Henry Saragih: Jokowi Bertekad Melanjutkan Reforma Agraria demi Meningkatkan Kesejahteraan Petani

JAKARTA. Jokowi akan terus melanjutkan reforma agraria dalam masa pemerintahannya ke depan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih pasca debat Calon Presiden Republik Indonesia (RI) 2019 - 2024 di Jakarta, tadi malam (17/02).

"Reforma agraria adalah suatu upaya korektif untuk menata ulang struktur agraria yang timpang, yang memungkinkan eksploitasi manusia atas manusia, menuju tatanan baru dengan struktur yang bersendi kepada keadilan agraria. Keadilan agraria itu sendiri adalah suatu keadaan dimana tidak ada konsentrasi berlebihan dalam penguasaan dan pemanfaatan atas sumber-sumber agraria pada segelintir orang. Reforma Agraria ini sendiri merupakan mandat dari Pasal 33 UUD 1945 yang kemudian dituangkan ke dalam UU Pokok Agraria No. 5 tahun 1960," papar Henry.

Henry melanjutkan, selama masa kepemimpinannya, Jokowi telah melaksanakan kebijakan reforma agraria. Melalui kebijakan ini, pemerintahan Jokowi telah mendistribusikan lahan ke petani kecil dan masyarakat adat dan akan terus melanjutkan kebijakan ini pada masa pemerintahannya yang akan datang.

"Selain redistribusi lahan, hal lain yang perlu dicatat bahwa pemerintahan Jokowi tidak ada menerbitkan izin-izin penggunaan lahan baru bagi perusahaan-perusahaan besar. Hal ini berbeda jauh dengan pemerintahan-pemerintahan sebelumnya yang “murah hati” terhadap perusahaan-perusahaan tersebut," ungkapnya.

Henry kemudian mengemukakan, di sisi lain, Prabowo sepertinya tidak memiliki perhatian besar terhadap pelaksanaan reforma agraria. Selain tidak punya konsep yang jelas (mengambang) tentang reforma agraria, penguasaan luas lahan Prabowo sendiri  jumlahnya sangat besar, berbanding jauh dengan kepenguasaan tanah mayoritas masyarakat Indonesia yang jumlahnya di bawah 0,5 hektar.

"Bagaimana Prabowo akan melakukan reforma agraria jika ia sendiri adalah salah satu orang yang menguasai ratusan ribu hektar tanah di berbagai wilayah di Indonesia, yang justru menyebabkan ketimpangan kepenguasaan agraria,” tegasnya.

Oleh karena itu Henry menegaskan, hal tersebut semakin memperkuat sikap SPI untuk terus mendukung Jokowi agar reforma agraria dapat dilanjutkan dalam lima tahun ke depan termasuk penyelesaian konflik agraria yang masih berlangsung melalui Peraturan Presiden Nomor 86 tahun 2018, sehingga petani dapat meningkat kesejahteraannya dan kedaulatan pangan pun terwujud.

Henry yang secara langsung menghadiri debat kedua tersebut, menggarisbawahi pernyataan pamungkas Jokowi yang menyampaikan bahwa ia akan pergunakan seluruh tenaga dan kewenangan yang dia miliki untuk memperbaiki negara ini! tidak ada yang ia takuti untuk kepentingan nasional, untuk kepentingan rakyat, untuk kepentingan bangsa, kecuali Allah SWT.

"Kalimat penutup tersebut menunjukkan pribadi Jokowi yang sebenarnya yang menomorsatukan kepentingan rakyat dan hanya takut kepada Allah SWT, hebat," tutupnya.

_Kontak selanjutnya:_
*Henry Saragih - Ketua Umum SPI - 0811 655 668*

Share:

Petani Rembang Panen Raya Kacang Panjang

REMBANG,  Suwono warga Bulu kabupaten Rembang panen kacang panjang.

Di area 1 Ha, Suwono atau sapaan akrab mbah Nono menanam padi dan kacang panjang.
"Alhamdulillah Mas, kacangnya sudah panen terlebih dahulu dengan masa waktu 2 bulan," tutur mbah Nono.

"Untuk kacang hanya seluas 3000 M², selebihnya padi," tambah mbah Nono dengan senyum gembiranya.
Menurut Suwono,  kacang panjangnya dipetik hingga tua atau matal, karena nanti akan dijual dalam bentuk produk benih.
Bagi para petani kacang panjang yang ingin menanam sayuran kacang hingga 2 meter lebih ini,, dapat memesan bibit unggulan ke nomor wa Suwono yaitu 085213743203.


