = 21.000.000 - 10.915.000 = 10.085.000

Keuntungan budidaya padi selama 4 bulan dalam luasan 1Ha sebesar Rp 10.085.000


NB. Biaya belum termasuk sewa lahan dan pompa air.


Sumber: Mulyonoto, Petani Nglojo, Sarang, Rembang



Admin SPI Rembang

info selanjutnya:
Mulyonoto - Petani Nglojo - 0822 4491 7863
Share:

RASIONALISASI SAWIT VS DURIAN

www.serikatpetanirembang.com - Semalam Bp Presiden membuat pernyataan agar petani berpikir lagi jika mau menanam sawit, karena luasnya sudah 14 juta ha, terluas di dunia dan banyak hadangan dari pihak pasar selama ini, setidaknya Uni Eropa dan India. Lalu menyarankan tanam komoditas lain yang nilai ekonominya tinggi dan pasarnya masih besar. Sarannya tanam Durian.

Begitu dimuat di media massa langsung beragam tanggapannya, saya memahami karena memang saat ini situasi sedang kampanye, tapi bagi saya pribadi yang netral, pernyataan tersebut sangat rasional. Baik adanya, sekalipun saya petani sawit menganggap pernyataan tersebut konstruktif bagi saya selaku petani.

Ilustrasinya..

Sawit, usia produktif provitasnya di petani hanya sekitar 17 ton/ha/tahun, dengan harga saat ini hanya Rp 1.100/kg di Pabrik Kelapa Sawit maka omsetnya hanya Rp 18 jutaan/ha/tahun.

Durian, kalau menyimak video berikut ini omsetnya Rp 7 juta/pohon/tahun, padahal durian non marketable klas pasar dunia, kalau populasi duriannya sama dengan sawit 139 pohon/ha/tahun, jarak tanam 9 x 9 meter maka tak kurang dari Rp 800 juta/ha/tahun.
Anggap Rp 600 juta/ha/tahun.
https://www.youtube.com/watch?v=UcbZ_m5LqcE

Omsetnya bagai langit dan bumi bedanya, pasarnya, apalagi jika lahan tersebut sudah mahal maka total kembali modal akan jauh lebih cepat tanaman durian.

Inilah rasionalisasi dalam beragribisnis, kita tak kan pernah tahu hari esok, tapi kita punya ilmu analisa data statistik yang akan menggambarkan sebuah keadaan di masa depan atas dasar kalkulasi logis kita, lalu jadilah sebuah intuisi.

Artinya agar kita lebih rasional, antara permintaan dan daya suplai agar berimbang lalu harga terkendali, agar petani dapat apresiasi per hektarnya jauh lrbih baik dari pada selama ini, agar kemakmuran petani segera menghampiri, itulah sebab saya selaku petani sawit juga tanam durian yang inovatif marketbale fast moving.
Hehe..

Semoga bermanfaat..

Salam Rasionalisasi
Wayan Supadno
Pak Tani

Admin SPI Rembang

info selanjutnya:

Wayan Supadno - Pak Tani - 0815 8658 0630

Share:

Budidaya Melon Kirani Dengan Sistem Fertigasi

www.serikatpetanirembang.com - Melon kirani merupakan jenis melon yang menjadi incaran para petani, pemasok, dan konsumen. Hasil dari melon dengan kadar gula 14 - 16°briks itu cukup memuaskan para penikmat melon. Kirani merupakan rock melon berkulit putih susu tanpa jaring dengan tekstur daging lembut sehingga kita dapat mengambilnya menggunakan sendok.

Salah satu Petani di Sulang Rembang yang turut membudidayakan melon kirani ini adalah Zaenal, Muarif dkk. Muarif mengaku dengan harga kontrak yang ditawarkan pihak ketiga memang menjanjikan, namun melon kirani ini cukup manja dengan tingkat tumbuh saat semai yang relatif sulit. 
Pada awalnya, kami melakukan penyemaian sebanyak 6000 benih, tetapi yang berhasil tumbuh hanya 3500 bibit atau tanaman. Itu yang kami alami saat ini dan mungkin juga kekurangan pengetahuan dan pengalaman baru dengan budidaya melon kirani, tambah Muarif.

Kami bersama kawan SPI yang lain menggarap lahan untuk budidaya khusus melon ini sekitar 6.500m2 panjang gulutan sekitar 3.250 meter menghabiskan 8 roll plastik mulsa. Jumlah populasi sekitar 11.000 tanaman, yang terdiri dari melon kirani, melon kinanti serta melon golden apollo dengan sistem Fertigasi.

Budidaya kami lakukan dengan pihak ketiga yang sudah menjamin pasarnya dengan klasifikasi grade A dan grade B. Grade A itu jenis buah dengan berat 1,3 - 1,8 kg, sedangkan grade B beratnya minim 0,8 kg di bawah itu reject. 


Admin SPI Rembang

info selanjutnya;

Muarif - Petani - 0821 1038 8028
Mahmudi - Petani - 0821 3822 1920


Share:

Keindahan Bibit Melon Kinanti

www.serikatpetannirembang.com - Berikut beberapa gambar bibit melon kinanti yang dapat kita semua nikamati. Usia bibit ini adalah 5hst atau hari dari mulai semai dengan media bedeng plastik dan bambu.







Share:

Melon Kinanti Sistem Fertigasi

www.serikatpetanirembang.com - Melon kinanti merupakan salah satu varian buah melon yang cukup menjanjikan untuk dibudidayakan. Selain lebih manis, harga jual melon ini lumayan tinggi di pasaran. Tak heran banyak petani yang tertarik membudidayakannya. Omzet sekali panen bisa mencapai puluhan juta.

Melon merupakan salah satu buah tropis yang populer di Indonesia. Saat ini ada banyak varian melon unggul, seperti ladika, orange meta, golden apollo, dan adinda. Nah, salah satu varian baru yang sekarang mulai banyak dibudidayakan adalah melon kinanti.Melon jenis ini merupakan salah varian melon golden.Harga jualnya di pasaran relatif tinggi, sekitar Rp 15.000 per kilogram (kg). Melon ini lebih manis dan renyah dibandingkan melon-melon jenis lainnya. Bentuknya juga berbeda dengan melon lain.
Kulitnya yang berwarna kuning relatif lebih mulus, sementara daging buahnya berwarna kemerahan. Petani yang membudidayan melon ini adalah Zaenal, Muarif dkk yang terletak di Desa Sulang Rembang.
Budidaya melon kinanti kini semakin diminati. Selain lebih manis, harga jualnya juga lumayan tinggi di pasaran. Namun, bagi Anda yang ingin membudidayakan melon kinanti ada beberapa hal yang harus diperhatikan, terutama menyangkut pemberian pestisida, penyiraman, dan pemupukan.Seperti jenis melon lainnya, membudidayakan melon kinanti tidak sulit. Apalagi, buah ini cocok ditanam pada iklim tropis. Asal dirawat dengan benar, tanaman ini akan berbuah maksimal. 

Namun, sebelum ditanam, lahan tersebut harus diolah terlebih dahulu. Perlu waktu sekitar dua minggu untuk pengolahan lahan ini. Selama dua minggu itu, lahan yang akan digunakan harus digemburkan dan dikasih pupuk dasar.
“Pemupukan di masa awal ini penting agar pertumbuhan melon kinanti bisa memuaskan,” papar Muarif. Tanpa pemupukan awal, tanaman bisa terganggu dalam proses penyusunan klorofilnya, sehingga, daun dan tulang daun tampak kekuning-kuningan. Ujung-ujungnya tanaman bisa layu dan mati.