Penulis: Mahmudi
Penyelaras: Mahmudi
Share:

Lanjutkan Fondasi Kedaulatan Pangan yang Dibangun Jokowi

JAKARTA. Menjelang lima tahun memimpin Indonesia*, Presiden Joko Widodo telah membangun fondasi kedaulatan pangan, dan ini harus dilanjutkan demi kesejahteraan petani dan masyarakat perdesaan. Hal ini diutarakan Henry Saragih, Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) dalam tiga buah talkshow yang ditayangkan oleh tiga tv berbeda di Jakarta, malam ini (14/02).

Henry memaparkan, kedaulatan pangan pada dasarnya memiliki tujuh prasyarat utama yakni reforma agraria; adanya hak akses rakyat terhadap pangan; penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan; pangan untuk pangan dan tidak sekadar komoditas yang diperdagangkan; pembatasan penguasaan pangan oleh korporasi; melarang penggunaan pangan sebagai senjata; hingga pemberian akses ke petani kecil untuk perumusan kebijakan pertanian.

“Ketujuh prasyarat tersebut fondasinya telah kokoh dibangun Pak Jokowi,” kata Henry.

Henry melanjutkan, untuk reforma agraria contohnya, pemerintah Jokowi telah melakukan perhutanan sosial yang dampaknya telah dirasakan langsung oleh petani.  Sdh ada 2,5 juta hektar yang didistribusikan.

“Lahirnya Perpres Reforma Agraria No.86 tahun 2018 merupakan sikap tegas Jokowi dalam memberikan kepastian perlindungan terhadap keluarga Petani yang sedang bekerja di ladang, perkebunan dari perampasan tanah. Perpers ini langkah sangat maju dalam penerapan reforma agraria yang mangkrak di pemerintahan sebelumnya,” paparnya.

Henry melanjutkan pembangunan infrastruktur pertanian di perdesaan juga sudah dikebut sehingga kuantitas produksi petani meningkat.

“Ketika kuantitas produksi meningkat maka kedaulatan pangan di daerah tersebut terjamin. Tentunya produksi yang membuat petani berdaulat benih, pupuk, dan alami, sehat, *yang didistribusikan melalui koperasi*," lanjutnya.

Henry menambahkan, di pemerintahan Jokowi inilah adanya terobosan data pangan yang tersentral untuk beras yang di-update melalui citra satelit.

“ini juga patut diapresiasi dan ditingkatkan ke komoditas-komoditas pangan lainnya,” tutupnya.

*Kontak Selanjutnya:*
_Henry Saragih – Ketua Umum SPI - 0811 655 668_

Share:

Henry Saragih & Kedaulatan Pangan

JAKARTA, serikapetanirembang.com - Menurut Henry Saragih, konsep kedaulatan pangan adalah kemauan kita dalam menata dan menghitung lahan.

"Kita hitung aja lahan sawit kita, lahan gandum, lahan padi kita. Kalau kita benar benar mau. Inilah kedaulatan pangan," papar Saragih dalam Liputan Pangan di KompasTV malam ini.

"Petani jangan tergantung pada pasar. Petani harus produksi secara mandiri," tambah Henry, Ketua Umum SPI.

Dalam hal perilaku pangan, Henry menegaskan bahwa perilaku pangan kita harus diubah. Henry mengingatkan bahwa Indonesia memiliki diversitas pangan yang holistik, sehingga menurut Henry, tidak ada masalah dengan pangan. Tampaknya Henry Saragih ingin menyampaikan pesan kuat bahwa kedaulatan pangan adalah keniscayaan, bukan mimpi belaka.

Menurut Henry, dalam hal bibit dan lahan kita lengkap. Hanya saja perilaku dan pengetahuan kita yang perlu di tata.

"Dan yang penting adalah akses untuk petani agar kuat tidak tergantung pasar. Inilah yg kita maksud kedaulatan pangan menjadi visi dan misi kita," lugas Saragih.

Menurut Henry, selama ini petani tahu, dimana dan kemana, hingga berapa hasil pangannya dijual dipasaran.

"Dengan infrastruktur jalan yang sudah merata saat ini, banyaknya pasar rakyat, saya yakin petani segera berdaulat," pungkas Henry Saragih dalam KompasTV.

Penulis: Mahmudi
Penyelaras: Mahmudi

Share:

Berita Pertanian

Total Pageviews

Label

Gallery Pertanian

Dokumentasi Berita

Postingan Populer