Kebutuhan pupuk di masa awal ini berkisar antara 50 kilogram (kg) sampai 100 kg per 1.000 meter persegi. Sementara untuk penanaman sebaiknya dilakukan di musim panas. “Melon ini membutuhkan sinar matahari yang cukup” ujar Muarif.
Pengairan juga harus dijaga karena bila terlalu lembap tanaman rentan terkena penyakit. Suhu optimalnya antara 25-30 derajat Celcius.
Untuk menjaga jarak ideal antar tanaman, setiap setengah hektare lahan ditanami sekitar 3.000 batang. “Jadi, jarak antar tanaman sekitar satu meter hingga dua meter,” jelasnya.Zaenal, pembudidaya melon kinanti dari Sulang menambahkan, perawatan mutlak diperlukan saat tanaman berusia 30 hari. Saat itu, tanaman sudah mulai memasuki usia produktif. Di masa-masa itu tanaman rawan dijangkiti hama kutu. Sementara saat musim hujan, penyakit yang mungkin timbul adalah jamur. Bila sudah ditumbuhi jamur, daun tanaman akan layu.
Untuk itu, butuh perhatian khusus terutama dalam hal pemberian pestisida, penyiraman, dan pemupukan. “Pengalaman kami, setidaknya setiap 3.000 batang melon diawasi oleh satu petani setiap harinya,” jelasnya.
Untuk menjaga ketersediaan air, tanaman melon ini juga harus rajin disiram. Tapi, volume penyiramannya harus disesuaikan dengan curah hujan. Jika musim hujan, misalnya penyiraman sebaiknya dikurangi. Sebab, terlalu banyak air akan menurunkan kualitas melon. Secara fisik memang tidak terlihat. “Namun kemanisannya akan sedikit berkurang,” ujarnya.

Pada umumnya, melon kinanti sudah bisa dipanen setiap dua bulan setelah ditanam. Kami bersama kawan SPI yang lain menggarap lahan untuk budidaya khusus melon ini sekitar 6.500m2 panjang gulutan sekitar 3.250 meter menghabiskan 8 roll plastik mulsa. Jumlah populasi sekitar 11.000 tanaman, yang terdiri dari melon kirani 3.500populasi, melon kinanti sebanyak 5.000 tanaman, selebihnya melon golden apollo sekitar 2.500tanaman dengan sistem Fertigasi. 

Budidaya kami lakukan dengan pihak ketiga yang sudah menjamin pasarnya dengan klasifikasi grade A dan grade B. Grade A itu jenis buah dengan berat 1,3 - 1,8 kg, sedangkan grade B beratnya minim 0,8 kg di bawah itu reject. 
Admin SPI Rembang
info selanjutnya;

Muarif - Petani - 0821 1038 8028
Mahmudi - Petani - 0821 3822 1920

Share:

Rembang Panen Raya Jagung



www.serikatpetanirembang.com - Musim panen jagung di Rembang telah tiba di awal februari hingga Maret ini. Mulai dari ujung barat Rembang bagian selatan mulai dari kecamatan Sumber, Bulu, Sulang, Gunem, Sale hingga timur Rembang Sarang, para Petani sudah mulai memetik hasil panenan jagung kering mereka. Salah satu di antaranya adalah Petani asal Nglojo Sarang, yaitu Ikhsan.


Ikhsan mengaku bersyukur atas hasil panenan jagung kali ini, karena hasil petiknya melimpah. Sehingga hasil panen sebagian dibawa pulang ke rumah untuk dikeringkan hingga kadar air (KA) kisaran 11% agar mendapat keuntungan berlebih. Karena selisih harga jagung basah dan kering cukup terpaut jauh. Harga basah di kisaran Rp 1.800,- sedangkan kering bisa mencapai lebih dari Rp. 3.500,-. Begitu tambah Mulyonoto Petani asal Nglojo yang merupakan tetangga dan sahabat perjuangannya dalam diskusi GWA Rembug Petani Rembang.

Admin SPI Rembang

info selanjutnya :
Ikhsan - Petani Nglojo -  0823 8669 9029
Share:

Entri yang Diunggulkan

Pasar Kramat Desa Nglojo Segera Launching

www.serikatpetanirembang.com - Pasar kramat Nglojo merupakan suatu pasar wisata tradisional yang mempunyai konsep mengangkat tema ...

Berita Pertanian

Total Pageviews

Label

Gallery Pertanian

Dokumentasi Berita

Postingan Populer